Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
Bagikan sekarang

Berat badan bayi ideal menjadi salah satu faktor penting bagi tumbuh kembangnyaJika berat badan bayi kurang atau justru berlebih, bisa menandakan adanya masalah. Lantas, berapa bobot badan bayi ideal pada tahun pertama kelahirannnya dan apa saja faktor yang memengaruhi berat badan bayi?

Pentingnya mengetahui berat badan bayi

Sumber: Mumsnet

Mengetahui bobot tubuh bayi bukan hanya menunjukkan seberapa sehat dirinya. Hal ini juga akan membantu memberi gambaran pada dokter mengenai kondisi kesehatan buah hati Anda.

Jika bobot badan bayi ideal belum tercapai, kemungkinan hal ini menandakan adanya masalah kesehatan. Bobot badan bayi yang rendah kemungkinan bayi mengalami kurang gizi.

Kurangnya berat badan dapat memengaruhi tumbuh kembang si kecil, hingga berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuhnya.

Sementara itu, bobot tubuh bayi yang berlebih kemungkinan membuat bayi membutuhkan perhatian medis guna memantau agar kadar gula darah tetap dalam kisaran normal.

Itulah salah satu alasan mengapa Anda dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal selama masa kehamilan.

Bukan hanya untuk kesehatan Anda, tapi juga untuk mendukung kesehatan bayi setelah lahir, termasuk menjaga bobot badan bayi ideal.

Berat badan bayi ideal usia 0-12 bulan

bayi memahami kata

Ketika berat bobot bayi ideal, tentu tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Sebaliknya, saat bobot badan bayi cenderung kurang atau berlebih dapat menjadi pertandanya kemungkinan ada masalah pada tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah bobot tubuh bayi Anda sudah ideal atau belum. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, berikut patokan berat badan bayi ideal untuk usia 0-12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Berat badan bayi baru lahir akan langsung diukur beserta tinggi badan bayi. Hal ini bertujuan guna mengetahui apakah kondisi berat dan tinggi badan bayi berada di kisaran normal, kurang, atau berlebih.

Bobot tubuh bayi laki-laki tergolong normal saat berada di rentang 2,5 kilogram (kg) sampai 3,9 kg. Sementara untuk bayi perempuan, berat badan baru lahir yang normal seharusnya 2,4-3,7 kg.

Bayi baru lahir dikatakan besar apabila berat badannya berada di atas 4 kg dan kecil saat berat badannya di bawah  2,5 kg.

Berat badan yang tergolong kecil tersebut dapat menandakan bahwa bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

Namun, hasil pengukuran ini hanya berlaku untuk bayi yang lahir di usia kehamilan normal atau di usia kehamilan 37-40 minggu.

Untuk bayi yang lahir prematur atau kurang dari usia kehamilan normal, berat badannya memang akan cenderung rendah atau di bawah 2,5 kg.

Bayi usia 1-3 bulan

Pada beberapa bulan pertama usianya, kenaikan bobot tubuh bayi biasanya tampak cukup pesat. Sekitar usia bayi 1 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki berkisar antara 3,4-5,1 kg, dan bayi perempuan 3,2-4,8 kg.

Kemudian, pada usia bayi 2 bulan, bobot badan ideal bayi berjenis kelamin laki-laki sekitar 4,3-6,3 kg dan perempuan yakni 3,9-5,8 kg.

Hingga pada usia bayi 3 bulan, bobot badan bayi ideal untuk laki-laki  berada di rentang 5,0-7,2 kg dan 4,5-6,6 kg untuk perempuan.

Bayi usia 4-6 bulan

Tiba di bulan ke empat atau tepatnya usia bayi 4 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki seharusnya di kisaran 5,6-7,8 kg, dan perempuan 5,0-7,3 kg. Begitu pula berat badan di bulan kelima dan keenam yang masih akan terus bertambah.

Pada usia bayi 5 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki yakni 6,0-8,4 kg dan perempuan 5,4-7,8 kg.

Lalu, sekitar usia bayi 6 bulan, bobot badan bayi ideal untuk laki-laki normalnya memiliki bobot 6,4-8,8 kg dan 5,7-8,2 kg untuk perempuan.

Bayi usia 7-9 bulan

Saat usia bayi 7 bulan, bobot tubuh bayi ideal seharusnya sudah berada di angka 6,7-9,2 kg untuk laki-laki dan 6,0-8,6 untuk perempuan.

Selanjutnya, di usia bayi 8 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki sekitar 6,9-9,6 kg dan bayi perempuan 6,3-9,0 kg.

Hingga tiba di usia bayi 9 bulan, berat badan bayi ideal untuk laki-laki seharusnya berkisar 7,1-9,9 kg dan bayi perempuan 6,5-9,3 kg.

Bayi usia 10-12 bulan

Genap di bayi 10 bulan, berat badan bayi ideal untuk jenis kelamin laki-laki berkisar 7,4-10,2 kg dan perempuan 6,7-9,6 kg.

Selanjutnya, usia bayi 11 bulan, bobot bayi laki-laki seharusnya ada di kisaran 7,6-10,5 kg dan 6,9-9,9 kg untuk bayi perempuan.

Pada usia bayi 12 bulan, bobot badan bayi ideal untuk laki-laki secara normal yaitu memiliki berat badan di rentang 7,7-10,8 kg dan bayi perempuan 7,0-10,1 kg.

Faktor yang memengaruhi berat badan bayi

bayi asi eksklusif

Sebelum mengetahui berapa bobot badan bayi ideal, ada baiknya untuk mengetahui faktor apa saja yang bisa memengaruhinya. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi bobot badan bayi dan perkembangannya, yakni:

1. Usia kandungan

Bayi prematur yang lahir terlalu dini sebelum usia kehamilan 37 minggu umumnya memiliki berat badan yang rendah.

Bobot tubuh bayi prematur masih lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang lahir tepat pada waktunya. Pada kondisi normal, bayi akan lahir pada rentang usia kehamilan 38-40 minggu. 

Bayi yang lahir lebih awal dari perkiraan tanggal kelahiran cenderung di bawah bobot badan bayi normal, yaitu  kurang dari 2,5 kg.

2. Jenis kelamin bayi

Bayi laki-laki pada umumnya memiliki berat badan yang lebih besar daripada perempuan. Bayi laki-laki juga melalui perkembangan yang lebih pesat dari bayi perempuan.

3. Kondisi kesehatan ibu saat hamil

Jika ibu sering sakit ketika mengandung, bobot badan bayi bisa saja lebih rendah. Bahkan, berat badan bayi bisa berada di bawah batas normal, dibandingkan ibu mengandung yang kondisinya sehat.

Selain itu, kondisi kesehatan tertentu yang dialami ibu selama hamil juga dapat memengaruhi bobot tubuh bayi. Beberapa kondisi tersebut, seperti diabetes gestasional, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

4. Kecukupan gizi ibu saat hamil

Asupan makanan selama hamil dapat turut menjadi faktor pendukung berat badan bayi ideal. Untuk ibu yang asupan zat gizinya terpenuhi dengan baik selama kehamilan cenderung memiliki bayi dengan berat badan ideal.

Sementara itu, ibu yang asupan zat gizinya kurang tercukupi bisa membuat bobot badan bayi lebih rendah ketimbang bayi pada umumnya.

5. Kondisi kesehatan bayi saat lahir

Pada bayi dengan beberapa penyakit bawaan, seperti penyakit jantung bawaan saat lahir akan mempengaruhi berat lahirnya.

Bukan itu saja, memiliki cacat lahir dan mengalami infeksi selama di dalam kandungan juga dapat membuat berat badan bayi rendah hingga sulit mencapai bobot idealnya.

6. Jumlah bayi di dalam kandungan

Jumlah bayi yang berada di kandungan ibu akan mempengaruhi bobot badan bayi kelak. Biasanya, semakin banyak jumlah bayi kembar dalam kandungan, semakin banyak pula nutrisi makanan yang harus dibagi untuk bayi.

Hal ini tentu akan mempengaruhi berat lahir bayi kembarItu sebabnya, ibu yang sedang hamil kembar umumnya disarankan untuk makan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang hanya mengandung satu bayi.

7. Gaya hidup selama hamil

Selama hamil, biasakan untuk memerhatikan gaya hidup harian Anda. Kebiasaan merokok, minum alkohol, serta konsumsi obat-obatan tertentu dapat memengaruhi bobot tubuh bayi nantinya.

Cara menghitung berat badan bayi ideal

Sumber: Parents

Selama kanak-kanak, termasuk di awal kehidupan, tumbuh kembang buah hati Anda sedang berlangsung sangat pesat.

Jika biasanya pada orang dewasa digunakan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) untuk mengetahui apakah berat dan tinggi badannya sudah sesuai, berbeda dengan anak-anak.

Nah, ada beberapa cara pengukuran untuk mengetahui status gizi anak, termasuk bobot tubuh bayi ideal. Biasanya pengukuran ini dibagi menjadi dua cara sesuai dengan usia buah hati Anda, yakni usia 0-5 tahun dan 5-18 tahun.

Pengukuran bobot badan bayi, yang notabene masih berada di usia kurang dari 5 tahun, digunakan grafik WHO 2006 (cut off z score). Satuan dari pengukuran tersebut dikenal dengan nama standar deviasi (SD).

Sebagai gambaran, bobot badan bayi ideal saat berada di rentang -2 sampai dengan +1 SD dalam tabel berat badan sesuai dengan usia dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Jika berada di bawah -2 SD, bayi dikatakan memiliki berat badan kurang. Sementara jika bayi lebih dari +1 SD, dikatakan memiliki risiko berat badan lebih.

Berikut cara mengukur berat badan menggunakan grafik WHO 2006:

1. Berat badan bayi berdasarkan usia (BB/U)

Indikator pengukuran berat badan menurut usia lebih ditujukan untuk anak di rentang umur 0-60 bulan. Dalam hal ini, termasuk mengukur bobot tubuh bayi kurang dari 1 tahun atau 12 bulan.

Dengan menggunakan indikator pengukuran BB/U, Anda bisa mencari tahu apakah si kecil mungkin memiliki berat badan normal, lebih, kurang, atau sangat kurang.

Hasil penilaian bobot tubuh bayi berdasarkan BB/U, yaitu:

  • Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD
  • Berat badan kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Berat badan normal: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: lebih dari +1 SD

Hanya saja, indikator pengukuran yang satu ini sulit digunakan atau bahkan tidak bisa dipakai bila usia bayi tidak diketahui.

2. Berat badan bayi berdasarkan tinggi badan (BB/PB)

Sama seperti berat badan menurut usia (BB/U), berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB) juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah bobot badan bayi sudah ideal atau belum.

Pengukuran ini biasanya dipakai apabila usia bayi tidak diketahui. Hasil penilaian bobot tubuh bayi berdasarkan BB/PB, yaitu:

  • Gizi buruk: kurang dari -3 SD
  • Gizi kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Gizi baik: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Berisiko gizi lebih: lebih dari +1 SD sampai dengan +2 SD
  • Gizi lebih: lebih dari +2 SD sampai dengan +3 SD
  • Obesitas: lebih dari +3 SD

Tahapan pengukuran berat badan yang ideal untuk bayi

Mengetahui berapa bobot tubuh bayi yang sehat bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan timbangan dan meteran khusus.

Hal ini bertujuan untuk mengukur panjang dan berat badannya. Langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil angka yang tertera di alat dengan grafik pertumbuhan panjang dan berat bayi normal berdasarkan usia si kecil.

Grafik pertumbuhan di bawah ini merupakan standar yang ditetapkan oleh WHO, yang juga dipakai sebagai acuan dokter di Indonesia.

Tabel perkembangan berat badan normal bayi laki-laki

Tabel perkembangan berat badan normal bayi perempuan

Sumber: WHO dan Kementerian Kesehatan RI

Tabel di atas merupakan rentang pengukuran antara -2 SD sampai 3 SD dari standar pertumbuhan WHO untuk indeks berat badan menurut umur pada bayi perempuan dan laki-laki.

Untuk mengetahui apakah berat badan bayi ideal atau belum, Anda bisa membandingkan hasil pengukuran berat dan tinggi badan.

Apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya, artinya pertumbuhan si kecil termasuk dalam kategori normal.

Sementara jika bobot badan bayi berada di luar dari rentang normal, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter mengenai tumbuh kembang anak Anda.

Cara menjaga dan mencapai berat badan bayi ideal

menyusui saat liburan

Kabar baik jika berat badan buah hati Anda sudah berada di rentang yang ideal. Sementara itu, jika masih berada kurang dari berat badan yang dianjurkan, Anda perlu membantu si kecil untuk meningkatkannya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan mencapai berat badan bayi ideal:

1. Memberikan ASI eksklusif

Sejak dilahirkan atau beberapa hari pertama kehidupan, biasanya bayi baru lahir akan mengalami penurunan berat badan. Normalnya, pemberian air susu ibu (ASI) yang cukup akan membantu mencapai bobot badan bayi ideal.

Agar tumbuh kembang bayi bisa berjalan dengan baik, Anda harus selalu memenuhi kebutuhan asupan zat gizinya.

Salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan bobot badan bayi yang baru lahir yakni dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

ASI eksklusif yang diberikan sejak bayi lahir hingga minimal 6 bulan setelahnya, merupakan upaya yang penting untuk mendukung tumbuh kembang sang bayi.

ASI merupakan satu-satunya makanan sekaligus minuman yang terbaik bagi bayi selama usianya masih kurang dari 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif juga dapat membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih pada bayi.

Agar lebih optimal, Anda perlu menerapkan jadwal menyusui ASI eksklusif. Biasanya, jadwal dan frekuensi menyusui bayi bisa bervariasi tergantung usianya.

Di usia 1 bulan, frekuensi menyusu bayi mungkin sekitar 8-12 kali dalam sehari. Di usia 2 bulan, biasanya menjadi 7-9 kali per hari.

Di bulan ketiga sampai kelima, bayi bisa menyusu sekitar 7-8 kali sehari, 4-6 kali saat usianya menginjak 6 bulan.

2. Menyusui secara bergantian pada kedua payudara

Setiap kali menyusui, biasakan untuk selalu menawarkan bayi untuk menyusu dari kedua sisi payudara. Pastikan juga si kecil telah selesai menyusu pada satu sisi payudara, sebelum akhirnya Anda memberikan sisi payudara yang lain.

Cara ini akan membantu si kecil mendapatkan asupan ASI beserta zat gizi di dalamnya yang lebih optimal. Selain itu, produksi ASI pada payudara Anda juga akan semakin banyak karena semakin sering dikeluarkan.

Setiap kali Anda menyusui, payudara mengirim sinyal ke otak untuk memperbanyak produksinya guna memenuhi kebutuhan bayi.

Sebaliknya, semakin jarang Anda menyusui, payudara menganggap bahwa jumlah ASI yang dibutuhkan bayi tidak begitu banyak. Jadi perlahan-lahan, produksi ASI pada payudara otomatis akan semakin berkurang.

3. Memberikan asupan MPASI yang sehat

Setelah bayi genap berusia 6 bulan, kebutuhan zat gizi bayi akan terus bertambah. Di usia yang baru ini, pemberian ASI saja sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi.

Itulah mengapa pemberian ASI eksklusif hanya dapat dilakukan sampai usia bayi 6 bulan. Setelahnya, bayi tetap bisa mendapatkan ASI, tetapi perlu dibarengi dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang terus bertambah ini, Anda bisa memberikan MPASI  yang mengandung gizi seimbang.

Kandungan gizi seimbang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral. Jangan lupa juga lengkapi imunisasi dan vitamin untuk si kecil guna mencegah berbagai penyakit di kemudian hari.

Bobot tubuh bayi ideal merupakan salah satu pertanda si kecil tidak mengalami gangguan kesehatan. Disarankan untuk selalu rutin berkonsultasi ke dokter anak.

Anda juga bisa mengikuti kegiatan posyandu yang biasa dilakukan di puskemas terdekat untuk memastikan berat badan bayi ideal serta tumbuh kembangnya secara umum.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Asupan gizi harian bayi kadang bisa tidak sesuai dengan kebutuhannya. Jika ini terjadi dalam waktu lama dapat berisiko menyebabkan masalah gizi pada bayi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

Penilaian Status Gizi Bayi: Indikator, Cara Mengukur, dan Rentang Normalnya

Memastikan bayi memiliki status gizi yang baik sejak dini merupakan hal penting bagi orangtua. Lantas, sudahkah Anda tahu berapa kisaran yang ideal?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Cara Mengatasi Sembelit (Susah BAB) pada Bayi

Sembelit bisa menyerang bayi. Jangan khawatir, lihat cara mengatasi sembelit pada bayi sekaligus obat untuk meringankan gejalanya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
bayi obesitas

Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Penanganan Obesitas pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
berat badan bayi kurang

Kapan Berat Badan Bayi Dikatakan Kurang dari Angka Normalnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020