8 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Popok merupakan salah satu kebutuhan bayi, terutama pada bayi yang belum bisa berjalan atau mengerti caranya buang air dengan baik. Sayangnya, pemakaian popok yang tidak baik sering kali menyebabkan ruam popok. Lantas, bagaimana cara mengobati sekaligus mengatasi ruam popok agar tidak kembali kambuh? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Seperti apa ruam popok itu?

Ruam popok menyebabkan kulit kemerahan di sekitar bokong atau selangkangan. Kondisi dapat terjadi akibat berbagai hal, seperti kulit bayi yang sensitif, iritasi karena zat tertentu, atau infeksi jamur dan bakteri yang ada di kulit.

Ruam popok menyebabkan rasa perih dan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum sehingga membuat bayi rewel. Bila diperhatikan, bayi mungkin saja menangis saat buang air kecil, buang air besar, atau ketika Anda mengganti popoknya. Bahkan, gejalanya bisa membuatnya susah tidur dengan nyenyak.

Walaupun termasuk masalah kulit yang ringan, Anda harus tahu cara mengatasi ruam popok yang tepat. Jika tidak, kondisinya akan memburuk, yakni menimbulkan infeksi dan menyebar ke area kulit lainnya.

Cara mengobati sekaligus mencegah ruam popok pada bayi

Supaya bayi terbebas dari kondisi ini, Anda bisa mengatasinya dengan cara berikut ini:

1. Pastikan Anda rutin mengecek popoknya

mengganti popok bayi

Menjaga kebersihan kulit bayi adalah kunci untuk merawat kulitnya yang bermasalah. Salah satu caranya adalah rajin mengecek popok dan memastikan popoknya dalam kondisi kering dan tidak kotor.

Ingat sebelum melakukan ini, pastikan tangan Anda dalam kondisi bersih. Jika tidak, cuci tangan Anda lebih dahulu dengan sabun untuk mencegah perpindahan bakteri yang bisa memperburuk ruam popok.

2. Rutin mengganti popoknya

mencegah ruam popok

Cara mengobati ruam popok pada bayi yang bisa Anda lakukan di rumah adalah rajin mengganti popok. Pasalnya, terlalu lama menggunakan popok yang kotor atau basah menjadi salah satu penyebab terjadinya ruam popok dan dapat memperburuk iritasi atau infeksi yang sudah ada.,

Normalnya, popok bayi perlu diganti setiap 2 atau 3 jam sekali. Tapi usahakan untuk secepat mungkin, saat sudah terlihat kotor, Anda harus langsung menggantinya. Anda mungkin perlu terbangun di malam hari untuk mengecek kebersihan popok sekaligus menggantinya bila sudah kotor.

Saat memakaikan popok pada bayi, usahakan popok tidak dibalutkan dengan ketat, agar kulitnya dapat bernapas dan kulitnya tidak mendapat banyak tekanan atau gesekan dari popok.

Sebelum popok digunakan, pastikan kulit bayi dikeringkan lebih dahulu. Anda bisa mengusap lembut kulitnya dengan tisu atau menepuk pelan dengan handuk.

3. Memberikan krim atau gel untuk meredakan gejala

efek samping krim steroid

Cara mengatasi ruam popok selanjutnya adalah menggunakan obat, seperti krim atau gel yang mengandung zinc oxide. Anda juga bisa menggunakan witch hazel, gel aloe vera, atau krim yang mengandung calendula untuk mengobati ruam popok.

Namun, tanyakan lebih dahulu pada dokter atau apoteker tentang krim yang baik dan aman untuk dioleskan pada kulit bayi.

Hindari menggunakan krim steroid (hydrocortisone) kecuali dokter meresepkannya. Jenis krim tersebut dapat mengiritasi kulit pantat bayi, apalagi jika pemakaiannya tidak tepat.

Setelah memakaikan krim yang tepat, Anda bisa oleskan petroleum jelly, agar krim tidak menempel di popok. Menggunakan krim atau gel ini umumnya ampuh sebagai cara mengobati ruam popok pada bayi.

4. Perhatikan cara memilih popok

ruam popok

Ruam popok dapat disebabkan oleh kulit bayi yang iritasi akibat zat-zat yang terkandung pada popok. Untuk itu, mengganti popok yang Anda curigai menyebabkan iritasi bisa menjadi cara mengobati ruam popok.

Berikut ini ada beberapa cara mengatasi ruam popok terkait dengan jenis popok yang digunakan bayi, yaitu:

  • Mencoba beralih ke popok kain atau popok sekali pakai dari merek yang berbeda
  • Jika Anda mencuci sendiri popok kain bayi, ganti juga detergen (sabun cuci) yang biasa dipakai untuk membersihkan popok. Gunakan sabun cuci yang lembut, yang hypoallergenic. Anda juga bisa menambahkan setengah cangkir cuka saat membilas popok tersebut.

5. Pilih pakaian yang menyerap udara

kebutuhan bayi baru lahir

Cara mengobati ruam popok selanjutnya bisa Anda lakukan dengan memilih pakaian yang tepat untuk bayi. Pakaian yang sempit dapat memperbesar gesekan pada kulit yang iritasi. Ini akan menimbulkan rasa nyeri pada bayi.

Selain itu, pakaian yang sempit juga membuat bayi jadi lebih mudah berkeringat. Akibatnya, area sekitar pantat bayi akan lembap dan iritasi jadi bertambah parah.

Jadi, pilih pakaian yang longgar untuk bayi dan bahan yang menyerap keringat dengan baik, terutama saat cuaca panas. Selain untuk menghindari ruam, bayi juga akan merasa lebih nyaman.

6. Biarkan kulit bayi bernapas

bayi biang keringat

Jamur dan bakteri berkembang biak dengan baik di area kulit yang lembap. Itulah sebabnya Anda perlu menjaga kulit bayi tetap kering. Ini bisa dilakukan dengan membiarkan kulit bayi terpapar dengan udara lebih sering.

Biarkan 10 menit bayi bebas tanpa popok sebanyak 3 kali sehari. Ini bisa Anda lakukan saat mengganti popok atau ketika ia tidur siang. Selain itu, cara mengobati ruam popok ini bisa juga Anda akali dengan melonggarkan popok bayi. Dengan begitu, ada celah untuk udara masuk dan menjaga kulit bayi tetap kering.

7. Gunakan produk untuk kulit bayi yang aman

sabun sirih

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga mudah iritasi. Jika kulitnya sudah iritasi, butuh perhatian ekstra dalam memilih produk-produk perawatan untuk kulitnya. Ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi ruam popok dan membantu kulit untuk pulih lebih cepat.

Mayo Clinic menyebutkan beberapa zat iritan pada kulit bayi yang sebaiknya Anda hindari, seperti fenol, benzokain, diphenhydramine, salisilat, dan hidrogen borat.

8. Pakai obat yang sesuai resep dokter

krim wajah hydroquinone adalah

Jika ruam popok disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, pengobatan biasa tidak akan mengobati kondisi ini secara efektif. Infeksi sekaligus perkembangan bakteri dan jamur harus dihentikan dengan obat antibiotik atau antijamur.

Namun, menggunakan cara ini untuk mengatasi ruam popok tidak bisa sembarangan. Antibiotik boleh digunakan di bawah pengawasan dokter, begitu juga dengan obat antijamur.

Ini dilakukan untuk mencegah dosis berlebihan yang bisa mengakibatkan resistensi antibiotik, yakni bakteri menjadi kebal dengan antibiotik, maupun efek samping yang membuat bayi tidak nyaman.

Kapan saja harus membawa bayi saya ke dokter?

Melakukan pengobatan di rumah bisa menyembuhkan ruam popok. Namun, ini tidak selalu ampuh bila kondisinya semakin parah hingga menyebabkan infeksi. Anda wajib membawa si kecil ke dokter untuk tahu cara mengobati ruam popok dengan tepat.

Berbagai tanda berikut ini bisa menjadi pertimbangan bahwa bayi perlu perawatan dokter, seperti:

  • Ruam popok kembali kambuh dan menimbulkan gejala yang lebih parah dari biasanya
  • Tidak juga membaik walaupun sudah diobati
  • Menyebabkan kulit terluka dan berdarah
  • Membuat si kecil kesakitan saat buang air kecil atau besar
  • Ruam muncul disertai demam

Bila bayi menunjukkan gejala yang menimbulkan kekhawatiran, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Semakin cepat diobati, semakin cepat bayi pulih dari kondisi ini.

Baca Juga:

Sumber