5 Makanan Terburuk untuk Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2020
Bagikan sekarang

Pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu memastikan bayi Anda memiliki vitamin dan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya. Jadi, makanan dan minuman apa yang harus Anda batasi seiring dengan pertumbuhan bayi Anda?  Berikut ini adalah daftar makanan dan minuman tersebut:

Keripik dan biskuit

Memakan terlalu banyak keripik dan biskuit dapat membuat Anak Anda mengabaikan makanan yang kaya nutrisi.

Keripik dan biskuit, seperti banyak produk makanan olahan pada umumnya, memiliki kadar garam yang tinggi. Bayi hanya membutuhkan garam yang sangat sedikit: kurang dari 1g (0.4g sodium) per hari hingga mereka berusia 12 bulan. Ginjal bayi Anda tidak dapat mencerna lebih banyak garam dari jumlah tersebut.

Sebelum bayi Anda berusia enam bulan, dia akan mendapat semua kebutuhan garam yang diperlukan dari ASI atau susu formula. Saat bayi mulai memakan makanan padat, Anda tidak boleh menambahkan garam pada makanan bayi meskipun menurut Anda rasanya hambar. Apabila Anda memasak dengan kaldu blok, pilih yang rendah garam.

Balita juga membutuhkan garam dalam jumlah yang sangat  kecil. Jumlah garam maksimal harian yang disarankan untuk bayi berusia 1 hingga 3 tahun adalah 2g per hari (0.8 g sodium). Apabila balita Anda sesekali memakan keripik sebagai camilan, berikan tiga hingga empat keping saja, jangan berikan satu kemasan.

Krim keju, buah segar, atau sayuran yang dipotong-potong adalah pilihan yang jauh lebih baik apabila anak Anda memerlukan camilan cepat. Kue beras dan sandwich mini juga merupakan alternatif yang lebih baik.

Makanan siap saji

Makanan siap saji untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua biasanya memiliki kandungan garam dan gula yang tinggi, karena itulah tidak cocok untuk bayi. Membuat makanan yang sama di rumah dapat menjadi alternatif yang lebih murah dan lebih sehat. Spesialis gizi akan memberikan Anda beberapa ide untuk makanan sehat.

Apabila Anda sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menyiapkan makanan, pastikan semua makanan yang sudah disiapkan cocok untuk bayi baru lahir, dibandingkan dengan balita atau anak-anak yang lebih tua. Jangan berbagi makanan siap saji Anda dengan bayi Anda.

Permen dan coklat

Sulit untuk menjauhkan anak dari permen dan  coklat, namun kadar gula yang tinggi pada permen dan coklat membuat asam yang kemudian menyerang enamel di dalam mulut anak Anda.

Anda dapat memberikan permen pada bayi Anda pada saat makan. Saat dia makan, air liur di dalam mulut meningkat. Air liur membantu menetralisir efek dari asam yang menyerang gigi.

Fondant lebih aman untuk gigi bayi dibandingkan permen seperti toffee, karena fondant larut lebih cepat. Apabila Anda memberi bayi Anda permen, pastikan mereka menghabiskannya langsung. Satu porsi dari empat kepingan coklat, lebih aman untuk giginya dibandingkan dengan satu keping tiap setengah jam selama dua jam.

Anda dapat memberi anak Anda sebuah potongan keju segera setelah dia menghabiskan permen untuk menetralisir gulanya. Kemudian pastikan dia menyikat gigi dengan benar.

Minuman berkarbonasi

Anak Anda tidak membutuhkan minuman ringan (soda) atau minuman berkarbonasi. Minuman ini tidak memiliki kebaikan nutrisi, dan asamnya dapat merusak gigi bayi Anda yang baru tumbuh. Ditambah lagi kadar gula yang tinggi, dan beberapa minuman berkarbonasi, seperti cola, mengandung kafein.

Bayi Anda hanya perlu meminum susunya yang biasa dan air. Minuman berkarbonasi membuat bayi merasa kenyang lebih cepat. Apabila bayi Anda meminum minuman berkarbonasi untuk menghilangkan haus, ini dapat menghilangkan nafsu makannya untuk makanan bergizi yang dia butuhkan. Kemudian, minuman bergula tinggi kalori, dan bayi Anda dapat memiliki kelebihan berat badan pada masa balita apabila dia sering meminumnya.

Sari buah

Sari buah mungkin terdengar seperti pilihan yang sehat, namun lebih baik Anda tidak memberinya ke bayi Anda dengan alasan yang sama Anda harus menjauhi minuman berkarbonasi dan minuman ringan. Sari buah memiliki kadar gula natural yang tinggi dan bersifat asam, artinya sari buah dapat merusak gigi bayi Anda.

Air dan ASI atau susu formula adalah minuman terbaik untuk bayi Anda hingga dia berusia satu tahun. Setelah itu, dia dapat meminum susu sapi sebagai minuman utama karena mengandung vitamin dan mineral penting seperti kalsium, vitamin B2, dan vitamin B12.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020