Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Microphthalmia, Kelainan Mata Saat Bayi Masih Dalam Kandungan

Microphthalmia, Kelainan Mata Saat Bayi Masih Dalam Kandungan

Microphthalmia atau mikroftalmia adalah kelainan mata pada bayi yang terjadi saat janin masih dalam kandungan. Kondisi ini membuat salah satu atau kedua ukuran mata sangat kecil seperti sipit. Berikut penjelasan lengkap seputar mikroftalmia yang terjadi pada anak-anak.

Apa itu microphthalmia?

microphthalmia
Sumber: Center for Disease Control and Prevention (CDC)

Microphthalmia adalah kelainan mata yang muncul sebelum bayi lahir.

Kondisi ini membuat salah satu atau kedua bola mata menjadi kecil secara tidak normal.

Pada sebagian anak, bola mata bahkan bisa terlihat benar-benar tidak terlihat sampai seperti menghilang.

Kondisi mikroftalmia yang parah tersebut berbeda dengan anoftalmia, yakni ketika bola mata bayi tidak terbentuk sama sekali.

Orang yang memiliki microphthalmia kemungkinan juga mengalami:

  • coloboma (hilangnya jaringan dalam struktur yang membentuk mata),
  • katarak (lensa mata terlihat keruh), dan
  • mikrokornea (lapisan luar mata melengkung dan mengecil tidak biasa).

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi mikroftalmia bisa memicu kebutaan atau penglihatan menjadi tidak jelas.

Masalah mata pada bayi sejak ia dalam kandungan ini terbilang sangat jarang terjadi.

Data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan, 1 dari 5200 bayi yang lahir di negara tersebut memiliki kondisi mikroftalmia.

penyakit mata pada anak

Gejala microphthalmia

Pada dasarnya, gejala mikroftalmia bisa terlihat sesaat setelah bayi lahir atau tepatnya ketika dokter melakukan skrining.

Mengutip dari National Eye Institute, gejala yang paling jelas dari microphthalmia adalah lahir dengan kondisi salah satu atau kedua mata mengecil.

Mikroftalmia adalah kondisi langka sehingga dokter bisa langsung melihat kelainan mata yang terjadi karena faktor genetik ini.

Penyebab microphthalmia

Mengutip dari National Eye Institute, penyebab pasti dari kondisi mikroftalmia masih belum pasti.

Namun, ada beberapa kondisi yang kemungkinan menjadi penyebabnya.

1. Perubahan gen

Mikroftalmia bisa terjadi karena perubahan banyak gen yang terlibat dalam perkembangan mata saat janin dalam kandungan.

Kondisi ini juga dapat terjadi akibat kelainan kromosom yang memengaruhi satu atau lebih genetik antara ibu, ayah, dan keluarga kedua belah pihak.

Sebagian besar perubahan genetik yang berhubungan dengan kondisi microphthalmia hanya terjadi pada sebagian kecil kasus.

2. Mengonsumsi obat-obatan tertentu saat hamil

Beberapa obat yang ibu konsumsi saat hamil bisa memicu kondisi mikroftalmia dan anoftalmia.

Obat-obatan yang bisa menyebabkan kelainan mata ini adalah berikut.

  • Isotretinoin (obat untuk jerawat parah).
  • Thalidomide (obat masalah kulit tertentu dan beberapa jenis kanker).

Bila ibu memiliki kondisi yang memerlukan obat tersebut, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar mendapat pengobatan yang tepat.

3. Faktor lingkungan

Selain faktor genetik, penyebab lain dari mikroftalmia adalah faktor lingkungan yang berpengaruh pada kondisi janin, seperti:

  • kekurangan vitamin selama kehamilan,
  • radiasi,
  • infeksi rubella, atau
  • paparan zat teratogen yang menyebabkan cacat lahir.

Anak dengan kondisi mikroftalmia akan memiliki mata yang tampak sipit, tetapi sebenarnya itu adalah masalah kesehatan mata.

Maka dari itu, dokter akan melakukan skrining atau pemeriksaan pada bayi baru lahir untuk menentukan apakah mata sipit pada si kecil normal atau termasuk kelainan mata.

Cara mendiagnosis microphthalmia

Dokter bisa mendiagnosis mikroftalmia saat janin masih dalam kandungan atau setelah bayi lahir.

Selama kehamilan, dokter akan mendiagnosis microphthalmia dengan beberapa tes, seperti:

Setelah bayi lahir, dokter bisa langsung melakukan pemeriksaan di atas untuk mendiagnosis mikroftalmia pada si kecil.

mata juling pada bayi

Perawatan microphthalmia

Pada dasarnya, dokter tidak memiliki pengobatan khusus yang bisa menyembuhkan atau mengembalikan penglihatan menjadi normal.

Namun, perawatan ini bisa mengurangi rasa nyeri dan membantu penderitanya menjadi lebih nyaman.

1. Memakai kacamata pelindung

Bayi yang lahir dengan kondisi mikroftalmia perlu memakai kacamata pelindung untuk melindungi mata anak dari cedera.

Dokter akan memberikan resep kacamata sesuai dengan kondisi mata yang bermasalah.

Namun, kacamata pelindung ini biasanya dokter berikan bila salah satu bagian mata memiliki microphthalmia.

2. Menggunakan eye patch

Anak-anak dengan kondisi mikroftalmia salah satu mata, biasanya masih bisa melihat sedikit sehingga dokter bisa memakaikan alat tertentu.

Dokter akan memberikan eye patch atau tambalan untuk memperkuat penglihatannya.

Tambalan ini seakan ‘memaksa’ otak untuk mengirim sinyal agar mata bisa terbuka agak lebih lebar sehingga penglihatan bisa lebih jelas.

3. Operasi pembedahan

Terkadang dokter memberikan pilihan operasi pembedahan untuk membuat rongga mata lebih besar.

Dokter juga akan melakukan pembedahan bila anak memiliki masalah mata selain microphthalmia, seperti katarak.

Pada dasarnya, bila anak memiliki kondisi ini, orangtua harus bicara dan mendiskusikan semuanya dengan dokter seputar perawatan untuk si kecil.

Bayi dengan kondisi mikroftalmia memerlukan terapi dini agar tumbuh kembangnya tidak terganggu.

Cara mencegah microphthalmia

Untuk mencegah ibu hamil mengandung janin dengan kondisi mikroftalmia, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

  • Melakukan pemeriksaan sebelum hamil untuk mengetahui risiko-risiko mengandung bayi dengan kondisi ini.
  • Konsultasikan dengan dokter tentang obat yang sedang ibu konsumsi.
  • Melakukan konsultasi dengan konselor genetik atau pemeriksaan lab untuk memahami kondisi genetik.
  • Kontrol kehamilan secara teratur setiap bulan atau minggu, sesuai arahan dokter.
  • Menghindari lingkungan berbahaya, seperti area tinggi radiasi.

Kondisi mikroftalmia adalah cacat lahir pada bayi yang cukup langka.

Namun, ayah dan ibu bisa mencegahnya dengan melakukan skrining sebelum dan saat kehamilan.

Bila memang sudah kadung mengandung janin dengan kondisi ini, ayah dan ibu tetap bisa merawatnya seperti anak normal lain sesuai arahan dari dokter anak.

Verifying...


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Conditions, G. (2020). Microphthalmia: MedlinePlus Genetics. Retrieved 25 January 2022, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/microphthalmia/

Facts about Anophthalmia / Microphthalmia | CDC. (2019). Retrieved 25 January 2022, from https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/anophthalmia-microphthalmia.html

Microphthalmos – EyeWiki. (2022). Retrieved 25 January 2022, from https://eyewiki.aao.org/Microphthalmos

Anophthalmia and Microphthalmia | National Eye Institute. (2022). Retrieved 25 January 2022, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/anophthalmia-and-microphthalmia

Microphthalmia. (2022). Retrieved 25 January 2022, from https://familyconnect.org/after-the-diagnosis/browse-by-condition/microphthalmia/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Feb 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita