4 Aturan Diet Aman untuk Anak yang Kelebihan Berat Badan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bagi Anda yang memiliki anak dengan kelebihan berat badan, mungkin Anda bingung bagaimana cara menurunkan berat badan anak. Ditambah, sebenarnya anak memang sedang membutuhkan banyak asupan makan. Tapi, di sisi lain kelebihan berat badan juga kurang baik bagi kesehatan anak. Lalu, adakah cara diet untuk anak yang aman?

Bagaimana cara aman diet untuk anak?

Diet merupakan cara untuk menurunkan berat badan. Namun, diet untuk anak tampaknya berbeda dengan diet untuk dewasa. Anak masih merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan, di mana sangat dibutuhkan berbagai macam nutrisi dalam jumlah tinggi. Jika anak melakukan diet atau membatasi asupan makannya, tentu nutrisi tersebut tidak bisa dicukupi oleh anak. Akibatnya, diet untuk anak justru dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika diet tidak baik bagi anak, bagaimana cara anak agar tetap sehat? Jika anak kelebihan berat badan, anak bisa menurunkan berat badan secara perlahan. Tidak dalam waktu singkat dan  jumlah yang besar. Caranya juga bukan dengan membatasi asupan makan anak. Anak harus menerapkan pola makan sehat dengan diet seimbang dan olahraga secara teratur. Dengan cara ini, maka berat badan anak dapat turun dengan sehat dan kesehatan anak pun terjaga.

1. Makan makanan dengan diet seimbang

Tetap berikan anak berbagai makanan dengan menu yang seimbang. Ini terdiri dari:

  • Sayuran dan buah-buahan
  • Susu dan produk susu
  • Daging, ikan, kacang-kacangan, dan sumber protein tinggi lainnya
  • Sumber karbohidrat, seperti nasi merah, gandum atau makanan dari gandum utuh (seperti roti gandum dan sereal)

Anak-anak membutuhkan setidaknya 5 porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari. Hal ini untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral anak. Juga untuk mencukupi kebutuhan serat anak agar terhindar dari konstipasi. Makanan sumber protein diperlukan anak untuk membangun sel-sel dalam tubuh. Sedangkan, karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi.

2. Mulai secara perlahan untuk mengubah kebiasaan anak

Jangan coba untuk merombak kebiasaan diet anak Anda secara langsung. Ini dapat membuat anak kaget dan kesulitan. Mulailah secara perlahan dalam mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil di setiap minggu, seperti:

  • Membatasi asupan gula tambahan anak, dengan cara menukar minuman manis (seperti jus dan minuman bersoda) dengan air putih atau susu rendah lemak/ bebas lemak.
  • Pastikan anak tidak melewatkan waktu makannya, terutama sarapan. Sarapan sehat dengan sumber karbohidrat dan protein baik (seperti sepotong roti gandum dengan selai kacang) dapat membuat anak merasa kenyang, sehingga anak tidak akan makan berlebihan di lain waktu. Jika waktu makan siang anak masih berada di sekolah, sebaiknya bawakan anak bekal untuk dimakan di sekolah. Sehingga, makanan anak terjamin dan Anda masih dapat mengawasi makanan anak.
  • Batasi anak makan di restoran (setidaknya sekali dalam seminggu). Biasakan anak untuk selalu makan di rumah bersama keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering makan bersama keluarganya (setidaknya tiga kali atau lebih dalam seminggu) mempunyai kemungkinan 20% lebih kecil untuk makan makanan yang tidak sehat dan 12% lebih kecil untuk menjadi gemuk.
  • Mengawasi seberapa banyak porsi anak makan. Ingatkan anak jika ia sudah makan berlebihan. Piring ukuran kecil mungkin dapat membantu membatasi porsi anak makan. Sedangkan piring ukuran besar dapat mendorong anak makan lebih banyak.

3. Ajak anak melakukan olahraga secara teratur

Sebenarnya, anak-anak bisa dengan mudah membakar kalori dengan berbagai macam kegiatan. Anak-anak biasanya suka dengan berbagai aktivitas dan permainan. Dengan cara tersebut, maka secara tidak langsung dapat membuat anak aktif sekaligus berkeringat dengan cara yang menyenangkan. Pilihlah berbagai macam kegiatan yang anak suka, contohnya bermain sepeda, sepak bola, basket, menari, dan sebagainya.

4. Jangan biarkan anak lama menonton TV

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi atau komputer dapat membuat anak menjadi malas untuk bergerak. Pada akhirnya, hal ini dapat membuat anak lebih mungkin untuk mengalami kenaikan berat badan. Oleh karena itu, Anda perlu membatasi waktu anak menonton tv, bermain video game, dan kegiatan sedenter lainnya. Para ahli menyarankan agar anak menonton tv tidak lebih dari dua jam dan tidak menaruh tv di kamar tidur anak. Tv di kamar tidur anak dapat memengaruhi waktu tidur anak. Waktu tidur anak yang kurang juga dapat mendorong kenaikan berat badan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca