Mengenal Kelebihan Sel Darah Putih pada Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020
Bagikan sekarang

Leukositosis merupakan sebuah keadaan di mana jumlah sel darah putih meningkat lebih dari normal. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang sedang sakit bahkan pada bayi yaitu ketika sel darah putih yang meningkat bisa menjadi pertanda respon tubuh untuk melawan infeksi.

Kondisi ini tidak selalu berbahaya, namun dalam kasus yang jarang terjadi bisa berujung pada komplikasi yang jika dialami oleh bayi bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan organ tubuhnya. Lantas, apa saja penyebab tingginya sel darah putih pada bayi?

Berapa kadar sel darah putih yang normal pada bayi?

kelebihan darah putih pada bayi
Sumber: VeryWellHealth

Dari standar yang ditetapkan oleh American Association of Family Physician (AAFP), bayi yang baru lahir dikatakan memiliki sel darah putih yang normal jika jumlahnya masih pada kisaran 13.000 – 38.000/mm3.

Sedangkan pada bayi dan anak-anak kadar normalnya adalah 5.000 – 20.000/mm3. Jika melewati batas maksimal, maka bisa dikatakan bayi mengalami leukositosis.

Terdapat lima jenis kondisi leukositosis yang berbeda-beda, berikut di antaranya:

  • Neutrofilia: neutrofil adalah sel darah putih yang bisa menghancurkan bakteri dan jamur yang memakan sekitar 40 – 60% dari keseluruhan sel darah putih. Kelebihan neutrofil ini merupakan jenis leukositosis yang paling umum.
  • Limfositosis: limfosit menghasilkan antibodi yang dapat melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan berbagai ancaman kesehatan lainnya.
  • Monositosis: kelebihan monosit yang berfungsi untuk menghanvurkan kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
  • Eosinophilia: kelebihan eosinofil yang bertugas sebagai penghancur parasite dan sel kanker.
  • Basofilia: kelebihan basophil yang berfungsi untuk memasukkan sebuah zat kimia lewat aliran darah untuk melawan alergi.

Apa penyebab tingginya sel darah putih pada bayi?

kelainan kongenital cacat bawaan pada bayi baru lahir

Pada bayi yang baru lahir, kelebihan sel darah putih bisa disebabkan oleh berbagai kondisi yang mulai muncul saat masa kehamilan.

Beberapa di antaranya termasuk penjepitan tali pusat yang terlambat dan bisa juga disebabkan oleh penyakit yang diwariskan dari orang tua. Ibu yang mengalami diabetes gestasional juga berisiko melahirkan bayi dengan sel darah putih yang berlebih.

Beberapa kondisi seperti sepsis neonatal juga bisa membuat sel darah putih melonjak tinggi. Sepsis neonatal merupakan infeksi darah yang menyerang bayi berusia kurang dari 90 hari. Pada bayi yang baru lahir, kondisi ini bisa terlihat pada minggu pertama kehidupan.

Sepsis neonatal bisa disebabkan oleh bakteri seperti E coli, listeria, serta beberapa jenis streptococcus. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tubuh akan memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Perlawanan terhadap bakteri inilah yang dapat memicu leukositosis.

Selain itu, bayi down syndrome turut berisiko mengalami leukositosis atau neutrophilia, sebuah keadaan di mana sel darah putih bisa mencapai 40 sampai 60 persen di dalam tubuh. Biasanya kondisi ini muncul selama periode postnatal.

Faktor lainnya adalah kurangnya oksigen yang dikirimkan ke jaringan di dalam tubuh janin.

Dalam beberapa kasus leukositosis bersifat sementara, tapi bisa juga berujung pada risiko leukemia akut.

Kelebihan sel darah putih pada bayi juga dapat menyebabkan sindrom hiperviskositas, di mana darah tidak dapat mengalir dengan lancar di dalam arteri karena adanya salah satu sel darah yang berlebih.

Jika terjadi, bagaimana penanganannya?

Perdarahan Bayi yang Baru Lahir: Akibat Kekurangan Vitamin K

Sebenarnya, sel darah putih bisa kembali menjadi normal lagi setelah kondisi yang menyebabkannya hilang, salah satunya ketika sembuh dari demam.

Untuk mengurangi ketebalan sel darah putih sekaligus menghilangkan hidrasi, Anda mungkin akan disarankan untuk lebih sering menyusui bayi. Bila bayi tidak mau merespon saat pemberian ASI, cairan intravena bisa menjadi pilihan.

Namun jika kelebihan sel darah putih menimbulkan masalah seperti hiperviskositas, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani transfusi pertukaran sebagian.

Terutama jika kondisi hiperviskositas pada bayi termasuk parah, prosedur transfusi pertukaran sebagian pun harus dilakukan.

Lewat prosedur ini, sejumlah kecil sel darah akan dihapus dengan perlahan dan dimasukkan obat cairan yang akan mengurangi jumlah total sel darah putih. Hal ini dilakukan supaya kekentalan darah berkurang dan darah bisa mengalir dengan lancar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

sel darah putih rendah

Pantangan Makanan Jika Jumlah Sel Darah Putih Rendah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 01/01/1970