5 Penyebab Mata Bayi Merah dan Cara Mengatasinya

    5 Penyebab Mata Bayi Merah dan Cara Mengatasinya

    Mata bayi yang tiba-tiba merah memang sering kali membuat para ibu panik, betul kan? Meskipun mata merah terbilang biasa dialami oleh bayi, tapi kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ketahui lebih lanjut seputar penyebab dan cara mengatasi mata bayi yang merah berikut ini.

    Penyebab dan cara mengatasi mata merah pada bayi

    infeksi gonore pada bayi

    Mata merah pada bayi dapat terjadi karena berbagai penyebab, mulai dari tanda ia mengantuk hingga kondisi yang lebih serius.

    Pada sebagian besar kasus, penyebab mata bayi merah tidak berbahaya, tapi yang lainnya memiliki kemungkinan bisa menular dan harus segera diperiksakan ke dokter.

    Dokter mungkin akan memeriksa mata bayi Anda dan menanyakan gejalanya. Dalam hal ini, perawatan akan tergantung pada penyebab mata merah.

    Berikut adalah berbagai penyebab sekaligus cara mengatasi mata bayi merah yang kerap terjadi.

    1. Konjungtivitis

    Konjungtivitis terjadi akibat adanya peradangan akibat infeksi virus atau bakteri yang membuat mata bagian putih menjadi berwarna merah muda atau merah.

    Gejala lain yang sering kali menyertai yakni mata gatal, berair, hingga keluar cairan kuning kental yang bisa menjadi berkerak.

    Adapun beragam jenis konjungtivis yang paling umum dialami oleh bayi, seperti berikut.

    Konjungtivitis inklusi (klamidia)

    Kondisi ini bisa ditularkan dari ibu ke bayinya saat melahirkan.

    Gejalanya termasuk mata merah pada bayi, pembengkakan kelopak mata, dan keluar nanah yang cenderung muncul selama 5—12 hari setelah lahir.

    Konjungtivitis gonokokal

    Ini dapat berkembang menjadi infeksi serius pada aliran darah (bakteremia) dan lapisan otak dan sumsum tulang belakang (meningitis) pada bayi baru lahir.

    Selain kemerahan pada mata, gejala lainnya meliputi nanah kental di mata dan mata bengkak.

    Konjungtivitis kimia

    Konjungtivitis kimia bisa diakibatkan oleh obat tetes mata yang diberikan kepada bayi baru lahir untuk membantu mencegah infeksi bakteri yang dapat mengiritasi.

    Kondisi ini ditandai dengan kemerahan pada mata dan pembengkakan kelopak mata yang berlangsung hanya 24—36 jam.

    Kemerahan pada mata bayi akibat konjungtivitis mungkin membaik dengan sendirinya atau dengan bantuan obat.

    Adapun cara lain yang mungkin dokter rekomendasikan, termasuk membersihkan mata bayi Anda, mengeluarkan cairannya, dan memberikan kompres dingin.

    Jika mata merah terus berlanjut selama lebih dari dua minggu, Anda harus mengunjungi dokter lagi.

    2. Iritasi

    Penyebab lainnya mata bayi yang kemerahan bisa dipicu oleh iritasi.

    Adapun sejumlah zat atau benda yang ada di dalam maupun luar ruangan yang sering kali membuat mata iritasi, seperti:

    • asap rokok,
    • parfum,
    • tabir surya,
    • sabun, dan
    • klorin dalam air kolam.

    Iritan biasanya menyebabkan mata bayi merah yang dapat hilang dengan sendirinya setelah bayi Anda keluar dari area di mana iritan itu berada atau setelah Anda membersihkan iritan tersebut dari rumah.

    Sementara itu, cara mengatasi mata merah pada bayi akibat iritasi yakni membersihkannya dengan air jika ada sesuatu yang tersangkut di mata bayi Anda.

    Anda juga bisa mengeluarkannya secara perlahan dengan menggunakan cotton bud basah.

    3. Alergi

    alergi pada bayi

    Jika anak sensitif oleh alergen dan terpapar alergen, khususnya di mata, matanya dapat menghasilkan histamin untuk melawan alergen tersebut.

    Akibatnya, mata bayi Anda menjadi merah, kelopak mata bengkak, dan gatal. Meski demikian, reaksi alergi jarang terjadi pada bayi di bawah 1 tahun.

    Akan tetapi, jika mata bayi Anda tampak kemerahan, gatal, bengkak, berair, dan disertai hidung meler, ia mungkin mengalami reaksi alergi terhadap iritan seperti debu, serbuk sari, atau asap.

    Ketika Anda mendapati mata bayi yang kemerahan karena alergi, cara terbaik untuk mengatasinya yakni menghindarkan ia dari hal-hal yang memicu alergi.

    Jika ini tidak memungkinkan, dokter mungkin akan meresepkan obat seperti antihistamin untuk bayi Anda merasa lebih baik.

    4. Saluran air mata tersumbat

    Mengutip Baby Center, setidaknya sekitar 20% bayi yang baru lahir mengalami penyumbatan pada satu atau kedua saluran air matanya.

    Penyumbatan saluran air mata pada bayi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti konjungtivitis, yakni keluarnya cairan putih atau kuning dan mata yang kemerahan.

    Seringkali saluran air mata yang tersumbat akan hilang dengan sendirinya, terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan.

    Jika saluran air mata anak Anda tersumbat, dokter mungkin akan meminta Anda untuk memijat mata si Kecil beberapa kali dalam sehari di rumah.

    Memijat dapat menjadi salah satu cara mengatasi mata bayi merah karena mampu membantu membuka sumbatan.

    Namun, bila saluran air mata tidak kunjung terbuka dengan sendirinya atau bahkan mata si Kecil mengalami infeksi, maka segera temui dokter mata.

    Dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata untuk mengidentifikasi masalah lain dan jika diperlukan dapat membersihkan penyumbatan melalui tindakan medis atau operasi.

    5. Flu

    cara mengobati flu pada bayi dengan bawang merah

    Mungkin Anda sadari atau tidak kalau flu yang sedang dialami bayi juga dapat memicu kondisi mata merah.

    Terlebih lagi, sistem kekebalan tubuh bayi masih belum terbentuk sempurna sehingga rentan dengan penyakit termasuk flu yang sering kali menular.

    Meski gejala flu pada anak hampir sama dengan orang dewasa, tapi kondisi ini bisa lebih parah pada anak-anak di bawah usia 2 tahun dandengan kondisi kronis tertentu seperti jantung, paru-paru atau masalah neurologis.

    Kendati begitu, flu biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Terkadang, dokter akan meresepkan obat antivirus untuk anak-anak yang terkena flu.

    Obat ini bekerja paling baik jika diberikan dalam 2 hari pertama si Kecil terserang flu. Hal itu dapat membuat gejala flu menjadi lebih ringan dan mempersingkat penyakit dalam beberapa hari.

    Perlu Anda Ketahui

    Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi mata merah pada bayi. Jika Anda merasakan kondisi sang buah hati tidak kunjung membaik segera periksakan ke dokter. Jangan mencoba melakukan diagnosa dan penanganan sendiri tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Pinkeye (conjunctivitis) in babies. (2015, April 22). BabyCenter. Retrieved 31 October 2022, from https://www.babycenter.com/health/illness-and-infection/pinkeye-conjunctivitis-in-babies_10875

    Pink eye (Conjunctivitis) in newborns | CDC. (2022, October 4). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 31 October 2022, from https://www.cdc.gov/conjunctivitis/newborns.html#

    Eye – Allergy. (2022, October 31). Seattle Children’s Hospital. Retrieved 31 October 2022, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/eye-allergy/

    Influenza in children. (n.d.). Caring for kids. Retrieved 31 October 2022, from https://caringforkids.cps.ca/handouts/health-conditions-and-treatments/influenza_in_children#

    Tear-duct blockage. (n.d.). Nemours KidsHealth – the Web’s most visited site about children’s health. Retrieved 31 October 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/tear-duct-blockage.html#

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto