Benarkah Bedak Bayi Berbahaya Bagi Pernapasan Anak?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Sebagian besar ibu yang memiliki batita biasanya memiliki kebiasaan memberikan bedak bayi usai memandikan dan mengganti popok si kecil. Bahkan, mereka bisa memberikannya sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari. Bedak memang dapat menjaga kulit bayi tetap kering dan terlindung dari iritasi. Namun, apakah produk ini sebenarnya aman untuk pernapasan anak Anda?

Kandungan bedak bayi dan bahayanya bagi kesehatan

Bahan baku utama yang terdapat dalam bedak bayi adalah talkum, atau talc. Talc adalah sejenis mineral yang terdiri atas magnesium, silikon, dan oksigen.

Dalam bedak tabur, mineral ini sangat berguna untuk menyerap kelembapan dan mengurangi gesekan antarkulit. Inilah yang menjadi alasan mengapa bedak talc mampu menjaga kulit tetap kering dan terhindar dari ruam.

Selain talc, bedak bayi juga dapat mengandung bahan lain, seperti pati jagung, trikalsium fosfat, pengharum khusus, dan vitamin E.

Pada beberapa produk bedak tabur, Anda juga dapat menemukan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat produk pembersih, sampo, dan parfum.

Penggunaan bedak bayi kini banyak menimbulkan pro dan kontra. Hal ini karena kandungan talkum dalam bedak tabur yang pada dasarnya mengandung asbestos.

Asbestos adalah sejenis mineral berbentuk serat mikroskopis yang dapat melukai paru-paru bila terhirup. Itu sebabnya paparan talc dalam jangka panjang disinyalir dapat menimbulkan masalah pada sistem pernapasan.

Sebuah penelitian tahun 2011 yang berjudul An uncommon hazard: Pulmonary talcosis as a result of recurrent aspiration of baby powder menemukan bahwa bedak tabur bayi dapat menimbulkan gangguan pernapasan yang disebut pulmonary talcosis.

Pulmonary talcosis terjadi akibat paparan talkum dalam waktu lama. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas serta batuk berkepanjangan. Tidak hanya bayi, orang dewasa pun dapat mengalaminya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kasus pulmonary talcosis terjadi pada seorang ibu yang rutin menggunakan bedak bayi setidaknya sebanyak dua kali sehari selama bertahun-tahun.

Cara aman menjaga kelembutan kulit selain menggunakan bedak bayi

Tidak jarang, ibu memberikan bedak dengan tujuan agar tubuh si buah hati menjadi harum, lembut, dan jauh dari biang keringat.

Padahal, bedak tabur bukanlah satu-satunya produk yang dapat merawat dan menjaga kelembutan kulit bayi. Masih ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk memperoleh manfaat tersebut.

“Banyak ibu-ibu yang tidak berani memandikan bayinya. Padahal, mandi dua kali sehari sangat penting untuk menjaga kulit bayi tetap lembut,” jelas dr. Attila Dewanti, Sp.A, ketika ditemui tim Hello Sehat di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (20/03).

Pada kesempatan yang sama, dr. Attila juga turut menyatakan bahwa penggunaan produk perawatan bayi sebenarnya bukanlah sesuatu yang wajib.

Produk perawatan bayi dapat digunakan apabila anak memiliki kondisi khusus, seperti kulit kering atau sensitif.

Bayi dengan kulit yang sensitif umumnya memang membutuhkan produk perawatan, seperti losion agar kulitnya tetap lembap.

“Inilah sebabnya setiap ibu harus memahami kondisi anaknya terlebih dahulu sebelum memberikan produk apa pun. Kenali apakah anak Anda memiliki kulit yang sensitif, atau terdapat alergi terhadap bahan tertentu,” tambahnya.

Bagi Anda yang sudah menggunakan bedak tabur dalam waktu yang lama, awasilah perkembangan buah hati Anda dengan cermat. Waspadai ciri-ciri gangguan pernapasan seperti bersin dan batuk yang berkepanjangan.

Jika anak Anda mengalami gejala tersebut, jangan menunda untuk memeriksakan kondisinya dengan segera.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca