Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Kalsium?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu pertumbuhan anak yang bisa menjadi acuan kita adalah tinggi badan. Biasanya orangtua akan senang jika anaknya memiliki tinggi badan yang lebih daripada teman sebayanya atau paling tidak sama dengan teman sebayanya. Untuk mencapai tinggi badan yang optimal, anak perlu memenuhi kebutuhan kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang. Kalsium bisa didapatkan dari makanan, misalnya susu, yogurt, dan keju. Atau, anak juga bisa mendapatkan kalsium dari suplemen. Tapi, apakah suplemen kalsium sangat dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan tulang?

Dari mana kita bisa mendapatkan kalsium?

Kalsium memang dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan tulang dan giginya, mendukung fungsi saraf dan otot, membantu pembekuan darah, dan membantu mengaktifkan enzim yang dibutuhkan dalam mengubah zat gizi menjadi energi. Karena fungsinya yang sangat penting ini, kebutuhan kalsium pada anak pun tinggi. Berdasarkan AKG 2013, anak usia 4-9 tahun membutuhkan kalsium sebesar 1000 mg dan anak usia 10-18 tahun membutuhkan 1200 mg kalsium per hari. Jumlah yang cukup banyak bukan?

BACA JUGA: 7 Penyebab Anak Lebih Pendek Dibanding Teman-Temannya

Biasanya, anak mendapatkan asupan kalsium ini dari susu. Dalam satu gelas susu (250 ml) umumnya mengandung 300 mg kalsium. Jadi, jika anak minum susu sebanyak 3 gelas dalam sehari, kebutuhan kalsium anak sudah cukup terpenuhi. Namun, bagaimana jika anak tidak suka susu? Kebutuhan kalsium anak bisa dipenuhi dari sumber kalsium lainnya, seperti:

  • Susu kedelai
  • Yogurt
  • Keju
  • Salmon
  • Kale
  • Brokoli

Apakah anak perlu diberi suplemen kalsium?

Jadi, apakah anak benar-benar membutuhkan suplemen kalsium? Sebenarnya anak tidak membutuhkan suplemen kalsium karena banyak sekali makanan yang dapat menyediakan sumber kalsium untuk anak. Jika anak tidak suka susu, masih banyak pilihan lainnya untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak. Ulasan dari 19 penelitian pun telah menyimpulkan bahwa anak tidak mendapatkan banyak manfaat dari konsumsi suplemen kalsium dan makanan yang diperkaya dengan kalsium.

Namun, jika menurut Anda asupan kalsium anak sangat jauh dari yang direkomendasikan, tidak ada salahnya Anda memberikan suplemen kalsium pada anak. Tapi, sebelum mengambil keputusan tersebut, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Apakah bahaya jika terlalu banyak asupan kalsium?

Sebelum memutuskan apakah Anda akan memberikan suplemen kalsium atau tidak pada anak Anda, sebaiknya pertimbangkan dengan baik. Perhatikan asupan anak sehari-hari, apakah anak sudah banyak mengonsumsi sumber makanan yang mengandung kalsium?

Jika asupan kalsium anak sangat sedikit mungkin anak membutuhkan suplemen kalsium. Namun, jika asupan kalsium anak hanya kurang sedikit memenuhi kebutuhannya, sebaiknya Anda tambahkan lagi asupan kalsium anak dari susu, keju, yogurt, susu kedelai, dan lainnya. Karena jika Anda menambahkan asupan suplemen kalsium, dikhawatirkan asupan kalsium anak justru akan berlebihan.

BACA JUGA: Kenapa Ibu Hamil Perlu Minum Suplemen Kalsium?

Kelebihan asupan kalsium juga tidak baik untuk kesehatan anak. Asupan suplemen kalsium yang berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi. Selain itu, terlalu banyak kalsium dalam tubuh juga dapat menyebabkan sembelit. Parahnya lagi, konsumsi suplemen kalsium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko anak mengalami batu ginjal.

Berapa banyak kalsium maksimal yang boleh diterima anak?

The Institute of Medicine merekomendasikan anak usia 1-8 tahun mendapatkan tidak lebih dari 2500 mg kalsium per hari. Angka ini setara dengan 8 gelas (masing-masing 250 ml) susu per hari. Ya, tidak mungkin anak mengonsumsi susu sebanyak ini, tapi bisa saja. Terlebih, jika anak juga mengonsumsi suplemen kalsium.

Oleh karena itu, pertimbangkan dengan baik apakah anak Anda membutuhkan suplemen kalsium atau tidak. Jika iya, perhatikan juga berapa kira-kira dosis suplemen kalsium yang dibutuhkan anak, sesuaikan juga dengan asupan kalsium dari makanan yang biasa anak dapatkan.

Apa saja yang memengaruhi penyerapan kalsium dalam tubuh?

Walaupun anak sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium, tapi Anda juga harus memerhatikan apakah tubuh anak sudah menyerap kalsium dengan baik. Ya, terkadang apa yang anak makan tidak dapat diserap oleh tubuh sepenuhnya karena terdapat beberapa hal yang mengganggu penyerapan nutrisi tersebut.

Makanan lain yang anak makan bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh anak. Contohnya saja keripik kentang, minuman ringan, hamburger, pizza, dan makanan junk food lainnya. Makanan yang mengandung tinggi natrium, lemak, dan fosfor dapat menyebabkan penyerapan kalsium berkurang. Jadi, jika anak Anda sudah banyak minum susu dan makan makanan sumber kalsium, tapi juga banyak makan junk food, ini bisa menjadi hal yang percuma.

Selain ada makanan yang mengganggu penyerapan kalsium, ada juga nutrisi yang dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Penyerapan kalsium dapat ditingkatkan dengan bantuan vitamin D. Anak bisa mendapatkan asupan vitamin D dari makanan dan juga dari sinar matahari. Sinar matahari dapat membantu sintesis vitamin D dalam tubuh. Sehingga, paparan sinar matahari yang cukup diterima anak setiap hari dapat mendukung pertumbuhan anak. Banyak melakukan kegiatan di luar rumah dapat membantu anak mendapatkan vitamin D dari sinar matahari dan juga dapat mendukung perkembangan tulang anak.

BACA JUGA: Berapa Banyak Kalsium yang Dibutuhkan Remaja di Masa Pertumbuhan?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Mari mengenal jamur cordyceps yang sejak dulu digunakan sebagai pengobatan tradisional Cina dan berbagai manfaatnya bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein susu soya
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
anak tidak nafsu makan

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit