5 Penyebab yang Perlu Ibu Tahu soal BAB Anak Berlendir

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Buang Air Besar (BAB) anak berlendir bisa jadi tanda gangguan pencernaan. Agar BAB dapat segera ditangani, ibu perlu tahu apa saja penyebab BAB berlendir

Jika BAB anak berlendir, apakah orangtua perlu cemas? 

Perlu diketahui, lendir pada BAB bayi sebetulnya hal yang normal. Ini disebabkan usus mengeluarkan lendir untuk membantu feses bergerak secara efektif melalui usus. Saat BAB, sebagian lendir pun ikut keluar tanpa ada dasar kondisi. Lendir terkadang terlihat seperti jeli atau tali.

Namun, BAB anak berlendir bisa juga jadi tanda gangguan pencernaan. Ibu harus paham, mana tanda pencernaan anak terganggu, mana pencernaan anak yang sehat.

diare pada anak

Ada beberapa kondisi pencernaan yang memungkinkan kenapa BAB anak bisa berlendir.

1. Flu perut

Salah satu penyebab BAB anak berlendir adalah flu perut akibat infeksi virus dan bakteri, seperti staphylococcus, salmonella, shigella, E. coli, dan campylobacter di dalam usus. Infeksi flu perut tersebut menyebabkan peradangan, sehingga membuat feses berlendir dan diare. 

Untuk mengetahui indikasi anak mengalami infeksi, adapun gejala lain yang menyertai, seperti demam dan anak lekas marah. Dalam kasus yang lebih berat, infeksi bakteri bisa menyebabkan BAB berlendir dan berdarah.

2. Alergi makanan

Bila si kecil memiliki alergi makanan, berarti sistem kekebalan tubuhnya merespons protein yang terdapat pada makanan tersebut. Reaksi alergi ini bisa berlangsung ringan hingga parah. Sebagian anak mungkin alergi terhadap susu sapi, telur, kacang tanah, kedelai, gandum, ikan, ataupun kerang.

Gejala alergi yang muncul, antara lain diare, perut kembung, sakit perut, dan darah pada tinja. Alergi menyebabkan peradangan pada sistem pencernaannya, sehingga membuat BAB anak tampak berlendir.

Alergi pada sebagian anak mungkin berlangsung parah dengan diikuti gejala ruam, bengkak, gatal-gatal, muntah, dan sulit bernapas. Bila terjadi demikian, anak segera perlu dilarikan ke dokter.

3. Pertumbuhan gigi

Proses pertumbuhan gigi pada bayi tidak hanya menyebabkan bayi menjadi gelisah dan rewel. Namun, dapat juga menyebabkan BAB berlendir. Adanya produksi air liur berlebih dan nyeri dari pertumbuhan gigi dapat mengiritasi usus, sehingga menyebabkan munculnya lendir di feses.

4. Cystic fibrosis

Penyakit cystic fibrosis memengaruhi paru-paru dan sistem pencernaan. Kondisi ini menghasilkan lendir yang kental dan lengket. Anak yang mengalami cystic fibrosis mengalami peningkatan jumlah lendir sebagai efek samping.

Lendir yang muncul pun berbau busuk dan tampak berminyak. Efek samping tersebut dapat membuat BAB anak berlendir. Selain itu biasanya anak terlihat kurus dan mengalami keterlambatan pertumbuhan.

5. Intususepsi

Intususepsi merupakan kondisi medis ketika usus menyelip ke bagian lainnya, sehingga menyerupai “teleskop”. Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat karena aliran darah ke usus hilang dan kotoran atau feses terhambat. Kondisi ini bisa mengakibatkan perut sakit, muntah, BAB berdarah dan berlendir, serta lesu. 

Apa yang perlu orangtua lakukan ketika BAB anak berlendir?

Untuk mengatasi feses yang berlendir, ibu perlu mengetahui penyebabnya. Ibu bisa berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apa penyebab si kecil mengalami BAB berlendir.

Pertolongan pertama untuk mengatasi BAB berlendir tergantung penyebab keluhannya. Jika keluhan disebabkan infeksi pada pencernaan disertai dengan diare, ibu perlu memastikan si kecil mencukupi asupan cairannya.

Terdapat beberapa gangguan pencernaan pada anak, tak hanya diare dan sembelit saja. Maka itu ibu harus pintar-pintar membaca tanda gangguan pencernaan pada anak. Hal yang terpenting adalah ibu harus memberikan asupan serat yang cukup setiap hari agar kesehatan pencernaan anak tetap terjaga.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber