home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Memilih Obat Radang Tenggorokan Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya

Cara Memilih Obat Radang Tenggorokan Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami radang tenggorokan. Radang tenggorokan sangat tidak nyaman untuk dirasakan, apalagi ketika sedang menelan makanan. Banyak obat radang tenggorokan yang dijual bebas tanpa harus tebus resep dokter. Jika memang ada banyak pilihan, bagaimana cara memilih obat radang tenggorokan yang ampuh untuk mengatasi sakit tenggorokan yang sedang Anda rasakan?

Ketahui dulu apa penyebab radang tenggorokan Anda

Tidak semua radang tenggorokan yang terjadi pada setiap orang sama. Sehingga, mengetahui tentang jenis radang tenggorokan yang sedang Anda rasakan adalah hal yang penting untuk dilakukan sebelum memilih obat radang tenggorokan yang tepat. Pengobatan untuk setiap jenis radang tenggorokan berbeda-beda sesuai jenisnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab dari radang tenggorokan.

Virus. Biasanya, radang tenggorokan disebabkan oleh serangan virus dan bertahan paling lama lima hingga 7 hari. Radang tenggorokan semacam ini akan hilang sendiri, sehingga tidak dibutuhkan pengobatan medis.

Zat-zat tertentu. Selain infeksi virus, radang tenggorokan juga bisa dihasilkan karena asap rokok, alergi terhadap zat tertentu, atau iritasi karena polusi udara).

Trauma/cedera. Trauma atau cedera pada area tenggorokan dan leher dapat menyebabkan sakit pada tenggorokan. Misalnya Anda menelan makanan atau tulang ikan yang menyebabkan iritasi pada laring dan tenggorokan.

Bakteri. Ternyata bakteri juga dapat menyebabkan radang tenggorokan. Biasanya, bakteri yang menyerang tenggorokan adalah jenis Streptococcus pyrogenes. Jika disebabkan oleh bakteri tersebut, bisa jadi adalah radang tenggorokan yang serius karena jika tidak diobati dengan benar, radang tenggorokan ini bisa menyerang telinga (otitis media) hingga menyerang organ lain seperti jantung, otak, ginjal hingga tulang. Sehingga, Anda butuh pengobatan lebih jauh oleh dokter jika bakterilah yang menyebabkan radang tenggorokan.

Bagaimana cara mengetahui mana yang saya alami?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, biasanya radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan akan hilang sendiri setelah 5 hingga 7 hari. Jika sudah lebih dari itu, Anda bisa konsultasikan ke dokter karena bisa jadi penyebabnya lebih serius.

Tidak ada cara lain untuk mengetahui secara pasti penyebab radang tenggorokan selain melakukan pemeriksaan lab. Dokter akan melihat adakah bakteri Streptococcus pyrogenes dalam jumlah tertentu di tenggorokan. Namun, ada beberapa gejala khusus radang tenggorokan bakteri yang bisa saja muncul:

  • Sakit lebih dari 5-7 hari
  • Kesulitan untuk menelan, dan bukan hanya sakit saat menelan
  • Amandel yang merah terang dan terlihat bengkak
  • Demam dan sakit kepala
  • Bengkaknya pembuluh getah bening di leher

Seperti apa obat radang tenggorokan yang ampuh?

Jika Anda baru terkena radang tenggorokan dan merasa bahwa rasa sakit karena tersebut menggangu, Anda bisa membeli obat yang tersedia bebas di pasaran. Biasanya, obat yang beredar adalah kombinasi dari beberapa zat seperti painkiller, anestetik, hingga zat-zat alami.

Untuk meredakan rasa sakit dan demam, obat radang tenggorokan mengandung penghilang rasa sakit atau painkiller seperti paracetamol atau acetamiophen. Namun, ini hanya meredakan rasa sakit dan tidak mengobati radang. Lebih jauh lagi, Anda bisa memilih obat radang tenggorokan yang mengandung ibuprofen. Namun, obat jenis ini tidak cocok untuk semua orang, terutama untuk anak-anak. Jika memungkinkan, gunakanlah kedua jenis obat di atas sesingkat mungkin dengan tetap mengikuti aturan pakai yang tertera dalam label.

Obat tenggorokan juga ada yang mengandung kandungan alami yang terdapat pada beberapa obat radang tenggorokan misalnya madu, echinacea hingga berbagai ekstrak tumbuhan dan buah-buahan. Zat alami tersebut berguna untuk membantu meredakan radang.

Obat bisa berbentuk permen pelega tenggorokan atau dalam bahasa Inggris biasa disebut lozenges. Selain mengandung pereda rasa sakit dan pereda radang, biasanya permen ini juga membantu menstimulasi keluarnya saliva atau air liur, sehingga membuat tenggorokan Anda tetap lembab.

Selain itu, ada juga obat yang berbentuk spray atau obat semprot dan obat kumur yang langsung diarahkan ke dalam tenggorokan lewat mulut.

Jika Anda sudah terkena radang cukup lama dan dokter pun memastikan Anda terkena radang tenggorokan karena bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Tertiblah dalam meminum obat ini serta habiskan dengan benar bahkan ketika gejala sudah hilang. Gejala yang hilang terjadi karena bakteri pingsan, namun belum mati total. Jika antibiotik dihentikan, bakteri akan bangun kembali dan menyebabkan sakit datang kembali. Bahkan, bakteri menjadi semakin kebal terhadap antibiotik.

Selain berbagai obat di atas, Anda juga bisa mengurangi radang tenggorokan dengan alternatif lain yang mudah dan murah, misalnya berkumur menggunakan air garam. Anda hanya perlu mendongakkan kepala ke atas sambil berkumur, usahakan jangan menelan airnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

http://www.medicinenet.com/sore_throat_pharyngitis/article.htm

https://www.drugs.com/answers/good-medicine-severe-sore-throat-612310.html

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/diagnosis-treatment/treatment/txc-20201997

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya Diperbarui 07/07/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x