backup og meta

9 Cara Mengatasi Batuk Kering pada Anak serta Penyebabnya

9 Cara Mengatasi Batuk Kering pada Anak serta Penyebabnya

Pernahkan Anda mendengar anak batuk, tetapi tidak terdengar ada dahaknya? Bisa jadi anak Anda sedang mengalami batuk kering. Lalu, batuk kering pada anak tanda apa? Ketahui penyebab, cara mengatasi, hingga cara mencegah batuk kering pada anak-anak di bawah ini.  

Penyebab batuk kering pada anak

Batuk kering pada anak adalah kondisi saat anak mengalami batuk tanpa disertai lendir atau dahak.

Saat mengalami batuk kering, anak mungkin terasa seperti mengorek atau membersihkan tenggorokan tanpa hasil.

Ia mungkin juga mengeluh tenggorokannya terasa kering atau teriritasi, yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat batuk.

Pada anak-anak, penyebab batuk kering bisa dipicu oleh berbagai faktor, antara lain sebagai berikut.

  • Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau pilek. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain, seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan demam ringan.
  • Alergi, baik terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, maupun zat iritan lainnya. Gejala lain mungkin termasuk bersin, mata gatal, dan hidung berair.
  • Asma. Asma pada anak sering menyebabkan batuk kering, terutama pada malam hari atau setelah aktivitas fisik. Anak-anak dengan asma mungkin juga mengalami sesak napas dan mengi.
  • Paparan asap rokok. Anak-anak yang terpapar asap rokok, baik secara langsung atau tidak langsung, lebih rentan mengalami batuk kering.
  • Udara kering, seperti saat musim dingin atau di ruangan dengan AC, dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk kering.
  • Refluks asam (GERD). Pada beberapa anak, asam lambung dapat naik ke esofagus, menyebabkan iritasi dan batuk kering, terutama pada malam hari.
  • Iritasi lingkungan. Polusi udara, asap, bau kimia, atau parfum yang kuat dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk kering.

Diagnosis batuk kering pada anak

anak batuk sampai muntah

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter akan melakukan beberapa langkah, termasuk wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes tambahan jika diperlukan.

Pemeriksaan diawali dengan menanyakan tentang durasi batuk, waktu terjadinya (siang atau malam), dan apakah ada pemicu tertentu.

Kemudian, dokter akan mencari tahu apakah ada gejala lain, seperti demam pada anak, pilek, mengi, sakit tenggorokan, atau sesak napas.

Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan anak dan keluarga, termasuk alergi, asma, atau penyakit kronis lainnya.

Selain itu, Anda mungkin juga akan ditanyakan tentang adanya risiko paparan terhadap iritan pada anak, seperti asap rokok, polusi, atau bahan kimia.

Setelah melakukan tanya jawab, dokter biasanya akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik, yang meliputi pemeriksaan tenggorokan, paru-paru, serta hidung dan telinga.

Bila diperlukan, pemeriksaan tambahan juga mungkin akan dilakukan untuk memastikan penyebab batuk kering pada anak-anak.

Misalnya tes darah, rontgen dada, tes alergi, tes fungsi paru (spirometri), hingga tes refluks asam (GERD) jika dicurigai adanya refluks asam sebagai penyebab batuk.

Kapan harus ke dokter?

Jika batuk berlangsung lebih dari beberapa hari, sangat mengganggu, atau disertai dengan gejala lain seperti demam tinggi, sesak napas, atau mengi, segera konsultasikan kepada dokter. Penanganan yang tepat sangat bergantung pada penyebab yang mendasari batuk kering. Maka dari itu, sebaiknya selalu berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang sesuai.

Cara mengobati batuk kering pada anak

obat flu dan batuk untuk anak

Mengobati batuk kering pada anak-anak memerlukan langkah yang tepat, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat anak batuk kering? Berikut adalah beberapa cara yang bisa diambil untuk membantu meredakan atau mengatasi batuk kering pada anak.

1. Minum cairan yang cukup

Pastikan anak minum cukup cairan, seperti air putih, jus, atau kaldu. Cairan dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap, mengencerkan lendir, dan mengurangi iritasi.

Dorong anak untuk minum sedikit-sedikit tetapi sering, terutama jika mereka tidak mau minum dalam jumlah yang banyak sekaligus.

2. Menggunakan humidifier

Gunakan humidifier atau vaporizer di kamar anak untuk menjaga kelembapan udara, terutama saat cuaca dingin atau menggunakan AC.

Humidifier dapat menambah kelembapan udara di dalam ruangan, yang bisa meredakan iritasi pada saluran pernapasan dan tenggorokan.

3. Mengonsumsi madu

Untuk anak di atas usia 1 tahun, satu sendok teh madu bisa membantu meredakan batuk.

Madu memiliki sifat antimikroba dan menenangkan yang dapat membantu mengurangi iritasi tenggorokan dan frekuensi batuk.

Namun, jangan pernah berikan madu untuk bayi di bawah usia 1 tahun karena bisa menimbulkan botulisme pada si Kecil.

4. Mendapat istirahat yang cukup

Pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup untuk membantu mengatasi batuk kering pada anak agar tubuhnya bisa pulih dengan baik.

Ketika anak mendapatkan istirahat yang memadai, sistem kekebalan tubuhnya dapat bekerja lebih efektif dalam melawan infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

5. Menghindari iritan

Hindari paparan terhadap asap rokok, polusi udara, dan bahan kimia yang dapat memperburuk batuk.

Jika ada perokok di rumah, minta mereka untuk merokok di luar rumah dan jauh dari anak.

Selain itu, jaga kebersihan rumah dengan rutin membersihkan debu dan kurangi penggunaan produk pembersih yang mengandung bahan kimia keras.

6. Menggunakan pengobatan alergi atau asma

Jika batuk disebabkan oleh alergi atau asma, dokter mungkin meresepkan antihistamin, dekongestan, atau inhaler untuk mengontrol gejala.

Inhaler yang mengandung kortikosteroid, seperti fluticasone atau budesonide, dapat digunakan secara rutin untuk mengurangi peradangan saluran pernapasan dan mencegah serangan asma.

7. Menggunakan obat batuk dan pilek

Antihistamin seperti diphenhydramine dapat membantu meredakan batuk kering yang disebabkan oleh alergi dengan mengurangi produksi lendir dan menenangkan tenggorokan.

Sementara itu, dekongestan seperti pseudoephedrine atau phenylephrine dapat membantu mengurangi pembengkakan di saluran pernapasan.

Akan tetapi, obat batuk dan pilek ini biasanya tidak disarankan untuk anak-anak di bawah usia tertentu tanpa petunjuk dokter. Selalu konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat-obatan untuk anak.

8. Mengonsumsi makanan dan minuman hangat

Mengonsumsi makanan dan minuman hangat bisa menjadi cara yang efektif untuk meredakan batuk kering pada anak.

Makanan dan minuman hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang iritasi, mengurangi batuk, dan memberikan kenyamanan.

Berikan makanan dan minuman hangat, seperti sup atau teh herbal (tanpa kafein).

9. Meninggikan posisi tidur

Melansir dari Children’s Hospital Colorado, baik batuk berdahak maupun batuk kering, keduanya cenderung memburuk saat tubuh anak tidur berbaring,

Maka dari itu, meninggikan posisi tidur dapat membantu mengurangi batuk kering pada anak dengan cara mengurangi iritasi tenggorokan dan membantu aliran udara menjadi lebih baik.

Angkat kepala tempat tidur anak dengan menambahkan bantal ekstra untuk membantu meringankan batuk saat malam hari.

Cara mencegah batuk kering pada anak

masker anak mengenakan masker

Pencegahan batuk kering pada anak dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Berikut adalah beberapa tips pencegahan yang dapat membantu.

  • Menghindari paparan asap rokok.
  • Menjaga kebersihan tangan.
  • Melakukan imunisasi rutin.
  • Menghindari kontak dengan orang sakit.
  • Mengatasi gejala alergi.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Melakukan aktivitas fisik.
  • Menjaga istirahat yang cukup.
  • Hindari udara kering.

Dengan menjalankan langkah-langkah pencegahan di atas, Anda dapat membantu melindungi anak dari batuk kering dan menjaga kesehatan yang baik secara keseluruhan.

Kesimpulan

  • Pada anak-anak, batuk kering dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari paparan dengan pemicu alergi hingga asma.
  • Untuk mengatasinya, anak perlu minum air putih yang cukup, beristirahat, mengonsumsi madu, menggunakan humidifier, meninggikan posisi kepala saat tidur, menghindari iritan, hingga memakai obat-obatan.
  • Agar anak terhindar dari batuk kering, Anda bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dengan menjaga kebersihan diri, melakukan imunisasi secara rutin, serta menghindari pemicu alergi dan paparan asap rokok.

[embed-health-tool-vaccination-tool]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Types of Coughs in Kids. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.childrenscolorado.org/conditions-and-advice/parenting/parenting-articles/types-of-coughs/

Common Children’s Coughs Explained. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.choa.org/parent-resources/everyday-illnesses/common-kids-coughs-explained

Cough. (N.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/cough/

Colds, coughs and ear infections in children. (N.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/health/colds-coughs-and-ear-infections-in-children/

Cough. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.stlouischildrens.org/health-resources/symptom-checker/cough

Lissienko, K. (2011). Cough In Children. Retrieved 9 July 2024, from https://www.kidshealth.org.nz/cough-children

Coughs and colds in children. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.healthdirect.gov.au/coughs-and-colds-in-children

Chronic Cough in Kids. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://www.rush.edu/news/chronic-cough-kids

Diagnosing Chronic Cough. (n.d.). Retrieved 9 July 2024, from https://nyulangone.org/conditions/chronic-cough-in-children/diagnosis

Versi Terbaru

29/07/2024

Ditulis oleh Reikha Pratiwi

Ditinjau secara medis oleh dr. Aisya Fikritama, Sp.A

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

10 Cara Mengatasi Batuk pada Anak Saat Tidur agar Jadi Nyenyak

Mengenal 6 Jenis Batuk, dari yang Ringan hingga Serius


Ditinjau secara medis oleh

dr. Aisya Fikritama, Sp.A

Kesehatan anak · RS UNS Solo


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 29/07/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan