Ini Dia, 10 Makanan Terbaik untuk Anak

Oleh

Orangtua harus lebih jeli dalam memilih makanan yang cocok untuk tumbuh kembang anak, karena tidak semua makanan cocok atau baik dan bisa dikonsumsi oleh anak. Sebaiknya, ajari anak Anda sedini mungkin untuk makan makanan berserat tinggi, rendah lemak dan kaya akan kalsium, zat besi, dan vitamin dan mineral lainnya, daripada membiasakan anak dengan makanan berkalori tinggi dan berlemak. Berikut ini adalah 10 makanan terbaik yang dapat Anda hidangkan untuk si Kecil selama masa pertumbuhannya:

Susu

Biasanya anak playgroup dan TK sangat menyukai susu, tapi, setelah mereka beranjak dewasa, banyak anak yang mulai mengurangi konsumsi susu. Hal ini mungkin bukan karena mereka tidak lagi menyukai susu, namun karena banyaknya pilihan minuman lain yang menurutnya lebih enak, seperti soda, sirup buah dan jus buah siap minum yang tersedia dalam rumah Anda.

Apel

Seperti buah lainnya, apel merupakan camilan yang baik. Apel mengandung banyak sari buah, rasanya manis (meskipun beberapa varietas rasanya asam), kaya vitamin C, dan memiliki kalori rendah (sekitar 90 kalori untuk apel ukuran sedang). Apel utuh segar memiliki 5 gram serat, jika dibandingkan dengan apel yang sudah dikupas.

Sayangnya, apel yang merupakan salah satu makanan sehat serbaguna yang dapat diolah menjadi beragam camilan tidak sehat (sari buah kotak, keripik apel, permen apel, dll) dan kehilangan nutrisinya.

Selai kacang/peanut butter

Banyak orangtua yang menghindari selai kacang karena khawatir potensi alergen yang dikandung kacang dan tingginya kandungan lemak. Selai kacang memang mengandung lemak yang cukup tinggi, namun lemak tersebut merupakan lemak tidak jenuh, lebih baik jika dibandingkan dengan lemak jahat yang dapat ditemui di makanan berlemak lainnya. Jangan lupa untuk selalu memilih selai kacang tanpa gula atau rendah gula.

Yogurt

Yogurt adalah makanan yang sangat sehat bagi anak, terutama bagi anak yang tidak meminum banyak susu, karena yogurt dapat menjadi sumber kalsium yang baik.

Namun, pilihkan varian yogurt tanpa bahan-bahan tambahan, seperti gula dan perasa buatan, serta dilengkapi oleh probiotik tinggi agar si kecil tidak akan kehilangan kandungan nutrisi penting dari yogurt.

Ikan tuna

Ikan merupakan makanan yang memiliki nutrisi tinggi. Ikan tuna sering menjadi pilihan kesekian para orangtua dalam menyajikan menu makanan, namun faktanya ikan tuna mengandung banyak nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak.

Orangtua sering kali khawatir untuk menyajikan ikan tuna kalengan untuk anak-anak mereka akibat adanya kontaminasi merkuri dalam ikan, tetapi penting untuk diingat bahwa ikan tuna masih boleh dikonsumsi asal tidak berlebihan. Meskipun terdapat peringatan, anak masih boleh mengonsumsi dua sajian tuna kalengan dalam seminggu. Atau, jika Anda lebih memilih untuk menghidangkan ikan tuna segar, masukkan hidangan ikan tuna albacore putih dalam menu makan si kecil cukup satu porsi dalam seminggu.

Sereal sarapan

Semangkuk penuh sereal penuh gula bukan merupakan sarapan yang sehat, tapi sereal sarapan lainnya dapat menjadi pilihan sehat dalam menu sarapan anak Anda.

Saat memilihkan sereal sarapan untuk anak Anda, coba cari sereal yang tidak dapat dicamil tanpa susu. Pilihan yang baik misalnya sereal dengan gandum utuh dengan tambahan serat dan kalsium. Tergantung dengan sisa menu makanan si kecil, Anda mungkin dapat membelikan sereal sarapan yang mengandung zat besi dan mineral dan vitamin lainnya.

Telur

Beberapa waktu yang lalu, telur dikenal sebagai makanan yang tinggi akan kolesterol, namun banyak ahli nutrisi saat ini setuju bahwa telur merupakan makanan yang sehat dalam menu makanan Anda.

Telur merupakan sumber protein yang baik dan mengandung zat besi dan vitamin dan mineral lainnya.

Bagaimana dengan kolesterol yang terkandung dalam telur? Telur memang mengandung kolesterol, tetapi mereka tidak mengandung banyak lemak jenuh, di mana lemak jenuh merupakan komponen yang meningkatkan level kolesterol. Oleh karena itu, sebutir telur yang dikonsumsi selang-seling hari sangatlah baik untuk anak-anak.

Sayuran

Tentu saja, sayur akan masuk ke dalam daftar makanan sehat bagi Anak, tetapi bukan berarti Anda harus mengakali anak Anda untuk memakan sayur atau memaksa anak Anda untuk memakan brokoli atau bayam.

Ada banyak sayur yang disukai oleh anak, seperti wortel matang, jagung, kacang polong, dan kentang panggang. Wortel yang sudah dimasak merupakan pilihan yang sehat karena memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin A, vitamin C, dan juga kalium.

Jangan lupa kenalkan anak Anda jenis sayuran sejak dini, tawarkan beragam pilihan, berikan contoh yang baik dengan memakan berbagai macam sayuran dan menawarkan porsi kecil akan sayuran tersebut, meskipun saat anak Anda tidak memakannya. Jika Anda terus menerus menawarkan sayuran, anak Anda akan memakannya.

Oatmeal

Meskipun saat bayi anak Anda menyukai sereal oatmeal, namun biasanya saat mereka mulai besar, anak Anda akan mengurangi konsumsi oatmeal dan mengonsumsi makanan mengandung gandum lainnya.

Anda dapat melawan tren tersebut dengan tetap rutin menyajikan oatmeal kepada anak Anda dan tawarkan beragam produk olahan oats sebagai makanan selingannya (cookies oatmeal, dll).

Oatmeal mengandung serat yang sangat tinggi sehingga sangat baik untuk anak Anda, seperti makanan dengan gandum utuh lainnya.

Biji bunga matahari

Meskipun memakan biji bunga matahari (kuaci) terlihat sebagai kebiasan ‘ngemil’ yang buruk, biji bunga matahari ternyata termasuk camilan sehat yang dapat dinikmati oleh semua anak, selama mereka tidak membuang kulitnya berserakan di lantai dan sudah cukup dewasa sehingga biji bunga matahari tidak tesedak.

Biji bunga matahari memiliki serat yang tinggi dan kaya akan zat besi. Mereka juga mengandung vitamin E, magnesium, fosfor, zinc, dan folat.

Meskipun biji bunga matahari mengandung banyak lemak tak jenuh, namun lemak tersebut merupakan lemak sehat. Kandungan lemak jahat dalam biji bunga matahari sangatlah rendah.

Yang juga perlu Anda baca