Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tumor Wilms, Masalah Kesehatan yang Menyerang Ginjal Anak

Apa itu tumor wilms?|Gejala tumor wilms|Penyebab tumor wilms|Faktor yang meningkatkan risiko anak terkena tumor wilms|Cara mendiagnosis tumor wilms|Pengobatan tumor wilms
Tumor Wilms, Masalah Kesehatan yang Menyerang Ginjal Anak

Ada banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi pada anak-anak, salah satunya adalah tumor wilms atau nefroblastoma. Meski termasuk penyakit langka, nefroblastoma tetap bisa menyerang anak dengan berbagai kemungkinannya. Berikut ulasan lengkap seputar tumor yang menyerang fungsi ginjal ini.

Apa itu tumor wilms?

penyakit ginjal pada anak

Mengutip dari Mayo Clinic, tumor wilms atau nefroblastoma adalah jenis penyakit ginjal yang sering menyerang anak usia 3-4 tahun. Tumor ini termasuk ke dalam salah satu jenis kanker ginjal.

Nefroblastoma termasuk penyakit langka yang bisa anak alami sebelum menginjak usia 5 tahun. Meski begitu, tumor wilms termasuk salah satu jenis tumor yang paling sering anak-anak alami.

Mengutip dari American Cancer Society, 9 dari 10 kasus kanker pada anak adalah tumor wilms.

Biasanya, sel tumor akan tumbuh pada salah satu ginjal saja, tetapi tidak menutup kemungkinan tumbuh di keduanya.

Tumor ini terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan tampilannya dari bawah mikroskop atau histologi, mengutip dari American Cancer Society.

Histologi anaplastik

Pada tampilan ini, wujud sel kanker sangat bervariasi dan inti sel yang mengandung DNA cenderung sangat besar atau anaplasia.

Secara umum, tumor tempat anaplasia menyebar ke seluruh bagian tumor (anaplasia difus) lebih sulit untuk dokter obati.

Histologi aktif

Kelompok tumor wilms yang satu ini memiliki nama lain histologi yang ‘menguntungkan’. Alasannya, sel kanker ini memang tidak terlihat normal, tetapi tidak ada anaplasia pada tumor.

Sekitar 9 dari 10 kasus tumor wilms pada anak adalah histologi aktif dan pengobatannya lebih mudah.

Gejala tumor wilms

kanker ginjal anak dewasa

Tanda dan gejala nefroblastoma tidak terlalu spesifik, bahkan terkadang anak-anak tidak merasakan ciri yang berarti.

Namun, kebanyakan anak dengan tumor wilms akan mengalami gejala seperti:

Nefroblastoma memiliki ukuran yang cukup besar, tetapi biasanya tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain. Dokter akan lebih mudah menanganinya bila sel kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain.

Penyebab tumor wilms

darurat ginjal kronis pada anak

Belum begitu jelas penyebab tumor wilms, tetapi ada faktor DNA berperan dalam kondisi ini. Pertumbuhan DNA yang tidak sempurna adalah salah satu penyebab nefroblastoma yang paling utama.

Mengutip dari Mayo Clinic, saat ada kesalahan dalam pertumbuhan DNA, itu adalah saatnya sel kanker memulai penyakit ini.

Kesalahan dalam pertumbuhan DNA memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah secara tidak terkedali. Sel tersebut akan terus hidup ketika sel lain mati.

Sel-sel yang hidup dan mati ini akan terkumpul dan membentuk tumor. Pada kasus tumor wilms, proses ini terjadi pada sel ginjal.

Mengutip dari Medlineplus, tumor yang muncul dari jaringan ginjal yang belum matang tidak akan berkembang dengan baik.

Jaringan ini bernama nephrogenic rest yang berkembang menjadi tumor.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, kesalahan pada DNA ini bisa membuat orangtua menurunkan nefroblastoma ke anak.

Namun, kebanyakan kasus menemukan tidak ada hubungan antara orangtua dan anak bisa menyebabkan kanker dan berujung pada tumor.

Faktor yang meningkatkan risiko anak terkena tumor wilms

Medulloblastoma tumor otak pada anak

Selain faktor genetik, ada beberapa kondisi kelainan bawaan yang bisa meningkatkan risiko nefroblastoma atau tumor wilms pada anak. Berikut beberapa kondisinya.

  • Aniridia, iris atau bagian bawah mata hilang sebagian bahkan bisa seluruhnya.
  • Hemihipertrofia, salah satu sisi tubuh lebih besar dari lainnya.
  • Sindrom WAGR, gabungan aniridia, kelainan pada sistem kemih dan kelamin, dan gangguan mental.
  • Sindrom Denys-Drash, gabungan penyakit ginjal dan kelainan pada testis laki-laki yang menyerupai vagina perempuan.
  • Beckwith-Wiedemann syndrome, tubuh anak lebih besar dari lainnya (makrosomia) dengan perut yang menonjol, lidah besar, dan kelainan telinga.
  • Hepatoblastoma, jenis kanker hati.

Segera konsultasikan ke dokter bila anak memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko di atas.

Cara mendiagnosis tumor wilms

tumor otak pada anak

Mengutip dari Kids Health, dokter akan menggunakan beberapa cara untuk mendiagnosis nefroblastoma pada anak.

  • USG perut, biasanya ini adalah tes pertama untuk melihat kondisi ginjal.
  • CT scan, untuk menemukan tumor dan melihat sel kanker sudah menyebar atau belum.
  • MRI, melihat apakah kanker ada di pembuluh darah utama dekat ginjal.
  • Sinar-X, mencari area sel kanker yang sudah menyebar, terutama paru-paru.
  • Tes darah dan urine, memeriksa sel darah merah dan putih anak yang rendah.

Pemeriksaan ini akan mulai dokter lakukan saat ibu sudah melakukan konsultasi dan anak memiliki berbagai gejala serta faktor risiko nefroblastoma.

Pengobatan tumor wilms

pengaturan makan untuk penyakit gagal ginjal pada anak

Perawatan dan pengobatan kanker tergantung pada berbagai hal, tetapi yang paling penting adalah mendeteksi stadium kanker.

Dokter akan memantau luasnya tumor wilms pada ginjal anak. Tumor yang sangat agresif akan mendapatkan pengobatan intensif.

Berikut beberapa tahapan yang paling umum dalam nefroblastoma.

  • Stadium I, dokter menemukan kanker pada 1 ginjal dan bisa diangkat dengan operasi.
  • Stadium II, kanker menyebar ke luar ginjal, tetapi masih dapat diambil lewat prosedur pembedahan.
  • Stadium III, kanker belum menyebar ke luar perut.

Mengutip dari Kids Health, 41 persen kasus tumor wilms adalah stadium I, sedangkan 23 persen lainnya adalah stadium II dan III.

Dalam proses operasi, dokter akan mengangkat beberapa bagian, seperti:

  • tumor,
  • ginjal yang terinfeksi,
  • ureter (tabung yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih),
  • kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal, serta
  • jaringan lemak.

Kalau tumor tumbuh pada kedua ginjal, dokter bedah akan mengambil sel kanker sebanyak mungkin yang menempel. Kemudian memelihara jaringan ginjal yang sehat untuk menghindari transplantasi ginjal.

Biasanya, prosedur operasi pengangkatan tumor akan lanjut dengan kemoterapi.

Orangtua mungkin merasa khawatir saat anak selesai melakukan perawatan di rumah sakit. Namun, perawatan pada anak dengan kondisi tumor wilms tidak perlu nutrisi khusus.

Saat terapi selesai, petugas medis akan menjadwalkan tes lanjutan, seperti:

  • CT scan pada dada,
  • tes darah, dan
  • pemeriksaan fisik.

Kalau kanker muncul kembali, pengobatan akan mengacu pada perawatan sebelumnya. Meski begitu, tumor wilms biasanya tidak akan muncul kembali. Setidaknya anak akan bebas dari kanker setelah 2 tahun pengobatan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wilms Tumor and Other Childhood Kidney Tumors Treatment (PDQ®)–Health Professional Version. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://www.cancer.gov/types/kidney/hp/wilms-treatment-pdq

Wilms Tumor (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/wilms.html

Conditions, G. (2020). Wilms tumor: MedlinePlus Genetics. Retrieved 14 April 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/wilms-tumor/

What Are Wilms Tumors?. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://www.cancer.org/cancer/wilms-tumor/about/what-is-wilms-tumor.html

Leslie, S., Sajjad, H., & Murphy, P. (2021). Wilms Tumor. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK442004/

Wilms’ tumor – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 14 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/wilms-tumor/symptoms-causes/syc-20352655

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 18/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita