Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Jitu Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit

Tips Jitu Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit

Saat sedang sakit anak bisa kehilangan nafsu makan sehingga asupan makanannya berkurang dari biasanya. Sekalipun telah sembuh, nafsu makan anak pun tidak langsung kembali seperti semula. Jika khawatir berat badan si kecil semakin turun dan kebutuhan gizinya tak cukup terpenuhi, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk pelan-pelan mengembalikan nafsu makan anak seperti sedia kala.

Cara mengembalikan nafsu makan anak setelah sakit

Meskipun setelah sehat nafsu makan anak bisa kembali meningkat, dalam masa pemulihan tubuh anak membutuhkan waktu untuk kembali membiasakan diri menerima asupan makanan yang lebih banyak. Apalagi ketika anak sakit dalam waktu yang lama, anak akan kesulitan menghabiskan makanan dalam porsi besar.

Setelah pulih, tubuh anak juga biasanya masih dalam proses pemulihan sehingga sering kali anak masih merasakan beberapa gejala yang mengganggu. Agar anak kembali terbiasa makan dalam porsi yang ideal, Anda bisa menerapkan langkah-langkah mengembalikan nafsu makan anak seperti berikut ini.

1. Menambah porsi makan sedikit demi sedikit

Sebagai langkah awal untuk mengembalikan nafsu makan, sebaiknya Anda tidak memaksakan anak untuk langsung makan dalam porsi besar. Pada anak yang baru sembuh dari penyakit yang menyerang tenggorokan, biasanya masih kesulitan untuk menelan sehingga anak susah makan.

Langsung memberikan makanan dalam porsi banyak justru bisa membuat anak trauma sehingga bisa semakin menurunkan selera makannya. Hargailah keinginan dan pendapatnya terlebih dulu dengan mengikuti seberapa banyak asupan makanan yang sanggup ditelannya. Setelah itu, Anda bisa menambah sedikit demi sedikit porsi makanan anak hingga sampai pada porsi idealnya.

Selama proses makan, cipatakanlah suasana yang tenang dan menyenangkan. Sebaiknya Anda tidak terus mendorong anak untuk makan ketika ia kesulitan untuk menguyah.

Anda juga sebaiknya tidak terlalu membujuk anak untuk makan dengan iming-iming mainan. Cara ini justru dapat merusak kosentrasi anak saat makan. Biarkan anak mengunyah sesuai kemampuannya dengan Anda tetap menawarkan makanan secara netral, tanpa mengintimidasi.

2. Menerapkan jadwal makan yang teratur

Jika saat sakit jadwal makan anak menjadi terganggu, cobalah untuk kembali menyesuaikan dengan jadwal makan anak yang semula. Jadwal makan yang teratur sangat penting untuk memancing nafsu makan anak.

Jarak antara waktu makan yang ideal bisa menimbulkan siklus lapar dan kenyang sehingga anak makan dengan cukup pada waktunya. Menurut IDAI, jarak waktu makan yang sesuai untuk anak adalah minimal 3 jam. Dengan jumlah pemberian makanan yang ideal per harinya adalah 6-8 kali yang disesuaikan dengan usia anak.

Tak lupa untuk menyertakan makan makanan selingan (snack) dalam jadwal makan anak sehari-hari. Dalam upaya mengembalikan nafsu makan anak, makanan selingan bisa membantu menambah asupan nutrisi anak yang masih kurang optimal setelah sembuh dari sakit.

3. Mencoba berbagai variasi makanan, tapi tetap bernutrisi

Salah satu upaya yang kerap dilakukan orangtua untuk meningkatkan nafsu makan anak adalah dengan memberikan makanan favoritnya. Si kecil mungkin memang bisa memakan makanan yang mereka sukai dalam porsi banyak, tapi orangtua sering melupakan asupan nutrisi yang dibutuhkan anak.

Boleh saja memberikan makanan favorit anak, asalkan makanan tersebut merupakan makanan utama. Apabila makanan favoritnya ternyata berupa camilan, sebaiknya berikan untuk makanan selingan. Jangan menggunakan camilan sebagai pengganti makanan utama, sekalipun si kecil tidak mau makan.

Strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikan nafsu makan anak tanpa mengesampingkan nutrisinya adalah dengan mengombinasikan makanan favoritnya dengan pilihan makanan bergizi lain. Jika anak sangat suka ayam Anda bisa memvariasikan resep makanan dengan menggunakan ayam sebagai bahan utama.

4. Mencukupi kebutuhan cairan

Selama mencoba mengembalikan nafsu makan anak, asupan nutrisinya mungkin belum terpenuhi secara optimal. Tak hanya memikirkan soal makanan, Anda juga perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh anak. Pastikan kebutuhannya tetap tercukupi. Terutama jika si kecil baru saja pulih dari penyakit yang berisiko menyebabkan dehidrasi, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, atau muntah.

Selain memperbanyak minum air putih, Anda bisa memberikan jus buah segar untuk mencukupi kebutuhan cairannya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nagrani, D. (2017). Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil. Idai.or.id. Retrieved 12 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil

Galuh, M. (2016). Sulit Makan Pada Bayi dan Anak. Idai.or.id. Retrieved 12 May 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak

Children’s nutrition: 10 tips for picky eaters | Mayo Clincic. (2017). Mayoclinic.org.  Retrieved 12 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/childrens-health/art-20044948

McInerny, T. K., Adam, H. M., Campbell, D. E., Foy, J. M., & Kamat, D. M. (2016). AAP textbook of pediatric care. American Academy of Pediatrics.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.