Bagaimana Junk Food Mempengaruhi Anak Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/03/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Junk food bisa jadi sangat menarik karena berbagai alasan, termasuk kenyamanan, harga, dan rasa. Bagi anak-anak yang tidak mengerti konsekuensi kesehatan dari kebiasaan makan mereka, junk food akan terlihat seribu kali lipat lebih menggugah selera. Namun, mengonsumsi junk food bisa membuat ketagihan untuk anak-anak dan menyebabkan komplikasi seperti obesitas, penyakit kronis, perasaan rendah diri dan bahkan depresi, serta mempengaruhi aktivitas mereka di sekolah.

Energi dan fokus

Menurut Women’s and Children’s Health Network, makanan memiliki efek yang signifikan pada kebiasaan belajar anak-anak. Junk food dan makanan berkadar gula tinggi menguras tingkat energi dan kemampuan untuk berkonsentrasi untuk waktu yang lama. Energi dan fokus penting bagi anak-anak usia sekolah. Anak-anak membentuk dasar untuk kebiasaan seumur hidup mereka di masa tumbuh kembangnya, sehingga junk food sangat berbahaya untuk perkembangan mereka.

Aktivitas fisik juga penting bagi anak-anak pada segala usia dan junk food tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak untuk energi yang cukup dalam aktivitas fisik mereka. Kurangnya aktivitas fisik berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental, selain dapat mengganggu anak dari perkembangan kehidupan sosialnya.

Risiko obesitas

Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Pediatrics” pada tahun 2004 menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji pada anak dikaitkan dengan penyebab obesitas. Menurut penelitian ini, anak-anak yang makan makanan cepat saji lebih banyak mengonsumsi jumlah kalori, lemak, karbohidrat dan gula tambahan dalam satu kali makan makanan cepat saji. Mereka juga mungkin kekurangan mengonsumsi serat, susu, buah-buahan, dan sayuran dibandingkan anak-anak lainnya yang tidak makan makanan cepat saji. Anak-anak yang mengonsumsi lebih banyak makanan yang bikin gemuk saat makan makanan cepat saji juga pada umumnya cenderung untuk makan lebih banyak makanan yang tidak sehat lainnya.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh jurnal “Nature Neuroscience” pada tahun 2010, makanan tinggi kalori bisa menjadi adiktif, menyebabkan anak-anak yang terkadang makan makanan cepat saji untuk mengalami masalah makan di kemudian hari. Faktor-faktor ini menyebabkan anak-anak yang secara teratur makan makanan cepat saji mengalami peningkatan risiko untuk obesitas.

Penyakit kronis

Menurut Prevention Institute, sejumlah pakar membuktikan bahwa junk food memiliki andil yang sangat besar dalam kenaikan tingkat diabetes, tekanan darah tinggi, dan stroke. Peningkatan tingkat penyakit kronis paling memengaruhi anak-anak yang secara teratur mengonsumsi junk food. The Centers for Disease Control and Prevention (US CDC) memprediksi jika kecenderungan ini terus berlanjut, satu dari tiga orang dewasa AS akan memiliki diabetes pada tahun 2050. Diabetes dapat menyebabkan kecacatan dan kematian dini.

The Center for Food Safety mencatat bahwa pada tahun 2012, anak-anak AS yang menderita obesitas juga lebih mungkin untuk mengalami kolesterol tinggi dan penyakit jantung di kemudian hari. Menurut Women’s and Children’s Health Network, perubahan bisa terjadi dalam tubuh anak-anak bahkan ketika mereka masih muda di mana perubahan ini berkaitan dengan penyakit pada usia yang lebih tua.

Kepercayaan diri dan depresi

Kepercayaan diri sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak, dan secara teratur mengonsumsi junk food berdampak negatif terhadap kedua hal tersebut. Menurut majalah Kids Health Club, junk food dapat merugikan perkembangan fisik anak, termasuk meningkatnya berat badan yang tidak sehat, yang dapat mengakibatkan masalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri yang rendah dapat menyebabkan masalah seperti depresi.

Ahli gizi di MayoClinic.com juga melaporkan makan junk food berpotensi menyebabkan depresi. Menurut jurnal American Family Physician, depresi (yang bisa sangat berbahaya bagi anak-anak) memiliki dampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak, aktivitasnya di sekolah dan hubungan sosial, dan puncaknya dapat menyebabkan bunuh diri.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . 5 mins read

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 mins read

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 mins read