Berapa Banyak Porsi Lemak Dalam Menu Makan Harian Anak? (Plus, Sumber Terbaiknya)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Tidak cuma untuk orang dewasa, asupan lemak untuk anak juga harus dibatasi agar tidak berlebihan dan memicu penyakit serius di kemudian hari. Ya. Pola makan sehat untuk kesehatan jantung harus dimulai sejak usia dini. Tugas orangtua adalah membatasi jumlah lemak total, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi anak di bawah usia 2 tahun.

Berikut ini adalah informasi lengkap seputar kebutuhan lemak untuk anak setiap hari, termasuk batasan amannya dan dari mana saja suber lemak terbaik dan paling sehat untuk anak.

Anak tetap butuh makanan berlemak untuk menjamin tumbuh kembangnya tetap optimal

Makanan berlemak tidak selamanya buruk untuk kesehatan. Asupan lemak yang tepat dapat membantu menyediakan energi dan kalori bagi tubuh anak selama beraktivitas. Sumber lemak yang tepat, seperti asam lemak omega-3, juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Makanan tinggi lemak tidak jenuh dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker sambil menjaga sensitivitas insulin tetap terjaga.

Sementara itu, makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans justru berbahaya. Sebisa mungkin jauhkan kedua jenis lemak jahat ini dari piring makan anak. Contohnya adalah makanan yang serba digoreng, makanan siap saji, makanan kemasan, hingga lemak daging (gajih). Asupan lemak jahat yang berlebihan dapat meningkatkan risiko anak mengalami penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya di masa depan.

Maka, pastikan Anda hanya menyajikan sumber makanan yang diperkaya dengan jenis lemak baik untuk anak. Pastikan juga jenis makanan tersebut rendah kolesterol.

Berikut adalah daftar makanan sehat rendah lemak dan rendah kolesterol, yang bisa mencukupi kebutuhan lemak anak di usia 2 tahun:

  • Daging unggas tanpa lemak (daging ayam atau bebek)
  • Daging ikan
  • Daging merah tanpa lemak (dibakar atau dipanggang; bukan digoreng)
  • Margarin (bukan mentega, ya)
  • Produk susu rendah lemak
  • Minyak sayur
  • Alpukat

Jangan lupa untuk membatasi konsumsi telur per harinya. Cukup satu butir telur saja setiap hari, karena dua sudah memenuhi kebutuhan kolesterol anak dalam satu hari.

Berapa banyak kebutuhan lemak untuk anak?

Kebutuhan lemak untuk anak setiap hari berbeda untuk setiap anak, tergantung dari kebutuhan kalorinya. Misalnya, remaja harus mendapatkan 25% sampai 35% kalori harian mereka dari makanan berlemak. Nah, persentase kalori dari lemak yang harus dimakan anak atau remaja Anda juga bergantung pada usianya. 

Contoh: untuk anak-anak yang berusia 2-3 tahun menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) membutuhkan 44 gram lemak dari 1125 kalori per harinya. Sementara itu, anak usia 4-7 tahun butuh 62 gram lemak dari total 1600 kalori dalam satu hari.  Terakhir, anak usia 7-9 tahun membutuhkan 72 gram lemak dari 1850 kalori yang dibutuhkan perharinya.

Kebutuhan lemak untuk anak tidak boleh melebihi 30% dari total kalorinya. Batas ini juga sudah termasuk sepertiga kalori lemak jenuh dan sisanya dari lemak tak jenuh (polyunsaturated atau monounsaturated). Lemak tak jenuh berbentuk cair pada suhu ruangan dan biasa ditemukan dalam minyak nabati seperti jagung, safflower, bunga matahari, kedelai, dan zaitun.

Beberapa orangtua keliru membedakan berbagai jenis lemak. Secara umum, minyak dan lemak yang berasal dari hewan merupakan lemak jenuh. Mulailah pola makan jantung sehat dengan mengurangi jumlah berbagai makanan berlemak dalam menu keluarga.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca