Bayi Susah BAB: Ketahui Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sembelit atau konstipasi bisa dialami oleh semua kalangan, termasuk bayi. Pada banyak kasus, susah buang air besar (BAB) pada bayi sering dialami saat peralihan ke makananan pendamping ASI (MPASI). Namun, ada beberapa faktor lain yang jadi penyebab si kecil susah BAB. Berikut penjelasan lengkap seputar susah BAB pada bayi, dari gejala, penyebab, sampai cara mengatasi.

 

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Tanda dan gejala bayi susah BAB

bayi 6 bulan susah bab

Mengutip dari Nationwide Children’s, sembelit atau konstipasi pada bayi usia di bawah satu tahun adalah hal umum. 

Untuk menilai apakah bayi mengalami sembelit, Anda perlu memperhatikan apakah pola buang air besarnya berubah.

Ada beberapa tanda umum jika bayi mengalami sembelit yang bisa ibu ketahui, yaitu

  • Frekuensi BAB tidak seperti biasanya, hanya satu atau tiga hari sekali
  • Saat BAB ia mengejan dan butuh waktu 10 menit untuk mengeluarkannya
  • Lebih rewel dari biasanya
  • Feses bayi keras dan kering seperti kerikil
  • Menangis sampai melengkungkan punggung
  • Perut keras dan bengkak karena berisi gas

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, sembelit bisa disebabkan masalah pada usus besar bagian bawah.

Penyebab bayi bisa mengalami susah BAB

bayi 6 bulan susah bab

Sembelit, yang termasuk gangguan pencernaan, merupakan hal yang wajar, terutama saat awal ia menerima MPASI. Sebelumnya, mungkin bayi Anda tampak tak pernah kesulitan saat BAB. 

Namun selain saat peralihan MPASI, konstipasi pada bayi juga bisa disebabkan beberapa hal, yaitu:

1. Makanan MPASI

Bayi 6 bulan biasanya mengalami susah BAB karena baru mengenal MPASI. Ketika baru mengenal makanan atau MPASI, tubuhnya membutuhkan waktu beradaptasi untuk mencerna jenis makanan yang baru.

Pada masa ini, biasanya sembelit yang dialami bayi cenderung ringan.  Namun, jika MPASI yang diberikan cenderung rendah serat atau makanan tertentu, juga bisa menjadi alasan bayi mengalami sembelit.

Beberapa makanan yang bisa membuat bayi sembelit, seperti sereal beras, susu sapi, pisang, pasta putih, dan roti.

2. Kekurangan cairan menyebabkan bayi susah BAB

Orang dewasa, anak-anak, hingga bayi membutuhkan cukup cairan agar organ di dalam tubuhnya berfungsi dengan baik. Termasuk bayi yang  tetap membutuhkan asupan cairan. 

Bila kekurangan cairan, bayi bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini bisa memicu respons tubuh dengan menyerap lebih banyak cairan dari apapun yang ia makan dan minum, bahkan dari kotoran di dalam ususnya.

Hal ini menyebabkan feses bayi keras dan kering, sehingga susah untuk dikeluarkan. 

3. Muntaber

Bayi berusia di bawah satu tahun yang mengalami muntaber (muntah dan diare) atau flu perut bisa mengalami dehidrasi dan susah BAB.

Ketika ada banyak cairan yang keluar dari tubuh bayi karena muntah dan diare, sangat mungkin bayi Anda mengalami sembelit.

4. Perubahan lingkungan atau suasana

Bayi mungkin saja mengalami stres sehingga membuatnya susah buang air besar. Stres bisa dipicu dari situasi yang membuatnya tidak nyaman, lingkungan baru, perubahan cuaca, ataupun traveling

Beberapa hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatannya secara keseluruhan, termasuk kelancaran sistem pencernaan.

Cara mengatasi susah BAB pada bayi

perut bayi bunyi

Ada beragam kemungkinan bayi mengalami sembelit. Jangan cemas dulu, ada cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi bayi yang susah BAB.

1. Ubah menu MPASI untuk mengurangi bayi susah BAB

Susah BAB, salah satu masalah yang paling umum ketika bayi 6 bulan baru masuk MPASI. Maka itu, mungkin banyak gangguan pencernaan yang bisa terjadi karena pola dan tekstur makanannya berubah.

Tentu saja, saat masuk 6 bulan bayi sudah harus dikenalkan dengan beragam sumber makanan, salah satunya serat. Konsumsi serat mampu membantu atasi si kecil susah BAB.

Nah, supaya anak terbiasa makan serat, ibu bisa mengkreasikan menu makanan berserat tinggi dari sekarang.

Ketika si kecil mengalami sembelit, ibu bisa mengubah menu MPASI untuknya. 

Dikatakan juga dalam jurnal Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, meski pengobatan bisa mengatasi masalah sembelit pada anak atau bayi, pola makan anak termasuk menunya juga perlu diubah. Ini merupakan cara yang sangat membantu mengatasi bayi susah BAB.

Ada beberapa makanan tinggi serat yang bisa ibu berikan kepada bayi berusia 6 bulan untuk mengatasi masalah susah BAB. 

Ibu bisa menyertakan sumber makanan lain dalam mengkreasikan makanan untuk anak sembelit, seperti brokoli, buah pir, persik, dan apel yang sudah dikupas.

2. Pastikan asupan cairan tercukupi

Hidrasi sangat penting untuk mencegah bayi mengalami susah BAB. Tubuh membutuhkan cukup air untuk mencerna makanan.

Cairan juga menjaga fungsi organ agar bekerja dengan optimal. Maka itu, berikan bayi susu dan air untuk mencukupi kebutuhan cairan bayi.

Sesekali, ibu bisa memberikan jus buah pir untuk mempercepat pergerakan usus, sehingga membantu BAB-nya lebih cepat.

Mengutip dari Mayo Clinic, Anda bisa memberikan jus apel atau pir dalam sehari sebagai pengganti cairan. Jus ini mengandung sorbitol, pemanis yang bertindak seperti pencahar. 

Berikan 60-120 ml jus dalam sehari dan sesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

3. Picu ia bergerak lebih banyak 

Pada dasarnya, aktivitas fisik dapat melancarkan sistem pencernaan. Saat tubuh aktif bergerak, aliran darah meningkat ke usus besar, sehingga mendorong pergerakan usus mengeluarkan feses untuk menangani sembelit.

Ibu tentu bisa membuat bayi lebih banyak gerak untuk mengatasi masalah susah BAB.

Sebagai contoh, mengajaknya untuk merangkak lebih sering atau mengajarinya berjalan.

Alternatif lainnya, cobalah baringkan bayi dan secara perlahan gerakkan kakinya ke depan secara melingkar, ibarat ia sedang mengayuh sepeda.

Lakukan ini beberapa menit untuk membantu pergerakan sistem pencernaannya.

4. Pijat perut bayi

Untuk mengatasi sembelit pada bayi ibu bisa melakukan pijatan lembut pada perutnya secara lembut, terutama pada bagian bawah perut. Ibu juga bisa mempraktikkan pijatan “I Love You” atau gerakan I-L-U pada perut si kecil.

Pertama, Ibu bisa menggambar huruf ‘I’ pada sisi kiri perut bayi. Kemudian pijat dengan membentuk huruf ‘L’ terbalik dari sisi kanan sepanjang tulang rusuknya dan bergerak lurus ke arah bawah.

Pijat bayi membentuk huruf ‘U’ terbalik dimulai dari perut kanan bagian bawah, lalu naik ke arah pusar, dan berakhir ke sisi perut bawah sebelah kiri.

Cara ini bisa menstimulasi untuk meningkatkan pergerakan ususnya dan membantu mengatasi susah BAB pada bayi.

Ibu bisa melakukan empat langkah di atas untuk mengatasi susah BAB pada si kecil.

Jangan lupa, ibu perlu selalu perhatikan kondisi kesehatan pencernaan si kecil. Selain susah BAB, ada banyak gangguan pencernaan yang bisa terjadi.

Bila ada gangguan pencernaan lainnya, tangani segera sesuai gejala atau konsultasikan ke dokter anak segera.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

BAB Berdarah pada Bayi: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

BAB berdarah memang bikin khawatir. Namun, Anda bisa mengatasi BAB berdarah pada bayi dengan beberapa cara, baik yang dilakukan sendiri maupun secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit

4 Cara Jitu Mengatasi Sembelit pada Anak

Bayi dan anak-anak yang mengalami sembelit pada membuat Anda khawatir. Simak cara mengatasi sembelit pada anak sekaligus obat untuk anak yang aman diminum.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Pencernaan pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 23 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit

Makan Makanan Berserat Bikin Bayi Sembelit, Mitos Atau Fakta?

Ada mitos yang beredar di masyarakat mengatakan bayi tidak boleh dulu makan makanan berserat untuk MPASI-nya karena justru bikin bayi sembelit. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 14 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Anak Sering BAB di Celana? Bisa Jadi Gejala Enkopresis Fungsional

Enkopresis fungsional atau disebut juga dengan inkontinensia fekal adalah keluarnya feses secara tidak sengaja. Apakah penyebabnya? Bagaimana gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 16 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pencahar untuk anak sembelit

Bolehkah Pakai Obat Pencahar untuk Mengatasi Sembelit pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
bayi sering mengejan atau ngeden

Bayi Sering Mengejan Akibat Sembelit, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
resep mpasi untuk bayi sembelit

Resep MPASI untuk Bayi yang Sembelit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit