Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah melihat si kecil mengeluh karena tenggorokannya tidak nyaman? Kondisi tersebut bisa menandakan radang tenggorokan atau faringitis. Penyakit infeksi ini membuat tenggorokan gatal, perih, dan kering. Untuk mengatasinya, berikut obat radang tenggorokan pada anak mulai dari alami sampai medis yang bisa dibeli di apotek.

Penyebab radang tenggorokan pada anak

Anak beristirahat setelah minum obat batuk alami untuk anak

Mengutip dari Raising Children, penyebab paling umum dari radang tenggorokan adalah infeksi virus, seperti flu, batuk, atau demam. 

Pada kasus tertentu, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Jenis bakteri yang sering menyebabkan radang tenggorokan adalah bakteri Streptococcus.

Penularan virus dan bakteri penyebab radang tenggorokan yaitu melalui percikan air liur yang terhirup saat penderita bersin, bicara, atau batuk. 

Radang tenggorokan pada anak bisa diatasi di rumah dengan obat-obatan sederhana. Namun, hal tersebut tergantung dari penyebab radang tenggorokan.

Obat alami untuk mengatasi radang tenggorokan pada anak

Air garam sebagai obat batuk alami untuk anak

Sebelum menggunakan obat medis, Anda bisa mencoba pengobatan di rumah untuk mengatasi radang tenggorokan.

Berikut pengobatan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi radang tenggorokan pada anak:

Makan es krim

Benarkah makan es krim bisa menjadi obat alami radang tenggorokan pada anak?

Berdasarkan penelitian yang ditulis dalam The Journal Laryngology & Otology, es krim bisa menjadi obat untuk radang tenggorokan anak. 

Direktur Common Cold Center di University of Cardiff Inggris, Prof. Ron Eccles, menuliskan temuannya dalam jurnal tersebut. 

Hasilnya, es krim memiliki efek mendinginkan tenggorokan pada jaringan yang meradang. Es krim juga mampu menurunkan ujung saraf di tenggorokan, sehingga mengurangi rasa sakit.

Walaupun demikian, banyak yang berpendapat tetap menghindari es krim saat radang tenggorokan. Karena beberapa jenis es krim dapat menyebabkan iritasi tenggorokan.

Minum air hangat

Untuk mengatasi radang tenggorokan pada anak, orangtua bisa memberikan minuman hangat sebagai obat alami.

Minuman hangat yang bisa digunakan yaitu, campuran teh dan madu yang bisa menenangkan radang tenggorokan.

Pasalnya, madu memiliki sifat anti-inflamasi (antiradang), sehingga bisa menenangkan tenggorokan yang gatal, kering, dan perih.

Selain minuman hangat, Anda juga bisa memberikan makanan berkuah dengan tekstur lunak, seperti sup kaldu. 

Es krim dan minuman hangat memang bertolak belakang, tetapi keduanya sama-sama mampu mengatasi radang tenggorokan.

Prof. Ron Eccles juga menjelaskan bahwa air hangat mendorong lebih banyak air liur dalam mulut, sehingga memberi efek besar dalam meredakan nyeri. 

Ia menguji 30 orang dalam penelitian yang ditulis Rhinology Journal. Hasilnya, minuman panas bisa memberi rasa lega pada tenggorokan secara langsung.

Berkumur air garam

Untuk memakai air garam sebagai obat radang tenggorokan pada anak, perlu diperhatikan usia si kecil. 

Pasalnya, bila usia anak masih terlalu kecil dan belum bisa berkumur, ia rentan menelan larutan garam tersebut. 

Idealnya, berkumur memakai air garam digunakan pada anak usia sekolah (5 tahun ke atas). 

Anda bisa mencampurkan ¼ sendok teh garam dengan segelas air putih, aduk dan pakai untuk berkumur.

Memakai humidifier

Pemakaian humidifier pada area kamar anak bisa menjadi pengobatan alami untuk mengatasi radang tenggorokan. 

Manfaat humidifier yaitu membuat udara di ruangan lebih lembap dan tidak terlalu kering. Udara yang lembap dan tidak kering bisa mengurangi iritasi pada tenggorokan anak.

Obat medis untuk mengatasi radang tenggorokan pada anak

obat batuk anak

Ada beberapa pengobatan medis yang bisa dipakai untuk meredakan radang tenggorokan si kecil.

Meski obat ini bisa dibeli secara bebas di apotek, Anda tetap perlu memperhatikan jenis dan dosis yang diberikan pada anak.

Gunakan obat pereda nyeri

Bila sakit karena radang tenggorokan sudah mengganggu, Anda bisa memberikan obat pereda nyeri atau analgesik. 

Untuk anak, berikan ibuprofen dan paracetamol, terutama bila radang tenggorokan disertai dengan demam pada anak.

Dosis paracetamol dan ibuprofen disesuaikan dengan kondisi anak. Bila radang tenggorokan disertai demam, dosisnya 10 ml per hari.

Pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum memberikan obat pada anak. Selain ibuprofen dan paracetamol, aspirin juga termasuk ke dalam kelompok obat pereda nyeri.

Namun, pemberian aspirin pada anak sangat membahayakan dan bisa memberi efek buruk pada kesehatan. 

Mengutip dari NHS, penggunaan aspirin pada anak bisa memicu sindrom Reye yang membuat pembengkakan pada hati dan otak. 

Antibiotik

Perlu hati-hati bila ingin memberikan obat antibiotik pada anak saat mengalami radang tenggorokan. 

Pasalnya, kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus, sementara antibiotik digunakan bila ada infeksi bakteri.

Penggunaan antibiotik diresepkan oleh dokter bila anak mengalami sakit tenggorokan parah, seperti demam berdarah dan demam rematik.

Bila anak mengalami infeksi bakteri tanpa terkena demam rematik, biasanya antibiotik tidak dibutuhkan. 

Jika dokter meresepkan antibiotik, pastikan menghabiskan obat tersebut walau gejalanya sudah membaik.

Hubungi dokter untuk penggunaan obat yang tepat dan sesuai dengan kondisi anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Disleksia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Kesulitan untuk Membaca

Penyakit disleksia adalah gangguan pada kemampuan baca, tulis, dan mengeja pada anak. Kenali lebih dalam tentang disleksia pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 24 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi lahir. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Cara Menjaga Kesehatan Tenggorokan untuk Jalani Hari yang Lebih Aktif

Menjaga kesehatan tenggorokan penting dilakukan di masa pandemi. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan di rumah untuk menjaga kesehatan tenggorokan.

Ditulis oleh: Nadhila Erin
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tenggorokan gatal

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit