Benarkah Kalau Pilek Tidak Sembuh-Sembuh, Anak Bisa Terkena Infeksi Telinga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pilek adalah salah satu penyakit langganan anak-anak. Ini karena daya tahan tubuh anak kecil belum sekuat orang dewasa. Meski begitu, bukan berarti anak pilek harus dibiarkan tanpa diobati. Pilek yang tidak sembuh-sembuh bisa meningkatkan risiko infeksi telinga pada anak. Lho, memang apa hubungannya?

Pilek tidak sembuh bisa tingkatkan risiko infeksi telinga pada anak

Dalam keadaan normal, saluran eustachius (eustachian tube; lihat gambar bawah) yang menghubungkan tenggorokan bagian atas dengan telinga tengah (middle ear; lihat gambar bawahakan membuka dan menutup untuk mengatur sirkulasi udara dan menjaga tekanan udara di dalam telinga tetap seimbang.

Letak saluran eustachius atau eustachian tube (credit: Katelynmcd.com)

Pilek biasa bisa disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan sinus. Saat Anda terkena flu, lendir alias ingus yang dihasilkan oleh sinus dapat menutup saluran eustachius. Sebagian besar lendir ini kemudian dapat mengalir dan mengisi ruang kosong di telinga tengah yang seharusnya hanya terisi oleh udara.

Kondisi telinga tengah yang lembap tersumbat cairan dapat meningkatkan risiko bakteri dan virus berkembang biak di dalamnya, sehingga menyebabkan peradangan pada telinga tengah. Semakin lama pilek dibiarkan, semakin banyak lendir yang bisa menggenang di dalam telinga tengah.

Ditambah lagi, upaya terus-terusan menahan ingus agar tidak meler keluar juga akan membuat kuman yang tinggal di rongga belakang hidung dan belakang rongga mulut “berenang” menuju telinga Anda. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada telinga tengah.

Infeksi telinga tengah disebut dengan otitis media. Gejala umumnya berupa demam, hidung tersumbat, telinga terasa nyeri, keluarnya cairan dari telinga (cairan kuning, bening, atau berdarah), nafsu makan turun, dan gendang telinga membengkak.

Anak-anak lebih rentan terkena infeksi telinga daripada orang dewasa

Siapapun bisa terkena infeksi telinga setelah pilek jika tidak kunjung diobati. Meski begitu, anak-anak lebih rentan terkena infeksi telinga karena sistem kekebalan tubuhnya belum cukup kuat untuk melawan beragam jenis kuman yang berbeda.

Selain itu, panjang saluran eustachius anak lebih pendek dan lebih mendatar dibandingkan dengan orang dewasa. Ini dapat memudahkan virus dan bakteri untuk berjalan menuju telinga tengah.

Perbandingan saluran eustachius pada anak dan dewasa

Bagaimana cara mencegah infeksi telinga pada anak?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menghindari terjadinya infeksi telinga pada anak:

  • Berobat ke dokter jika pilek anak tidak kunjung sembuh. Pilek biasanya diiringi dengan demam dan berlangsung sekitar 1-2 minggu. Meski begitu, peradangan pada saluran pernapasan yang terlalu lama merupakan salah satu faktor risiko infeksi telinga.
  • Hindari penggunaan empeng pada si kecil. Bila menggunakan empeng, pastikan pula kebersihannya terjamin.
  • Hindari paparan asap rokok.
  • Jaga kebersihan diri anak agar penyakitnya tidak semakin parah. Minta ia selalu cuci tangan sesudah bersih atau buang ingus, serta sebelum dan setelah makan. Ajarkan anak untuk menutup mulutnya saat bersin atau batuk.
  • Sediakan makanan yang bergizi selama anak atau anggota keluarga lainnya sedang sakit.

Apa yang perlu dilakukan bila mengalami infeksi telinga?

Infeksi telinga dapat diobati dengan antibiotik resep dokter, seperti amoxicilin. Antibiotik biasanya diresepkan untuk anak-anak, atau pada kasus orang dewasa yang mengalami infeksi telinga parah — ditandai dengan demam tinggi hingga 39ºC dan nyeri telinga hebat hingga lebih dari 48 jam.

Jika infeksi terjadi berulang kali dan disertai dengan keluarnya cairan bahkan penurunan kemampuan pendengaran, dokter akan menganjurkan prosedur timpanostomi. Timpanostomi dilakukan dengan memasukkan selang kecil ke dalam gendang telinga yang berfungsi untuk mengatur kelembapan dan menyedot penumpukan cairan pada telinga tengah.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit