Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Catat Baik-baik, Ini Cara Mencegah Biang Keringat Pada Bayi

Catat Baik-baik, Ini Cara Mencegah Biang Keringat Pada Bayi

Kulit bayi yang sensitif bisa rentan terhadap biang keringat. Walaupun tidak berbahaya, biang keringat bisa membuat buah hati Anda tidak nyaman seiring waktu bila tidak diobati. Ingin tahu cara mencegah biang keringat pada bayi? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab biang keringat pada bayi

Dilansir dari Mom Junction, Dr. Jody A. Levine, penasihat orangtua dan direktur dermatologi di Plactic Surgery & Dermatology of NYC, menjelaskan bahwa biang keringat pada bayi terjadi akibat penyumbatan kelenjar keringat pada kulit.

Keringat bisa tersumbat akibat adanya sel kulit mati dan bakteri sehingga menyebabkan ruam bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Biang keringat sering muncul pada bagian tubuh, seperti:

  • Punggung bayi
  • Wajah
  • Lipatan kulit
  • Perut
  • Leher
  • Dada bagian atas
  • Kaki
  • Selangkangan
  • Area popok
  • Ketiak
  • Kulit kepala

Biang keringat ini bisa menimbulkan rasa panas, gatal, sensasi kesemutan, dan tusukan sehingga bayi menjadi gelisah dan rewel.

Tidak jarang, bayi menggaruk bagian yang gatal dan bisa menimbulkan luka bahkan iritasi pada kulit bayi.

Gangguan pada kulit ini tidak menular, tapi bila tidak diobati akan mengakibatkan kulit lecet akibat garukan.

Mengutip dari Mayo Clinic, biang keringat sangat jarang yang menimbulkan komplikasi. Namun pada beberapa kasus yang parah, bisa memicu infeksi bakteri yang membuat kulit gatal parah dan meradang.

Bagaimana cara mencegah biang keringat pada bayi?

Cara mencegah terjadinya biang keringat adalah dengan memantau kondisi kulit bayi agar tetap sejuk dan tidak terlalu lembap. Beberapa tips berikut bisa Anda lakukan di rumah, untuk mencegah biang keringat pada bayi, yaitu:

Jaga ruangan tetap sejuk dan kering

Biang keringat menyukai tempat lembap, tidak heran bila bintik kemerahan ini timbul di area leher dan lipatan tubuh yang sering berkeringat.

Sebagai contoh, area leher, siku tangan, sela-sela jari, belakang lutut, atau selangkangan bayi yang sering ruam. Kondisi tersebut membuat Anda harus membuat tubuh si kecil tidak terlalu lembap dan berkeringat.

Cara yang bisa dilakukan adalah menjaga keadaan rumah tetap sejuk dan kering dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan agar mencegah biang keringat pada bayi. Selalu periksa keadaan tubuh dan kehangatan lingkungan bayi.

Perhatikan pemilihan pakaian

Cara mencegah biang keringat pada bayi berikutnya adalah perhatikan pemilihan pakaian si kecil. Hindari membiarkan si kecil memakai pakaian yang tebal secara terus-menerus.

Pilih pakaian yang sesuai ukuran, jangan terlalu ketat karena akan menganggu kulitnya. Pada bayi yang memiliki biang keringat akan mengakibatkan lecet pada kulitnya.

Anda juga wajib memakaikan pakaian pada bayi yang sesuai dengan cuaca sekitar. Pilih bahan pakaian untuk bayi yang lembut, seperti katun.

Alasannya, karena membuat bayi tetap hangat tapi sekaligus memberi kulit kesempatan untuk bernapas. Cara mencuci baju bayi juga perlu diperhatikan agar kualitasnya tidak rusak.

Membawa bayi ke tempat teduh

Kalau Anda mengajak si kecil bermain di luar rumah saat panas terik dan memakaikan topi, periksa kepalanya lebih sering. Bila kulit kepala bayi terlihat berkeringat, sebaiknya dilap dan biarkan sebentar untuk melepas topinya.

Akan lebih baik bila mengajak bayi ke tempat teduh ketika sedang keluar rumah di cuaca panas.

Mengusap ruam dengan air dingin

Bila bayi sudah memiliki tanda biang keringat, cara mencegah agar tidak semakin parah adalah dengan mengusap ruam kulit bayi memakai air dingin.

Basahi ruam bayi dengan lembut, dengan lap yang sebelumnya direndam ke dalam air dingin. Hal ini dapat mengurangi rasa gatal dan iritasi yang disebabkan oleh biang keringat. Kemudian pastikan kulit bayi kering kembali sebelum memakai pakaian.

Membersihkan area lipatan kulit

Biang keringat timbul ketika area lipatan tubuh lembap dan berkeringat terlalu banyak. Anda perlu membersihkan lebih rutin area lipatan kulit, sebagai cara mencegah biang keringat pada bayi.

Lipatan kulit dibersihkan untuk memastikan keringat dan minyak yang terjebak tidak memicu ruam bertambah parah.

Keringkan tubuh bayi sehabis mandi

Bila bayi dalam keadaan basah sehabis mandi, lap tubuh bayi hingga kering sampai ke daerah lipatan-lipatan kulit yang rentan biang keringat. Gunakan handuk berbahan katun yang baik dalam menyerap air dan usap dengan lembut.

Hindari pemakaian beberapa produk perawatan bayi

Bila bayi Anda memiliki kecenderungan biang keringat atau kulit bayi sensitif, cara mencegah agar tidak terjadi adalah hindari pemakaian beberapa produk perawatan bayi.

Sebagai contoh, bedak bayi, losion, atau minyak telon yang bisa menyumbat pori-pori dan menghambat proses penyembuhan.

Bersihkan kuku bayi

Biang keringat sering menimbulkan rasa gatal dan si kecil spontan menggaruknya. Jadi, sangat penting untuk Anda membersihkan dan memotong kuku bayi agar menghindari kulit lecet.

Jaga bayi tetap terhidrasi

Kulit bayi tetap butuh kelembapan dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Caranya adalah menyusui si kecil lebih sering dan memeriksa ritme buang air kecil bayi apakah teratur atau tidak. Dehidrasi pada bayi dan anak sangat berbahaya untuk kesehatan.

Mandikan dengan air tidak terlalu panas

Mengingat biang keringat menyukai tempat lembap dan panas, Anda bisa memandikan bayi dengan air hangat. Pastikan air tersebut hangat sebatas suam-suam kuku, jangan terlalu panas.

Periksakan ke dokter bila semakin parah

Bila sudah melakukan perawatan di rumah tapi biang keringat masih belum reda atau malah tambah parah, segera konsultasikan ke dokter. Ini salah satu cara mencegah biang keringat pada bayi menjadi lebih parah.

Anda bisa berkonsultasi ketika biang keringat sudah tidak hilang dalam waktu lima hari. Ditambah kondisi kulit bayi semakin parah, misalnya area kulit bernanah atau pecah-pecah.

Biasanya dokter akan merekomendasikan krim hidrokortison. Krim tersebut dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa gatal.

Tanda bayi harus ke dokter

Biang keringat pada bayi memang tidak berbahaya, tapi bisa membuat orangtua khawatir bila si kecil terus rewel.

Berikut ini beberapa tanda yang mengharuskan bayi dibawa ke dokter untuk konsultasi lebih lanjut:

  • Muncul ruam disertai demam
  • Kulit melepuh kecil berisi nanah, bukan air
  • Ruam menyebar
  • Bila disentuh terasa hangat dan membengkak
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, dan leher

Biasnya dokter akan bertanya seputar penyebab munculnya biang keringat pada bayi. Kemudian memberi resep obat yang cocok dan sesuai dengan kulit dan kesehatan bayi.

Resep akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan bayi, misalnya alergi pada sesuatu racikan obat.

Selain resep, dokter akan menyarankan perawatan di rumah yang akan dikombinasikan dengan yang sudah diresepkan. Ini salah satu cara mencegah biang keringat pada bayi menyebar lebih parah.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Treating Heat Rash. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.parents.com/baby/safety/outdoor/treating-heat-rash/

Patwal, S. (2014). Baby Heat Rash: Causes, Types With Pictures, And Remedies. Retrieved 20 March 2020, from https://www.momjunction.com/articles/effective-home-remedies-to-treat-heat-rash-in-babies_0091738/#gref

Heat rash – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 20 March 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x