Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-12 Bulan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 15 mins read
Bagikan sekarang

Sebagai orangtua, Anda perlu mengetahui pertumbuhan ideal untuk bayi sebagai acuan apakah sudah berada di “jalur” yang benar atau belum. Hal ini melingkupi tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala bayi. Pasalnya, jika tak sesuai tahapan pertumbuhannya, ini bisa menandakan adanya masalah. Lantas, berapa panjang, berat badan, serta lingkar kepala bayi pada tahun pertama usianya?

Mengukur pertumbuhan bayi

Dikutip dari Pregnancy Birth & Baby, bayi akan terlihat pertumbuhannya dalam 12 bulan atau 1 tahun pertama. Tidak hanya aktivitas, namun juga perubahan fisik yang kemungkinan akan terlihat langsung oleh Anda sebagai orangtua.

Proses perkembangan bayi ini sudah mulai terbentuk sejak awal kehamilan, hingga usia bayi genap 2 tahun. Inilah mengapa rentang waktu tumbuh kembang bayi tersebut dikenal dengan nama 1000 hari pertama kehidupan.

Selain terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya, panjang atau tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala bayi nantinya juga sangat ditentukan oleh kecukupan zat gizi yang diperoleh anak selama masa ini.

Berapa pertumbuhan tinggi badan bayi ideal 0-12 bulan?

penyebab leukosit bayi rendah

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pertumbuhan badan anak adalah perubahan yang sangat mudah terlihat.

Berbagai perubahan tersebut yang nantinya akan memengaruhi ukuran fisik serta bentuk tubuh anak. Untuk usia bayi, pengukuran tinggi badan dikenal juga sebagai pengukuran panjang badan.

Selain berat badan bayi dan lingkar kepala bayi, indikator lain yang perlu diukur untuk mengetahui baik atau tidaknya pertumbuhan bayi yakni dengan mengenali panjang atau tinggi badan bayi.

Bayi yang belum bisa berdiri tegak, maka pengukuran yang digunakan yakni panjang badan alias saat ia sedang dalam posisi berbaring. Namun, pengukuran panjang badan ini sama artinya dengan tinggi badan.

Mengacu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, berikut patokan panjang atau tinggi badan bayi ideal sejak lahir sampai usia bayi 12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Sesaat setelah dilahirkan, berat serta tinggi badan bayi akan langsung diukur guna mengetahui apakah kondisinya berada di rentang normal atau tidak.

Untuk tinggi atau panjang badan sendiri, bayi baru lahir biasanya memiliki panjang badan yang bervariasi. Namun, ukuran panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk bayi baru baru lahir rata-rata berada di angka 45,4-53,7 sentimeter (cm).

Secara rinci, biasanya bayi laki-laki yang baru lahir memiliki tinggi badan 46,1-55,6 cm, sedangkan bayi perempuan 45,4-54,7 cm.

Bayi usia 1-3 bulan

Ketika usia bayi 1 bulan, panjang atau tinggi badan bayi juga akan ikut bertambah. Panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk  laki-laki umumnya sekitar 50,8-60,6 cm, dan 49,8-59,5 cm untuk bayi perempuan.

Di usia bayi 2 bulan, tinggi badan bayi ideal yaitu sekitar 54,4-64,4 cm untuk laki-laki dan 53,0-63,2 cm untuk perempuan.

Hingga akhirnya di usia bayi 3 bulan, pertumbuhan panjang atau tinggi badan bayi ideal laki-laki sekitar 57,3-67,6 cm. Sementara itu, panjang badan bayi ideal untuk perempuan berada di kisaran 55,6-66,1 cm.

Bayi usia 4-6 bulan

Seiring dengan peningkatan  usia bayi 4 bulan, maka panjang atau tinggi badan bayi ideal juga akan meningkat. Panjang badan berada di kisaran 59,7-70,1 cm untuk bayi laki-laki dan 57,8-68,6 cm untuk bayi perempuan.

Menginjak usia bayi 5 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk laki-laki sekitar 61,7-72,2 cm dan bayi perempuan 59,6-70,7 cm.

Selanjutnya, di usia bayi 6 bulan, tinggi badan bayi ideal untuk laki-laki umumnya berada di rentang angka 63,6-74,0 cm, dan 61,2-72,5 cm untuk bayi perempuan.

Bayi usia 7-9 bulan

Hingga tiba di usia bayi 7 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk jenis kelamin laki-laki seharusnya sudah mencapai 64,8-75,5 cm. Sementara itu, panjang badan bayi perempuan berada di kisaran 62,7-74,2 cm.

Saat usia bayi 8 bulan, panjang badan bayi ideal untuk laki-laki sekitar 66,2- 77,2 cm, dan 64,0-75,8 cm untuk bayi perempuan.

Menginjak usia bayi 9 bulan, si kecil biasanya sudah memiliki panjang badan sekitar 67,5-78,7 cm untuk laki-laki dan 65,3-77,4 cm untuk perempuan.

Bayi usia 10-12 bulan

Saat ini, si kecil sudah hampir mencapai ulang tahun pertama. Pada usia bayi 10 bulan, panjang atau tinggi badan bayi ideal untuk laki-laki berada di kisaran 68,7-80,1 cm.

Berbeda dengan panjang badan bayi perempuan Anda yang mencapai sekitar 66,5 – 78,9 cm. Tiba di usia bayi 11 bulan, bayi laki-laki Anda biasanya telah memiliki panjang badan 69,9-81,5 cm dan bayi perempuan 67,7-80,3 cm.

Genap di usia bayi 12 bulan, panjang badan bayi ideal berjenis laki-laki seharusnya berkisar 71,0-82,9 cm dan perempuan 68,9-81,7 cm.

Cara menghitung tinggi badan bayi idealpertumbuhan bayi

Sejak lahir, rata-rata panjang badan bayi bertambah sekitar 1,5-2,5 cm setiap bulan hingga usia bayi 6 bulan. Selanjutnya di usia 6 sampai 12 bulan, pertumbuhan panjang badan bayi rata-rata bertambah 1 cm per bulan.

Selama pemeriksaan rutin, pertumbuhan panjang atau tinggi badan bayi akan terus dipantau oleh dokter.

Tujuannya untuk mengetahui sekaligus mendeteksi apakah tumbuh kembang bayi berjalan dengan baik sesuai dengan usianya.

Berikut cara mengukur panjang atau tinggi badan bayi:

Panjang badan berdasarkan usia (PB/U)

Pengukuran panjang badan berdasarkan usia (PB/U) adalah indikator untuk mengukur panjang badan bayi berdasarkan usianya saat ini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, indikator panjang badan digunakan karena usia bayi belum bisa berdiri tegak.

Selain itu, indikator pengukuran panjang badan per usia (PB/U) memang lebih ditujukan untuk anak yang berusia di bawah 2 tahun.

Saat anak berusia 2-18 tahun, bisa menggunakan indikator pengukuran tinggi badan per usia (TB/U).

Itulah mengapa untuk mendapatkan pengukuran panjang badan, bayi harus diletakkan dalam posisi berbaring di atas length board atau infantometer.

Hal ini tentu bukan seperti penggukuran tinggi badan yang bisa menggunakan alat microtoise (mikrotoa) sembari berdiri tegak.

Berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2020, hasil penilaian panjang badan bayi berdasarkan PB/U, yakni:

  • Sangat pendek: kurang dari -3 SD
  • Pendek: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Normal: -2 SD sampai dengan +3 SD
  • Tinggi: lebih dari +3 SD

Satuan dari pengukuran tersebut dikenal dengan nama standar deviasi (SD). Sebagai gambaran, bayi dikatakan memiliki panjang badan normal saat berada di rentang -2 sampai dengan +3 SD dalam tabel panjang badan sesuai dengan usia dari WHO.

Jika berada di bawah -2 SD, bayi dikatakan memiliki tubuh pendek. Sementara jika bayi lebih dari +3 SD dikatakan tinggi.

Namun, penting untuk diketahui bahwa setiap anak pada dasarnya memiliki grafik pertumbuhan pribadi yang berbeda. Beberapa anak mungkin mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan anak lainnya.

Ada juga beberapa anak yang kemajuan perkembangannya sedikit lebih lambat, tapi  memiliki panjang dan berat badan yang normal sesuai grafik pertumbuhan yang ada.

Perlu diketahui juga, grafik pertumbuhan panjang antara anak laki-laki dan perempuan berbeda. Umumnya berat badan bayi laki-laki akan lebih berat dan tubuhnya lebih tinggi daripada anak perempuan.

Pola pertumbuhan bayi laki-laki dan perempuan pun juga akan berbeda.

Tabel perkembangan panjang badan bayi laki-laki

Tabel perkembangan panjang badan bayi perempuan

Tabel di atas merupakan rentang pengukuran antara antara -2 SD sampai 3 SD dari standar pertumbuhan WHO untuk indeks panjang badan menurut umur pada bayi laki-laki dan perempuan.

Nah, Anda bisa membandingkan hasil pertumbuhan pengukuran panjang atau berat badan bayi sudah sesuai dengan standar tersebut.

Apabila hasilnya masih berada dalam rentang sesuai usianya, pertumbuhan si kecil termasuk dalam kategori normal atau panjang badan bayi ideal.

Berapa pertumbuhan berat badan ideal pada bayi 0-12 bulan?

berat badan bayi

Penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan berat badan bayi Anda sudah ideal atau belum. Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, berikut patokan berat badan bayi ideal untuk usia 0-12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Berat badan bayi baru lahir akan langsung diukur beserta tinggi badan bayi. Hal ini bertujuan guna mengetahui apakah kondisi berat dan tinggi badan bayi berada di kisaran normal, kurang, atau berlebih.

Bobot tubuh bayi laki-laki tergolong normal saat berada di rentang 2,5 kilogram (kg) sampai 3,9 kg. Sementara untuk bayi perempuan, berat badan baru lahir yang normal seharusnya 2,4-3,7 kg.

Bayi baru lahir dikatakan besar apabila berat badannya berada di atas 4 kg dan kecil saat berat badannya di bawah  2,5 kg.

Berat badan yang tergolong kecil tersebut dapat menandakan bahwa bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

Namun, hasil pengukuran ini hanya berlaku untuk bayi yang lahir di usia kehamilan normal atau di usia kehamilan 37-40 minggu.

Untuk bayi yang lahir prematur atau kurang dari usia kehamilan normal, berat badannya memang akan cenderung rendah atau di bawah 2,5 kg.

Bayi usia 1-3 bulan

Pada beberapa bulan pertama usianya, pertumbuhan berat badan bayi biasanya tampak cukup pesat. Sekitar usia bayi 1 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki berkisar antara 3,4-5,1 kg, dan bayi perempuan 3,2-4,8 kg.

Kemudian, pada usia bayi 2 bulan, bobot badan ideal bayi berjenis kelamin laki-laki sekitar 4,3-6,3 kg dan perempuan yakni 3,9-5,8 kg.

Hingga pada usia bayi 3 bulan, pertumbuhan bobot badan bayi ideal untuk laki-laki  berada di rentang 5,0-7,2 kg dan 4,5-6,6 kg untuk perempuan.

Bayi usia 4-6 bulan

Tiba di bulan ke empat atau tepatnya usia bayi 4 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki seharusnya di kisaran 5,6-7,8 kg, dan perempuan 5,0-7,3 kg. Begitu pula berat badan di bulan kelima dan keenam yang masih akan terus bertambah.

Pada usia bayi 5 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki yakni 6,0-8,4 kg dan perempuan 5,4-7,8 kg.

Lalu, sekitar usia bayi 6 bulan, bobot badan bayi ideal untuk laki-laki normalnya memiliki bobot 6,4-8,8 kg dan 5,7-8,2 kg untuk perempuan.

Bayi usia 7-9 bulan

Saat usia bayi 7 bulan, bobot tubuh bayi ideal seharusnya sudah berada di angka 6,7-9,2 kg untuk laki-laki dan 6,0-8,6 untuk perempuan.

Selanjutnya, di usia bayi 8 bulan, bobot tubuh bayi ideal untuk laki-laki sekitar 6,9-9,6 kg dan bayi perempuan 6,3-9,0 kg.

Hingga tiba di usia bayi 9 bulan, pertumbuhan berat badan bayi ideal untuk laki-laki seharusnya berkisar 7,1-9,9 kg dan bayi perempuan 6,5-9,3 kg.

Bayi usia 10-12 bulan

Genap di bayi 10 bulan, berat badan bayi ideal untuk jenis kelamin laki-laki berkisar 7,4-10,2 kg dan perempuan 6,7-9,6 kg.

Selanjutnya, usia bayi 11 bulan, bobot bayi laki-laki seharusnya ada di kisaran 7,6-10,5 kg dan 6,9-9,9 kg untuk bayi perempuan.

Pada usia bayi 12 bulan, pertumbuhan bobot badan bayi ideal untuk laki-laki secara normal yaitu memiliki berat badan di rentang 7,7-10,8 kg dan bayi perempuan 7,0-10,1 kg.

Tahapan pengukuran berat badan yang ideal untuk bayi

Mengetahui berapa pertumbuhan bobot tubuh bayi yang sehat bisa dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan timbangan dan meteran khusus.

Hal ini bertujuan untuk mengukur panjang dan berat badannya. Langkah selanjutnya adalah membandingkan hasil angka yang tertera di alat dengan grafik pertumbuhan panjang dan berat bayi normal berdasarkan usia si kecil.

Grafik pertumbuhan di bawah ini merupakan standar yang ditetapkan oleh WHO, yang juga dipakai sebagai acuan dokter di Indonesia.

Tabel perkembangan berat badan normal bayi laki-laki

Tabel perkembangan berat badan normal bayi perempuan

Sumber: WHO dan Kementerian Kesehatan RI

Tabel di atas merupakan rentang pengukuran antara -2 SD sampai 3 SD dari standar pertumbuhan WHO untuk indeks berat badan menurut umur pada bayi perempuan dan laki-laki.

Berapa pertumbuhan lingkar kepala bayi ideal 0-12 bulan?

lingkar kepala bayi

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran pertumbuhan lingkaran kepala normal pada bayi sejak lahir sampai berusia 2 tahun atau 24 bulan yakni 35-49 sentimeter (cm).

Mulai dari bayi lahir sampai nantinya berusia 2 tahun, lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat. Lingkar kepala si kecil akan terus berkembang dengan pesat selama dua tahun usia awal mereka.

Berikut rata-rata ukuran lingkar kepala normal pada bayi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai usia bayi 12 bulan atau 1 tahun:

Bayi baru lahir

Ketika baru dilahirkan, ukuran lingkar kepala normal biasanya berada di rentang angka 31,9-37,0 cm untuk bayi laki-laki, dan 31,5-36,2 cm untuk perempuan.

Angka hasil pengukuran lingkaran kepala si kecil akan terus berkembang sampai ia dewasa kelak, sebagai tanda ukuran otaknya tumbuh dengan baik.

Bayi 1-3 bulan

Memasuki usia bayi 1 bulan, ukuran lingkaran kepala buah hati Anda tentu sudah semakin membesar dan berbeda dari saat ia baru dilahirkan. Terbukti, untuk bayi laki-laki umumnya memiliki ukuran lingkar kepala normal yakni 34,9-39,6 cm.

Sementara itu, ukuran lingkar kepala pada bayi perempuan berkisar di angka 34,2-38,9 cm. Sebulan setelahnya yakni di usia bayi 2 bulan, buah hati laki-laki Anda seharusnya memiliki ukuran lingkaran kepala 36,8-41,5 cm, dan perempuan 35,8-40,7 cm.

Hingga tiba di usia bayi 3 bulan, pertumbuhan lingkaran kepala bayi yang normal untuk berjenis kelamin laki-laki berkisar antara 38,1-42,9 cm. Jika buah hati Anda yang perempuan, seharusnya memiliki ukuran lingkaran kepala yang normal sekitar 37,1-42,0 cm.

Bayi 4-6 bulan

Sekarang usia bayi 4 bulan, maka idealnya, ukuran lingkaran kepalanya yang normal di usia ini mencapai 39,2-44,0 cm untuk laki-laki dan 38,1-43,1 cm untuk perempuan.

Bertambah 1 bulan yaitu di usia bayi 5 bulan, lingkar kepala normal bayi seharusnya berada di rentang 40,1-45,0 cm untuk laki-laki. Sementara untuk bayi perempuan, ukuran lingkaran kepala bayi yang normal seharusnya sudah mencapai 38,9-44,0 cm.

Kini di usia bayi 6 bulan, pertumbuhan lingkar kepala semakin semakin bertambah besar. Ukuran lingkaran kepala  bayi yang normal untuk laki-laki yang telah mencapai 40,9-45,8 cm dan bayi perempuan 39,6-44,8 cm.

Bayi 7-9 bulan

Tepat di usia bayi 7 bulan, ukuran lingkar kepala bayi yang normal untuk laki-laki berada di kisaran 41,5-46,4 cm, dan bayi perempuan sekitar 40,2-45,5 cm.

Menginjak usia bayi 8 bulan, si kecil yang berjenis kelamin laki-laki seharusnya memiliki lingkaran kepala di rentang 42,0-47,0 cm. Sementara itu, untuk perempuan seharusnya berada di antara 40,7-46,0 cm di bukan ke-8 ini.

Sampai tiba usia bayi 9 bulan, bayi laki-laki idealnya memiliki pertumbuhan ukuran lingkaran kepala yang normal sekitar 42,5-47,5 cm, dan bayi perempuan 41,2-46,5 cm.

Bayi 10-12 bulan

Ketika usia bayi 10 bulan, ukuran lingkar kepalanya seharusnya mencapai 42,9-47,9 cm untuk bayi laki-laki. Begitu pula bayi perempuan, tentu memiliki ukuran lingkaran kepala yang semakin membesar yakni 41,5-46,9 cm di usia 10 bulan ini.

Selang sebulan setelahnya yaitu usia bayi 11 bulan, pengukuran lingkaran kepala normal pada bayi laki-laki akan menunjukkan angka di rentang 43,2-48,3 cm. Sementara pada perempuan, ukuran lingkar kepala di usia 11 bulan berkisar antara 41,9-47,3 cm.

Akhirnya tiba di usia bayi 1 tahun. Di usia ini, pertumbuhan ukuran lingkaran kepala bayi yang normal untuk laki-laki yakni sekitar 43,5-48,6 cm, dan 42,2-47,6 cm untuk bayi perempuan.

Kenali gagal tumbuh pada bayi

Failure to thrive atau gagal tumbuh adalah terhambat atau terhentinya pertumbuhan fisik seorang anak, sehingga tampak tidak normal.

Anak kemungkinan besar mengalami gagal tumbuh, ketika perubahan berat serta tinggi badannya tidak setara alias jauh dibandingkan teman-teman sebayanya.

Gagal tumbuh sebenarnya bukanlah suatu penyakit khusus, melainkan kondisi di mana perkembangan berat dan tinggi badan jauh dari rata-rata normalnya.

Kurang tercukupinya kebutuhan gizi harian bisa menjadi penyebab anak mengalami kegagalan pertumbuhan.

Bisa dikatakan, failure to thrive dapat terjadi dikarenakan anak tidak menerima, menyimpan, atau menggunakan kebutuhan zat gizi yang seharusnya. Padahal, nutrisi tersebut diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi

Di samping itu, berbagai masalah kesehatan lainnya juga bisa mengakibatkan gagal pertumbuhan pada bayi, seperti:

  • Gangguan pada gen, seperti Down syndrome
  • Gangguan organ tubuh
  • Gangguan hormon
  • Masalah pada otak atau sistem saraf pusat
  • Masalah pada jantung atau paru-paru
  • Anemiamaupun kelainan darah lainnya
  • Masalah pada sistem pencernaan, sehingga menyulitkan proses penyerapan nutrisi
  • Mengalami infeksi jangka panjang
  • Masalah pada metabolisme tubuh
  • Berat badan lahir rendah (BBLR)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 mins read

Bayi 6 Bulan Ternyata Suka Saat Gerak-geriknya Ditiru Orang Dewasa

Sebuah penelitian menemukan bahwa bayi ternyata mengerti dan suka bila gerakannya ditiru. Mengapa begitu dan adakah pengaruhnya dalam perkembangan sosial?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10/06/2020 . 4 mins read

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 mins read
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read