Bukan Karena Kurang Tidur, Ini 4 Penyebab Mata Panda Pada Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kantung mata membesar dan menghitam lebih sering terjadi pada orang dewasa. Ini biasanya terjadi ketika mereka kurang tidur. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada anak-anak. Mungkinkah karena penyebab yang sama? Daripada menebak-nebak, yuk, cari tahu lebih lanjut penyebab mata panda pada anak berikut ini.

Penyebab mata panda pada si kecil

Melihat tingkah dan wajah lucu anak-anak pasti membuat Anda gemas. Namun, beda reaksinya jika Anda melihat anak dengan kantung mata yang hitam dan membesar. Kondisi ini membuatnya seperti bayi panda dan Anda jadi khawatir.

Menurut Andrew J. Bernstein, MD, asisten dosen di Northwestern University sekaligus anggota dari American Academy of Pediatrics meengungkapkan, “lingkaran hitam dan kantung mata membesar pada anak, biasanya bukan kondisi yang  perlu dikhawatirkan.” Kemudian, Dr. Cindy Gellner, MD, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Metro Health Medical Center menambahkan, “penyebab mata panda pada anak, biasanya bukan karena kurang tidur.”

Lalu, apa penyebabnya? Ada banyak hal yang ternyata bisa menyebabkan kantung mata anak menghitam dan membesar, antara lain:

1. Alergi, pilek, atau flu

Penyebab mata panda pada anak kemungkinan besar disebabkan oleh hidung tersumbat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika anak terkena alergi, flu atau pilek. Saat hidung tersumbat, pembuluh darah di sekitar mata menjadi lebih besar dan lebih gelap.

Ini juga bisa terjadi ketika kelenjar adenoid yang berada di belakang lubang hidung membengkak, membuat si kecil sulit bernapas sehingga lebih sering bernapas melewati mulut.

2. Masalah kulit

Selain hidung tersumbat, masalah kulit juga bisa jadi penyebab mata panda pada anak, misalnya eksim. Gangguan kulit ini umum terjadi pada anak-anak dan menimbulkan kulit gatal.

Apalagi jika ia menggunakan produk perawatan kulit di sekitar wajah yang memicu gejala eksim, kulit dekat mata bisa terasa gatal. Bila si kecil terus menggosok area tersebut, pembengkakan dan warna kulit yang lebih gelap bisa terjadi.

3. Faktor keturunan dan warna kulit

Selain karena masalah kesehatan, penyebab mata panda pada anak yang mungkin terjadi adalah faktor genetik. Si kecil mungin mendapatkan kantung mata yang hitam dan membesar dari ayah atau ibunya.

Kondisi ini bisa juga terjadi karena si kecil memiliki kulit yang putih. Kulit di bawah mata cenderung lebih tipis dan transparan dibanding area kulit wajah lainnya. Pembuluh vena yang berada di bawah kulit sekitar mata, biasanya akan terlihat seperti lingkaran hitam, jika anak memiliki kulit yang putih.

4. Penyebab lainnya

Banyak yang mengira bahwa penyebab mata panda pada anak dikarenakan kekurangan zat besi. Namun, ahli kesehatan sepakat bahwa itu tidak benar. Anak-anak yang memiliki kondisi ini biasanya memiliki kebiasaan menggosok mata secara berlebihan karena kelelahan.

Bisa juga terjadi akibat terjadinya retensi cairan pada tubuh anak. Retensi cairan (edema) adalah pembengkakan di sekitar tubuh akibat bocornya cairan dari pembuluh darah ke jaringan tubuh atau terlalu banyak mengonsumsi makanan asin.

Haruskah pergi ke dokter?

Jika Anda belum tahu apa penyebab mata panda pada anak secara pasti, jangan sungkan untuk pergi ke dokter. Ini jauh lebih aman daripada Anda menyepelekannya. Dokter juga akan membantu Anda untuk mengatasi mata panda pada anak sekaligus mengatasi masalah medis yang mendasarinya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

Ruam Popok

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 13 menit

Anophthalmia

Anophthalmia adalah salah satu cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
gigi bayi mau tumbuh

Teething

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
5 Penyebab Bayi Kurus

5 Hal Utama yang Jadi Penyebab Bayi Kurus

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit