home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

BAB Anak Berlendir

BAB Anak Berlendir
Penyebab BAB anak berlendir|Tanda dan gejala BAB anak berlendir|Bagaimana penanganan saat BAB anak berlendir?

Lendir biasa ditemukan saat anak mengalami flu, batuk, atau sakit tenggorokan. Akan tetapi, ada kondisi lainnya yang bisa dialami anak saat buang air besar (BAB). Saat terjadi gangguan pencernaan, ada kemungkinan ia pun mengalami BAB atau feses berlendir. Simak apa saja penyebab serta cara mengatasi BAB anak yang berlendir di bawah ini.

Penyebab BAB anak berlendir

diare pada anak

Perlu diketahui, lendir pada BAB atau feses anak sebetulnya hal yang normal.

Ini disebabkan usus mengeluarkan lendir untuk membantu feses bergerak secara efektif. Lendir terkadang terlihat seperti jeli atau tali.

Dikutip dari Mayo Clinic, lendir atau jeli berfungsi untuk menjaga lapisan usus besar tetap lembap dan terlumasi dengan baik.

Saat anak mengeluarkan feses, sebagian lendir pun ikut keluar tanpa ada dasar kondisi kesehatan tertentu.

Bahkan, lendir di dalam tubuh juga bermanfaat sebagai lapisan pelindung dari bakteri serta virus.

Sama seperti anak, Anda juga bisa melihat BAB atau pup bayi berlendir termasuk ketika ia masih mengonsumsi ASI. Hal ini karena pup atau feses melewati usus dengan relatif cepat.

Namun, apabila BAB berlendir pada bayi mau pun anak 2 tahun terlihat dalam jumlah banyak, ada kemungkinan ia mengalami gangguan pencernaan.

Sebagai orangtua, sebaiknya Anda memahami bagaimana pencernaan anak yang sehat maupun yang sedang mengalami gangguan.

Kondisi medis yang bisa menyebabkan BAB anak maupun bayi jadi berlendir adalah infeksi, alergi, dan lain-lainnya.

Berikut beberapa penyebab atau kondisi pencernaan yang memungkinkan BAB berlendir pada bayi serta anak 2 tahun:

1. Flu perut

Salah satu penyebab BAB anak berlendir adalah flu perut akibat infeksi virus dan bakteri, seperti staphylococcus, salmonella, shigella, E. coli, dan campylobacter di dalam usus.

Infeksi flu perut tersebut menyebabkan peradangan, sehingga membuat feses berlendir dan diare.

Untuk mengetahui indikasi anak mengalami infeksi, adapun gejala lain yang menyertai, seperti demam dan anak lekas marah.

Dalam kasus yang lebih berat, infeksi bakteri bisa menyebabkan BAB berlendir dan berdarah.

2. Alergi makanan

Bila si kecil memiliki alergi makanan, berarti sistem kekebalan tubuhnya merespons protein yang terdapat pada makanan tersebut.

Reaksi alergi ini bisa berlangsung ringan hingga parah. Sebagian anak mungkin alergi terhadap susu sapi, telur, kacang tanah, kedelai, gandum, ikan, ataupun kerang.

Gejala alergi yang muncul, antara lain diare, perut kembung, sakit perut, dan darah pada tinja.

Alergi menyebabkan peradangan pada sistem pencernaannya, sehingga membuat BAB anak tampak berlendir.

Lalu, pada sebagian anak mungkin berlangsung parah dengan diikuti gejala ruam, bengkak, gatal-gatal, muntah, dan sulit bernapas.

Bila terjadi kondisi seperti yang disebutkan di atas, anak segera perlu dilarikan ke dokter.

3. Pertumbuhan gigi

Proses pertumbuhan gigi pada bayi tidak hanya menyebabkan ia menjadi gelisah dan rewel.

Tidak hanya itu saja, tumbuh gigi juga dapat menyebabkan BAB atau feses bayi menjadi berlendir.

Adanya produksi air liur berlebih dan nyeri dari pertumbuhan gigi dapat mengiritasi usus, sehingga menyebabkan munculnya lendir di feses.

4. Cystic fibrosis

Penyakit cystic fibrosis juga bisa memengaruhi paru-paru dan sistem pencernaan. Kondisi ini juga menghasilkan lendir yang kental dan lengket.

Maka dari itu, anak yang mengalami cystic fibrosis mengalami peningkatan jumlah lendir sebagai efek samping.

Lendir yang muncul pun berbau busuk dan tampak berminyak. Efek samping tersebut dapat membuat BAB anak berlendir.

Selain itu biasanya anak terlihat kurus dan mengalami keterlambatan pertumbuhan.

5. Intususepsi

Intususepsi merupakan kondisi medis ketika usus menyelip ke bagian lainnya, sehingga menyerupai “teleskop”.

Kondisi ini merupakan kasus gawat darurat karena aliran darah ke usus hilang dan kotoran atau feses terhambat.

Tidak hanya itu saja, kondisi ini juga bisa mengakibatkan perut sakit, muntah, BAB berdarah dan berlendir, serta lesu.

Tanda dan gejala BAB anak berlendir

Apabila lendir pada feses anak terlihat semakin meningkat, Anda perlu lebih berhati-hati karena ada kemungkinan terjadi masalah kesehatan.

Tidak hanya itu saja, perhatikan pula tanda serta gejala lainnya saat BAB anak maupun bayi berlendir, seperti:

  • Terdapat darah atau nanah pada feses
  • Mengalami sakit perut, kram, atau terasa kembung
  • Buang air besar menjadi lebih sering

Bagaimana penanganan saat BAB anak berlendir?

Hal pertama yang bisa dilakukan orangtua ketika feses anak atau bayi mulai berlendir adalah mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya.

Lalu, pertolongan pertama untuk mengatasi BAB berlendir tergantung penyebab keluhannya.

Tidak hanya diare atau sembelit pada anak, ada beberapa gangguan pencernaan lainnya yang harus diketahui oleh orangtua.

Jika keluhan disebabkan infeksi pada pencernaan disertai dengan diare, ibu perlu memastikan si kecil mencukupi asupan cairannya.

Terkadang, dokter akan memberikan antibiotik apabila BAB anak atau bayi yang berlendir disebabkan oleh bateri.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan orangtua adalah memberikan asupan serat anak yang cukup setiap hari agar kesehatan pencernaannya tetap terjaga.

Apabila gejala semakin memburuk, sebaiknya segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan perawatan intensif. Hal ini juga mencegah terjadinya dehidrasi pada anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 14/05/2020
x