Memahami Panas Dalam pada Anak dan Pilihan Obat yang Tepat

    Memahami Panas Dalam pada Anak dan Pilihan Obat yang Tepat

    Panas dalam bukan hanya dapat dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Namun, pengobatan panas dalam pada anak mungkin bisa berbeda dari orang dewasa. Oleh karena itu, berikut ini akan dijelaskan beberapa pilihan obat panas dalam untuk anak-anak.

    Apa gejala panas dalam pada anak?

    Panas dalam sendiri sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala dari kondisi yang sedang terjadi pada mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan.

    Istilah panas dalam digunakan untuk menggambarkan sensasi panas dan dingin yang sering kali timbul saat mengalami kumpulan gejala tersebut.

    Gejala-gejala panas dalam, termasuk pada anak. umumnya sebagai berikut.

    • Sakit tenggorokan, terasa kering atau panas.
    • Bibir pecah-pecah.
    • Sariawan.
    • Sakit gigi.
    • Badan pegal-pegal.
    • Diare.
    • Badan terasa mengeluarkan panas.
    • Sensasi terbakar di dada.

    Namun, beberapa gejala lain juga bisa menyertai, tergantung kondisi penyebabnya.

    Kapan anak harus dibawa ke dokter?

    tanda difteri pada anak

    Meski umumnya bukan disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, gejala panas dalam juga bisa menandakan penyakit serius.

    Melansir dari Mayo Clinic, sebaiknya periksakan anak ke dokter jika timbul gejala sebagai berikut.

    • Kesulitan bernapas.
    • Terus meneteskan air liur.
    • Kesulitan menelan, termasuk menelan cairan.

    Pemeriksaan perlu segera dilakukan jika anak Anda sudah mengalami panas dalam lebih dari seminggu dan juga disertai gejala-gejala berikut ini.

    • Demam.
    • Amandel anak bengkak dan kemerahan.
    • Bercak putih atau nanah di bagian belakang tenggorokan.
    • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
    • Air liur atau dahak mengandung darah.
    • Ruam pada kulit.
    • Suara serak.
    • Gejala dehidrasi pada anak, seperti jarang buang air kecil, bibir kering, atau menangis tanpa keluar air mata.

    Apa penyebab panas dalam pada anak?

    Sebagian besar kasus panas dalam pada anak disebabkan oleh infeksi virus.

    Jenis virus yang paling sering menimbulkan gejala panas dalam, yaitu virus penyebab pilek. Virus ini biasanya menimbulkan gejala berupa nyeri atau sakit tenggorokan.

    Namun, infeksi bakteri juga bisa menimbulkan gejala yang sama. Umumnya, infeksi ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan disebut dengan radang tenggorokan.

    Jika tidak ditangani, radang tenggorokan pada anak bisa memicu terjadinya komplikasi berupa demam rematik.

    Selain infeksi virus atau bakteri, sejumlah kondisi lain juga bisa menimbulkan gejala panas dalam pada anak, seperti tonsilitis dan demam kelenjar (glandular fever).

    Berbagai obat panas dalam pada anak secara alami di rumah

    kebutuhan cairan anak balita

    Gejala panas dalam ringan pada anak umumnya bisa mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.

    Namun, ada beberapa bahan di rumah yang bisa Anda gunakan sebagai obat untuk membantu meredakan gejala panas dalam secara alami pada anak Anda. Berikut di antaranya.

    1. Air putih

    Air putih adalah salah satu bahan alami terbaik untuk membantu mengatasi panas dalam pada anak.

    Pastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup setiap hari untuk membantu melegakan gejala pada tenggorokan dan menjaga hidrasi tubuh.

    Anda bisa memberikan air hangat untuk membantu meredakan sakit tenggorokan.

    Namun, jika anak mengalami demam, air yang dingin atau sejuk bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

    2. Air garam

    Bagi anak di atas usia 6 tahun yang sudah bisa berkumur, air larutan garam bisa digunakan untuk membantu mengatasi gejala sakit tenggorokan akibat panas dalam.

    Caranya, larutkan satu sendok teh garam ke dalam air hangat. Lalu, gunakan air ini untuk berkumur selama beberapa menit.

    Meski tidak dapat langsung meredakan sakit tenggorokan, larutan garam bisa membantu membunuh bakteri di tenggorokan dan mengencerkan dahak.

    Rasa nyeri di tenggorokan anak pun perlahan akan mereda.

    3. Madu

    Selain larutan garam, madu juga bisa membantu membunuh bakteri dan virus penyebab infeksi di tenggorokan anak.

    Khasiat ini membuat madu bisa membantu mengatasi gejala panas dalam akibat bakteri serta yang terjadi karena infeksi virus, seperti batuk dan flu pada anak.

    Anda dapat memberikan madu secara langsung kepada anak atau mencampurkannya dengan air hangat atau teh.

    Akan tetapi, perlu diingat bahwa madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia kurang dari 1 tahun karena bisa memicu botulisme.

    4. Jus lemon

    lemon dan madu

    Sama dengan air garam dan madu, lemon bisa membantu mengencerkan dahak dan meredakan sakit tenggorokan.

    Bukan hanya itu, lemon juga mengandung vitamin C yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bisa berfungsi lebih baik dalam melawan penyebab infeksi.

    Untuk memberikan lemon kepada anak, Anda bisa mencampurkan satu sendok teh jus lemon ke dalam air hangat, untuk kemudian diminum oleh anak Anda.

    5. Teh herbal

    Seperti yang diketahui, teh memiliki jenis yang berbeda-beda. Namun, tahukah Anda jika beberapa jenis teh bisa membantu meredakan sakit tenggorokan?

    Sebagai contoh, teh cengkeh dan teh hijau mengandung antibakteri dan antiperadangan yang bisa membantu melawan dan meredakan infeksi.

    Sementara itu, teh chamomile, teh raspberry, dan teh peppermint juga bisa meredakan peradangan dan rasa nyeri.

    Namun, jika anak Anda juga mengalami kesulitan bicara akibat suara menjadi serak, teh chamomile bisa menjadi pilihan terbaik untuk membantu melegakan tenggorokan secara alami.

    6. Bawang putih

    Bawang putih diketahui secara alami memiliki zat antibakteri, yaitu allicin yang mampu melawan penyebab infeksi di dalam tubuh.

    Untuk menggunakan bawah putih sebagai obat panas dalam pada anak, Anda bisa dengan mudah menambahkan bawah putih segar ke dalam makanan.

    Namun, Anda juga bisa meminta anak untuk menghisap atau mengunyah sedikit bawang putih secara langsung.

    Bila ada, untuk pilihan yang lebih nyaman bagi anak, Anda juga bisa mencari suplemen yang mengandung bawang putih sebagai gantinya. Konsultasikan kepada dokter untuk penggunaan suplemen ini.

    7. Jahe

    Rasa jahe yang pedas dan hangat di tenggorokan umumnya bisa membuat sakit tenggorokan terasa lebih nyaman.

    Namun, ternyata jahe juga bisa memiliki fungsi antiperadangan serta meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bisa membantu mengatasi infeksi penyebab sakit tenggorokan.

    Anak-anak umumnya tidak menyukai rasa pedas. Namun, Anda bisa mengakalinya dengan mencampurkan jahe ke dalam makanan, seperti sebagai bumbu makanan atau campuran teh hangat yang manis.

    Obat-obatan medis untuk mengatasi panas dalam pada anak

    h booster

    Jika panas dalam tidak kunjung reda dengan pengobatan alami, maka solusi terbaik adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter.

    Dokter umumnya akan memberikan obat-obatan untuk anak yang sesuai dengan kondisi penyebab timbulnya gejala panas dalam.

    Gejala sariawan pada anak mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman yang sangat mengganggu. Terkadang anak juga bisa menjadi rewel karena nyeri di mulutnya.

    Anda dapat membantu meredakan rasa nyeri menggunakan paracetamol di rumah.

    Bila gejala timbul akibat infeksi virus, dokter cukup memberikan paracetamol untuk membantu meredakan gejala, seperti demam dan nyeri tenggorokan.

    Namun jika diperlukan, dokter mungkin juga akan memberikan pereda tenggorokan, seperti permen hisap atau semprotan tenggorokan.

    Sementara itu, jika infeksi terjadi akibat bakteri, maka obat antibiotik perlu digunakan untuk membantu membunuh bakteri.

    Perlu diingat untuk menggunakan antibiotik sampai habis sesuai anjuran dari dokter untuk mencegah terjadinya kekambuhan atau kekebalan bakteri terhadap obat (resistensi bakteri).

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Srivastava JK, Shankar E, Gupta S. Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future. Mol Med Rep. 2010 Nov 1;3(6):895-901. https://doi.org/10.3892/mmr.2010.377

    Paul IM, Beiler J, McMonagle A, Shaffer ML, Duda L, Berlin CM Jr. Effect of honey, dextromethorphan, and no treatment on nocturnal cough and sleep quality for coughing children and their parents. Arch Pediatr Adolesc Med. 2007 Dec;161(12):1140-6. https://doi.org/10.1001/archpedi.161.12.1140 

    What Do ‘Heaty’ and ‘Cooling’ Really Mean? (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.healthhub.sg/live-healthy/800/Heaty-and-cooling-09Nov2015-NHG

    6 At-Home Remedies to Ease Your Sore Throat. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/february/sore-throat

    Sore Throat (Viral). (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.nationwidechildrens.org/conditions/sore-throat

    AboutKidsHealth. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=748&language=english

    First Aid: Sore Throat (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/sore-throat-sheet.html

    Site designed and developed bka interactive ltd, N. (2022). Sore throat in children | Health Navigator NZ. Retrieved 19 July 2022, from https://www.healthnavigator.org.nz/health-a-z/s/sore-throat-children/

    Sore throat. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/sore-throat

    Sore Throat. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/sore-throat/

    Sore throat in children. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/symptom-checker/sore-throat-in-children-child/related-factors/itt-20009075

    Batiha GE, Alkazmi LM, Wasef LG, Beshbishy AM, Nadwa EH, Rashwan EK. Syzygium aromaticum L. (Myrtaceae): Traditional Uses, Bioactive Chemical Constituents, Pharmacological and Toxicological Activities. Biomolecules. 2020 Jan 30;10(2):202. https://doi.org/10.3390/biom10020202

    Jafari H, Ariaeifar MR, Yazdani Charati J, Soleimani A, Nasiri Formi E. The Effect of Green Tea Gargle Solution on Sore Throat After Coronary Artery Bypass Grafting: A Randomized Clinical Trial. Anesth Pain Med. 2016 May 9;6(3):e32108. https://doi.org/10.5812/aapm.32108

    Chakraborty, P., Ali, S., Kaushik, S., Ray, R.N., Yadav, R., Rai, M., Singh, D., Bhakat, A., Singh, V., John, Das, K., Prasad, V.G., Nain, S.P., Singh, M.B., Chandra, P., Singh, D.K., Rai, Y., Singh, P., Singh, O., Singh, A.K., Shah, M., Pradhan, P., Bavaskar, R., Debata, L., Nayak, C., Singh, V., & Singh, K.N. (2011). Curcuma longa – A multicentric clinical verification studyIndian Journal of Research in Homoeopathy, 5, 19.

    Semwal RB, Semwal DK, Combrinck S, Viljoen AM. Gingerols and shogaols: Important nutraceutical principles from ginger. Phytochemistry. 2015 Sep;117:554-568. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2015.07.012

    Mashhadi NS, Ghiasvand R, Askari G, Hariri M, Darvishi L, Mofid MR. Anti-oxidative and anti-inflammatory effects of ginger in health and physical activity: review of current evidence. Int J Prev Med. 2013 Apr;4(Suppl 1):S36-42.

    Liu Q, Meng X, Li Y, Zhao CN, Tang GY, Li HB. Antibacterial and Antifungal Activities of Spices. Int J Mol Sci. 2017 Jun 16;18(6):1283. https://doi.org/10.3390/ijms18061283

    Agarwal, A., Gupta, D., Yadav, G., Goyal, P., Singh, P., & Singh, U. (2009). An Evaluation of the Efficacy of Licorice Gargle for Attenuating Postoperative Sore Throat: A Prospective, Randomized, Single-Blind Study. Anesthesia &Amp; Analgesia109(1), 77-81. https://doi.org/10.1213/ane.0b013e3181a6ad47

    Wijesundara, N., & Rupasinghe, H. (2019). Herbal Tea for the Management of Pharyngitis: Inhibition of Streptococcus pyogenes Growth and Biofilm Formation by Herbal Infusions. Biomedicines7(3), 63. https://doi.org/10.3390/biomedicines7030063

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Aug 16
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita