Mulai Usia Berapa Bayi Boleh Makan Jamur?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/05/2018
Bagikan sekarang

Jamur menyediakan banyak zat gizi penting untuk tubuh. Jamur termasuk makanan rendah kalori tapi kaya akan protein, serat, dan vitamin, serta mineral dan antioksidan. Beragam nutrisi ini membantu menyehatkan jantung dan menguatkan sistem imun tubuh. Meski manfaatnya sangat menggiurkan, apa bayi boleh makan jamur? Mulai usia berapa bayi sudah boleh makan jamur?

Bolehkah bayi makan jamur?

Tentu saja. Jamur adalah salah satu sumber makanan sehat yang bisa membantu kecukupan gizinya. Teksturnya yang kenyal dan rasanya unik juga bisa menjadi bahan perkenalan makanan baru bagi anak yang sedang dalam tahap MPASI atau makan makanan padat.

Tidak perlu khawatir jamur yang Anda beli beracun atau tidak, karena jamur yang dijual pada umumnya di pasar tradisional maupun swalayan komersil sudah dipastikan adalah jenis yang aman untuk dimakan.

Bayi boleh makan jamur selama ia tidak menunjukkan reaksi alergi. Setelah mencoba memberikannya sekali, sebaiknya tunggu selama beberapa hari untuk melihat apakah bayi Anda menunjukkan tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi jamur. Jika ya, jangan berikan lagi. Namun jika bayi Anda tidak mengalami masalah apapun, Anda boleh lanjutkan memberikan jamur sebagai bahan makanan padatnya.

Kapan bayi boleh makan jamur?

Dilansir dari Healthline, tidak ada patokan resmi mengenai batas usia bayi sudah boleh makan jamur — asalkan ia sudah bisa dan terbiasa makan makanan padat. Di sisi lain, beberapa pakar kesehatan menganjurkan orangtua untuk mulai mengenalkan jamur pada menu makan bayi ketika ia sudah berusia 10-12 bulan.

Pada usia ini juga bayi boleh makan jamur dalam bentuk utuh. tidak harus dihaluskan. Yang penting, sudah dimasak sampai benar-benar lunak dan disajikan dalam potongan sesuai besar mulut bayi dan bisa digenggam tangannya. Pastikan juga ukurannya tidak terlalu kecil atau kebesaran untuk mencegah bayi tersedak.

Jangan pernah berikan jamur dalam bentuk mentah. Meski jamur mentah bisa dimakan, sistem pencernaan bayi masih belum sekuat orang dewasa untuk mengolah makanan mentah.

Apa saja manfat jamur untuk bayi?

Dilansir dalam laman Healthline, para peneliti menemukan banyak manfaat jamur sebagai makanan sehari-hari anak. Sejumlah penelitian, misalnya, menemukan bahwa kandungan kalium dari beberapa jenis jamur lebih tinggi daripada sebuah pisang. Kalium berperan penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, serta menjaga fungsi sistem saraf.

Jamur juga merupakan sumber serat, dan selenium yang baik untuk anak. Selenium dapat berfungsi untuk mencegah peradangan dalam tubuh dan mengurangi pertumbuhan sel kanker. Jamur juga kaya akan vitamin D yang membantu membangun kekuatan gigi dan tulang bayi.

Selain itu, jamur adalah sumber zat besi yang baik. Zat besi sangat penting untuk membentuk sel darah baru dan memasok oksigen ke seluruh tubuh.Yang tak kalah menariknya, jamur juga dapat meningkatkan sistem imun bayi.

Cara mengolah jamur yang praktis untuk bayi

Jamur bisa dihidangkan sebagai hidangan utama, lauk, atau menu camilan dengan berbagai macam cara, penyajian, misalnya ditumis, dipanggang, atau direbus.

Berikut ini ada beberapa cara praktis yang bisa Anda contek untuk menyajikan jamur sebagai menu makan bayi Anda selanjutnya.

1. Tumis jamur

                        Tumis jamur Sumber: Karista’s kitchen

Tumis jamur yang sudah dipotong kecil-kecil dengan mentega atau minyak zaitun, bawang putih dan sedikit garam. Tumisan jamur ini siap dimakan dengan nasi, pasta, bubur, atau sumber karbohidrat lainnya yang sudah Anda siapkan untuk bayi Anda. Anda juga bisa menambahkan daging cincang halus ke dalam tumisan jamur ini.

2. Nasi tim

                             Nasi tim jamur Sumber: selarasa

Masukan dalam sajian nasi tim anak. Bayi usia 9 bulan ke atas memang saatnya makan makanan lunak seperti nasi tim. Nah, Anda bisa jadikan jamur sebagai toping di atas nasi tim.

3. Sup jamur

                    Sup sayuran dan jamur Sumber: Tasefulventure

Selain wortel, kentang, dan buncis yang dimasukan dalam sup, Anda juga bisa menambahkan irisan jamur kuping atau jamur kancing dalam sup anak. Beraneka ragam sayuran yang ada dalam sup ini akan membantu bayi mengenali berbagai tekstur dan rasa yang baru.

 4. Telur orak-arik isi jamur

         Telur orak-arik isi jamur sumber: momjunction

Buat telur orak arik dengan cacahan jamur. Caranya cukup mudah, campurkan telur, margarin, keju yang sudah diparut, dan masukan jamur cincang. Kemudian masak telur ini di atas wajan kecil dengan api sedang. Aduk telur dan angkat saat sudah matang sempurna.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Resistensi Antibiotik Bisa Sebabkan Kematian!

Resistensi antibiotik saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Oral Thrush, Infeksi Jamur di Mulut yang Bisa Menyerang Bayi dan Orang Dewasa

Ternyata, infeksi jamur juga menyerang mulut dan bisa dialami siapa pun. Lalu, apa saja tanda dan gejala dari infeksi jamur di mulut ini? Apakah berbahaya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

Kabar Baik, Jamur Ternyata Berpotensi untuk Mengendalikan Gula Darah

Mengendalikan gula darah sangat penting hukumnya, lho! Tak usah khawatir caranya, makan jamur bisa membuat tubuh jadi lebih baik kendalikan gula darah, kok!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji

6 Makanan Terbaik untuk Pria Usia 50 Tahun ke Atas

Berikut berbagai makanan sehat untuk pria usia 50 tahun ke atas yang dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan kualitas hidup Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 12/08/2018

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makan roti berjamur

Makan Roti Berjamur Sebenarnya Bahaya Atau Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020
sayuran terbaik untuk anak

5 Jenis Sayur Terbaik untuk Anak yang Wajib Ibu Tahu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2019
bronchopneumonia atau bronkopneumonia adalah

Bronkopneumonia

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24/11/2018
cordyceps

Cordyceps

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 23/11/2018