Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Kondisi Napas Bayi yang Cepat

Apa itu transient tachypnea of the newborn (TTN)?|Tanda dan gejala dari transient tachypnea of the newborn (TTN)|Apa penyebab transient tachypnea of the newborn (TTN) pada bayi?|Bagaimana mendiagnosis TTN pada bayi?|Cara mengatasi transient tachypnea of the newborn (TTN)
Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Kondisi Napas Bayi yang Cepat

Bayi yang baru lahir perlu beradaptasi dengan dunia luar. Oleh karenanya, bayi baru lahir kerap mengalami gangguan pernapasan seperti transient tachypnea of the newborn (TTN). Simak dulu penjelasan mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasi TTN pada bayi yang perlu diketahui orangtua.

Apa itu transient tachypnea of the newborn (TTN)?

ttn pada bayi

Transient tachypnea of the newborn atau TTN adalah pernapasan yang sangat cepat dan terasa berat karena ada gangguan pada paru-paru pada bayi baru lahir.

TTN merupakan gangguan pernapasan ringan yang dapat terjadi pada beberapa jam pertama kehidupan si kecil.

Dikutip dari Kids Health, sebagian bayi baru lahir dapat mengalami kondisi ini. Hal ini karena arti dari istilah tachypnea adalah bernapas dengan cepat.

Maka dari itu, bayi yang mengalami transient tachypnea of the newborn (TTN) perlu diawasi dengan ketat karena membutuhkan bantuan oksigen selama beberapa hari.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena TTN pada bayi tergolong kondisi yang tidak mengancam jiwa dan bisa sembuh secara total.

Tidak hanya itu saja, salah satu gangguan pernapasan ini pun tidak memengaruhi perkembangan bayi.

Ada beberapa istilah lainnya yang digunakan selain transient tachypnea of the newborn (TTN), yaitu:

  • Paru-paru basah pada bayi baru lahir.
  • Cairan yang tertahan pada organ paru-paru.
  • Prolonged transition atau transisi yang bekepanjangan.

Tanda dan gejala dari transient tachypnea of the newborn (TTN)

Gejala dari gangguan pernapasan ini bisa terlihat seperti masalah kesehatan lainnya. Berikut tanda atau gejala dari TTN, di antaranya adalah:

  • Tingkat pernapasan yang sangat cepat, yaitu 60 kali napas per menit.
  • Terdengar suara mendengus saat bayi bernapas.
  • Lubang hidung melebar.
  • Terlihat tulang rusuk setiap kali bernapas karena kulit tertarik.
  • Kulit di sekitar mulut serta hidung menjadi kebiruan (sianosis).

Perlu diingat bahwa gejala serta tanda dari TTN yang muncul bisa sedikit berbeda pada setiap anak.

Maka dari itu, dokter akan memeriksa bayi secara teliti dan menyeluruh sebelum melakukan penanganan.

Apa penyebab transient tachypnea of the newborn (TTN) pada bayi?

tnt gangguan napas

Penyebab paling umum terjadinya transient tachypnea of the newborn (TTN) yaitu karena tubuh terlambat mengeluarkan cairan yang ada di dalam paru-paru bayi.

Saat berada di dalam kandungan, paru-paru bayi memang mengandung cairan. Namun, janin tidak menggunakan paru-paru untuk bernapas.

Hal ini karena oksigen berasal dari pembuluh darah plasenta.

Mendekati waktu lahir, perubahan hormon yang terjadi membuat paru-paru menyerap kembali sebagian cairan.

Pada saat bayi melewati jalan lahir di waktu persalinan, akan ada lebih banyak cairan yang diserap oleh paru-paru.

Namun, ketika paru-paru mengeluarkan cairan tidak secepat seharusnya, TTN pun terjadi,

Bayi akan mengalami kesulitan bernapas karena terlalu banyak cairan di dalam paru-paru sehingga kadar oksigen pun tidak cukup.

TTN pada bayi membuatnya harus bernapas lebih kuat dan cepat agar oksigen masuk ke dalam paru-paru.

Faktor yang meningkatkan risiko TTN

Meski kondisi ini umum terjadi, ada beberapa kondisi yang meningkatkan peluang TTN pada bayi, seperti:

  • Bayi lahir prematur karena paru-paru belum berkembang sepenuhnya.
  • Mengalami perubahan hormonal sehingga paru-paru tidak punya waktu untuk menyerap cairan.
  • Ibu hamil yang mempunyai kondisi asma atau diabetes.

Bagaimana mendiagnosis TTN pada bayi?

Umumnya, dokter akan langsung mendiagnosis transient tachypnea of the newborn (TTN) dalam beberapa jam pertama setelah bayi lahir.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan dari luar, dokter juga akan melakukan serangkaian tes, seperti:

1. Menggunakan alat oksimeter

Ini merupakan tes yang tidak mengakibatkan rasa sakit pada bayi. Dokter akan mengukur seberapa banyak oksigen di dalam darah bayi dengan alat oksimeter khusus.

Sensor oksigen akan ditempelkan di sekitar tangan atau kaki bayi yang dihubungkan ke monitor.

2. Melakukan rontgen dada

Ini juga tes yang tergolong aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Radiasi diperlukan untuk mengambil gambar di area dada bayi.

Lalu, dokter akan melihat apakah ada cairan atau seberapa banyak cairan di dalam paru-paru.

3. Pemeriksaan darah lengkap

Complete blood count (CBC) atau pemeriksaan darah lengkap juga diperlukan untuk mendiagnosis TTN pada newborn atau bayi baru lahir.

Ini dilakukan untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda infeksi atau tidak.

Cara mengatasi transient tachypnea of the newborn (TTN)

Bayi baru lahir yang mengalami gangguan pernapasan seperti TTN perlu diawasi oleh tenaga medis dan kemungkinan mendapatkan perawatan khusus di unit perawatan intensif neonatal (NICU).

Dokter akan memeriksa detak jantung bayi, laju pernapasan, serta kadar oksigen di dalam tubuhnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pernapasan serta kadar oksigen sudah kembali normal.

Perlu diketahui bahwa umumnya TTN pada bayi ini akan teratasi setidaknya dalam jangka waktu 3 hari tergantung seberapa parah kondisinya.

Berikut berabagi cara mengatasi TTN pada bayi baru lahir:

1. Bantuan pernapasan

Walaupun bisa bernapas, beberapa bayi dengan kondisi TTN tetap membutuhkan tambahan oksigen melalui tabung kecil yang dipasang di bawah hidung.

Apabila masih kesulitan bernapas, bayi mungkin memerlukan tekanan saluran napas berkelanjutan (CPAP) agar paru-paru tetap terbuka.

2. Menggunakan selang bantuan untuk asupan nutrisi

TTN mengakibatkan bayi bernapas dengan cepat sehingga memengaruhi asupan nutrisinya. Bayi menjadi sulit untuk mengisap serta menelan dalam waktu yang bersamaan.

Maka dari itu, ia akan mendapatkan cairan intravena (IV) agar tetap terhidrasi dan mencegah gula darah menurun.

Apabila Anda tetap ingin memberikan ASI atau pun susu formula, terkadang bisa diberikan melalui selang nasogastrik (NG) atau selang orogastrik (OG).

Seperti yang sudah dipaparkan sedikit di atas bahwa transient tachypnea of the newborn (TTN) dapat sembuh dengan cepat.

Biasanya, gejala akan membaik dalam waktu 24-72 jam. Bayi bisa pulang setelah pernapasannya kembali normal dan telah menyusu dengan baik.

Apabila bayi kembali mengalami kondisi kesulitan bernapas atau bernapas dengan cepat, segera hubungi dokter agar langsung ditangani.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hermansen, C., & Lorah, K. (2007). Respiratory Distress in the Newborn. American Family Physician, 76(7), 987-994. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2007/1001/p987.html

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) – Johns Hopkins All Children’s Hospital . (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Transient-Tachypnea-of-the-Newborn-(TTN)

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/ttn.html

Transient Tachypnea of the Newborn. (2021). Retrieved 14 January 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=transient-tachypnea-of-the-newborn-90-P02420

Jha, K., Nassar, G., & Makker, K. (2020). Transient Tachypnea of the Newborn. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537354/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita