Berbeda dengan Orang Dewasa, Ini Penyebab dan Penanganan Obesitas pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020
Bagikan sekarang

Melihat si kecil tampak chubby dan berisi kerap membuat orangtua gemas dan senang. Padahal, tidak semua bayi yang tubuhnya “berisi” dikatakan sehat, lho! Sebab tidak menutup kemungkinan, buah hati Anda mengalami obesitas. Bayi yang mengalami kelebihan berat badan seperti obesitas ini perlu mendapat penanganan dengan tepat dan cepat.

Ini karena jika tidak segera diatasi, tumbuh kembang bayi bisa terhambat hingga dewasa. Oleh karena itu, mari ketahui semua informasi seputar obesitas atau kelebihan berat badan pada bayi ini.

Apa penyebab obesitas pada bayi?

ciri ciri bayi buta

Menurut buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, gizi lebih pada anak dikelompokkan menjadi berat badan lebih dan obesitas.

Obesity bisa terjadi karena asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada kebutuhan gizi bayi setiap harinya.

Artinya, jumlah energi yang dikonsumsi lebih banyak tetapi tidak sebanding dengan sedikitnya energi yang dikeluarkan saat beraktivitas.

Energi yang tidak dikeluarkan dari tubuh tersebut kemudian berubah menjadi lemak sehingga membuat berat badan bayi mengalami peningkatan.

Berat badan bayi yang meningkat tersebut bahkan bisa mencapai lebih dari rentang normal yang seharusnya sesuai dengan usia maupun panjang atau tinggi badan bayi.

Selain dari aktivitas fisik dan asupan nutrisi anak, masalah gizi bayi berupa obesity atau kelebihan berat badan juga bisa disebabkan oleh faktor genetik.

Sementara dalam kasus yang terbilang jarang terjadi, obesitas pada bayi dapat dipicu karena adanya kondisi medis tertentu seperti masalah hormon.

Hal ini dapat dibuktikan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah. Namun, di samping dari faktor keturunan atau genetik, penyebab obesitas anak lainnya ternyata juga bisa karena kebiasaan makan anggota keluarga.

Bagaimana cara mengetahui obesitas pada bayi?

berat badan bayi kurang

Bayi yang mengalami obesitas dapat dengan mudah terlihat dari bentuk dan postur tubuhnya yang tampak sangat gemuk untuk ukuran anak seusianya.

Namun, agar lebih jelas, Anda bisa mengetahui apakah bayi mengalami obesitas atau tidak dengan menimbang berat badannya kemudian menyesuaikan dengan kategori berat badan.

Berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020, mengetahui kategori berat badan bayi bisa berdasarkan usia (BB/U) maupun panjang atau tinggi badan (BB/PB).

Berat badan bayi berdasarkan usia (BB/U) menurut Permenkes Nomor 2 Tahun 2020 yakni:

  • Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD
  • Berat badan kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Berat badan normal: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: lebih dari +1 SD

Sementara berat badan bayi berdasarkan panjang atau tinggi badan (BB/PB) yaitu:

  • Gizi buruk: kurang dari -3 SD
  • Gizi kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Gizi baik: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Berisiko gizi lebih: lebih dari +1 SD sampai dengan +2 SD
  • Gizi lebih: lebih dari +2 SD sampai dengan +3 SD
  • Obesitas: lebih dari +3 SD

Satuan dari pengukuran tersebut dikenal dengan nama standar deviasi (SD). Penjelasannya begini, bayi tergolong ke dalam risiko obesitas saat pengukuran berat badannya lebih dari +1 SD untuk kategori berat badan berdasarkan usia (BB/U).

Akan tetapi, jika dinilai berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB), bayi dikatakan obesitas saat hasilnya di atas +3 SD.

Untuk lebih mudahnya, berikut rentang berat badan bayi normal sampai usia dua tahun:

Bayi laki-laki

Berat badan ideal bayi laki-laki sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg)
  • Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg
  • Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg
  • Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg
  • Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg
  • Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg
  • Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg
  • Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg
  • Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg
  • Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg
  • Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg
  • Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg
  • Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg
  • Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg
  • Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg
  • Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg
  • Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg
  • Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg
  • Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg
  • Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg
  • Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg
  • Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg
  • Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg
  • Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg
  • Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg

Berat badan bayi laki-laki bisa dikatakan berlebih atau obesitas saat hasil pengukurannya berada di atas angka tersebut.

Bayi perempuan

Berat badan ideal bayi perempuan sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg
  • Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg
  • Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg
  • Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg
  • Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg
  • Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg
  • Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg
  • Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg
  • Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg
  • Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg
  • Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg
  • Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg
  • Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg
  • Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg
  • Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg
  • Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg
  • Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg
  • Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg
  • Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg
  • Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg
  • Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg
  • Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg
  • Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg
  • Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg
  • Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg

Begitu pula untuk berat badan bayi wanita termasuk berlebih atau obesitas saat hasil pengukurannya berada di atas angka tersebut.

Bagaimana cara mengatasi obesitas si kecil?

makanan bayi di bawah 6 bulan

Penanganan untuk kondisi obesitas pada bayi meliputi memperlambat peningkatan berat badan yang berlebih dan mempertahankan berat badannya saat ini.

Hal ini tentu berbeda dengan penanganan obesitas pada orang dewasa yang biasanya melibatkan proses diet untuk menurunkan berat badan.

Gambarannya begini, bayi usia 0-2 tahun yang mengalami obesitas tidak perlu mengurangi asupan kalori harian. Dokter biasanya lebih menganjurkan untuk mempertahankan sekaligus mengurangi peningkatan berat badan.

Ini karena di masa 0-2 tahun ini, bayi sedang dalam proses pertumbuhan liner. Artinya, status gizi anak di masa depan atau saat ia dewasa akan sangat ditentukan oleh kondisinya saat ini.

Itulah mengapa asupan gizi bayi dari ASI eksklusif saat usianya belum enam bulan dan makanan pendamping ASI (MPASI) maupun susu formula bayi saat usianya di atas enam bulan terbilang sangat penting.

Jadi, yang bisa Anda lakukan saat ini untuk mengatasi obesitas pada bayi yakni dengan cara mengembalikan kebiasaan makan bayi setiap hari sesuai dengan usianya saat ini.

Ambil contohnya begini, jika usia bayi saat ini sudah masuk ke masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) tetapi porsi dan jadwal makan bayi di luar aturan normal, coba benarkan kembali.

Berikan frekuensi serta porsi makan bayi yang tepat sesuai dengan usianya. Jika nantinya asupan kalori harian bayi perlu dikurangi, biasanya dokter atau ahli gizi akan membantu merencanakannya dengan baik.

Hal ini bertujuan agar bayi tidak mengalami kekurangan zat gizi yang dapat menghambat tumbuh kembangnya. Namun, pastikan perubahan pola makan tersebut tidak membuat bayi susah makan.

Obesitas pada anak-anak menempatkannya di risiko tinggi untuk mengalami penyakit kronis degeneratif.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit kronis degeneratif meliputi penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, stroke, dan kanker.

Penanganan obesitas bayi yang bisa dilakukan ibu

Bukan hanya bayi, ibu juga sebaiknya memerhatikan asupan makanan hariannya karena dapat berpengaruh pada produksi ASI.

Asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu bukan hanya bisa memengaruhi kesehatan ibu, tetapi juga bayi yang mendapatkan ASI.

Ibu bisa menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga dan mengontrol asupan makanan selama menyusui. Mulai mengontrol porsi makanan, istirahat yang cukup, mengendalikan stres, dan lain sebagainya.

Anda juga bisa menghindari makanan berdasarkan kepentingannya, seperti hindari segala produk makanan olahan yang tinggi dengan kandungan pemanis buatan.

Ambil contohnya soda, jus buah yang ditambahkan gula, permen, kue, buah kaleng, buah kering, dan lain sebagainya.

Sebagai gantinya, Anda makan makanan dalam bentuk aslinya. Itu sebabnya, mengonsumsi buah-buahan segar dan sayuran sangat di anjurkan selama masa menyusui.

Bahkan, sayur dan buah untuk bayi juga boleh diberikan sebagai sumber serat, mineral, dan vitamin untuk bayi. Jangan lupa, ibu juga perlu mengimbangi asupan gula, protein, ataupun lemak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Obesitas pada Anak Balita yang Perlu Orangtua Perhatikan

Anak yang gemuk memang lucu, tapi jika dibiarkan bisa menyebabkan obesitas pada anak balita yang akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan nantinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Tanda-Tanda Bayi Sudah Kenyang dan Boleh Berhenti Makan

Sudah tahu apa saja tandanya kalau bayi kenyang? Ketika ia sudah kekenyangan, Anda tidak bisa memaksanya untuk terus makan, lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

Apakah Normal Jika Kulit Bayi Memiliki Selulit?

Selulit biasanya dimiliki oleh wanita dewasa. Namun, beberapa bayi juga bisa berselulit. Apa penyebab selulit pada bayi? Apakah ini normal?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kulit Bayi, Parenting 12/07/2018

Badan Sudah Lebih Langsing, Tapi Kenapa Berat Badan Tak Kunjung Turun?

Diet memang bertujuan untuk menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana kalau badan sudah lebih langsing tapi berat badan sulit turun? Begini penjelasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

berat badan bayi ideal

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
berat badan bayi kurang

Kapan Berat Badan Bayi Dikatakan Kurang dari Angka Normalnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020
berat badan lahir rendah

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Bayi, Apa Saja Penyebab dan Penanganannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2019
bahaya obesitas

Bukan Cuma Mengundang Penyakit, Obesitas Ternyata Juga Bisa Bikin Depresi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 17/12/2018