Obat Demam Anak yang Ampuh untuk Menurunkan Panas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat buah hati mengalami demam atau panas, tandanya tubuh sedang merespon infeksi yang terjadi. Walaupun menjadi kondisi yang umum terjadi, merupakan hal lumrah ketika orangtua merasa khawatir. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa saja langkah yang bisa dilakukan. Berikut beberapa jenis obat serta cara mengatasi demam atau panas pada anak yang ampuh!

Obat demam untuk menurunkan panas anak

obat demam anak

Anda perlu mengetahui bahwa demam pada anak bukanlah penyakit. Melainkan sebuah tanda bahwa tubuh anak sedang melawan penyakit lainnya di dalam tubuh.

Namun, tidak menutup kemungkinan ia merasakan ketidaknyamanan karena suhu tubuh meningkat.

Dikutip dari Stanford Children’s Hospital, saat kondisi itu terjadi, bayi atau anak sebaiknya harus segera diobati.

Berikut beberapa obat medis untuk menurunkan demam atau panas anak yang bisa diberikan, seperti:

1. Parasetamol

Obat demam atau penurun panas untuk anak maupun bayi yang bisa Anda berikan adalah parasetamol.

Ini merupakan jenis obat untuk mengurangi rasa sakit, tetapi bisa digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan anak saat demam.

Perlu pula diperhatikan bahwa obat demam medis yang satu ini dapat dikonsumsi anak serta bayi di atas 3 bulan.

Parasetamol tersedia dalam bentuk tablet serta sirup. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Bayi:

  • 10-15 mg/kg/dosis tiap 6 jam
  • Dosis minum maksimal harian: 90 mg/kg/hari

Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memberikan obat kepada bayi baru lahir.

Balita dan anak:

  • 10-15 mg/kg/ dosis tiap 4-6 jam saat diperlukan. Jjngan melebihi 5 dosis dalam 24 jam.
  • Total dosis maksimal harian: 75 mg/kg/hari tidak melebihi 3750 mg/hari

Anak di atas 12 tahun:

  • Oral (minum) atau rektal (anus): 325-650 mg tiap 4-6 jam atau 1000 mg 3-4 kali sehari. Dosis maksimal harian: 4000 mg/hari.

2. Ibuprofen

Anda juga bisa memanfaatkan ibuprofen sebagai obat demam atau panas anak. Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi zat alami dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya jangan memberikan obat ini pada anak di bawah usia 6 bulan kecuali atas saran dokter.

Berikut adalah dosis pemberian iburofen untuk anak saat demam:

  • Anak berusia 6 bulan hingga 12 tahun: 10 mg/kg/dosis minum setiap 6-8 jam sesuai kebutuhan

Hal lainnya yang perlu diperhatikan orangtua adalah dengan tidak memberikan aspirin pada anak saat demam.

Ini merupakan cara menghindari terjadinya sindrom Reye yang bisa berakibat fatal.

Dikutip dari Kids Health, bayi yang berusia kurang dari 2 bulan sebaiknya tidak diberikan obat demam atau penurun panas jika belum diperiksa dokter.

Maka dari itu, berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang paling penting dilakukan. Ini juga merupakan cara untuk mencegah orangtua salah memberikan obat untuk anak.

Obat medis ini memang bisa menurunkan panas yang dialami anak. Akan tetapi, hanya bersifat sementara dan tidak mengobati penyebab utama terjadinya demam.

Obat demam alami untuk penurun panas anak

obat alami demam anak

Selain memberikan obat medis yang sudah diresepkan dokter, ada cara lainnya yang bisa dilakukan orangtua untuk menurunkan panas anak.

Cara mengatasi demam pada bayi maupun anak di bawah ini merupakan obat alami atau perawatan rumahan.

Maka dari itu, penting diketahui orangtua sebagai pertolongan pertama menurunkan demam atau panas anak.

1. Memakaikan baju yang nyaman

Salah satu obat alami atau cara mengatasi demam pada anak yaitu Anda perlu mengupayakan agar ia merasa lebih nyaman dan tidak terlalu gelisah.

Anda dapat memakaikan baju yang lembut dan nyaman digunakan. Hindari untuk menyelimuti si kecil secara berlebihan ketika merasa kedinginan.

Hal ini dapat menghambat panas dalam tubuh untuk keluar, sehingga menyebabkan suhu tubuh kembali naik.

2. Kompres handuk atau plester

Sebetulnya kompres dilakukan untuk meredam suhu panas di permukaan kulit dan membuat anak lebih nyaman saat beristirahat.

Anda bisa mengompres anak dengan handuk yang dibasahi air biasa atau suam-suam kukur sekitar 32.2-35°C. Cara atau obat alami ini kerap membantu menurunkan demam anak.

Hindari penggunaan air dingin karena dapat menyebabkan anak menjadi kedinginan yang membuat suhu tubuh pun naik.

Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan untuk mengompres anak di area lipatan selangkangan dan lipatan ketiak selama 10-15 menit.

Cara ini bantu membuka pori-pori dan menurunkan panas anak melalui proses penguapan.

Selain kompres handuk, Anda juga bisa bantu meredakan panas anak dengan obat demam alami lainnya seperti kompres plester.

Berdasarkan penelitian dari International Journal of Current Pharmaceutical Review and Researchcooling pads atau kompres plester mampu membantu menyamankan kondisi demam yang dialami anak.

Gel pada kompres plester membantu mendinginkan permukaan panas akibat demam selama 6-8 jam pemakaian per lembar.

Bahan hydrogel yang terbuat dari polimer sintetik mengandung 99,9% air sehingga tergolong aman digunakan pada kulit anak tanpa membuat iritasi.

3. Mengatur suhu ruangan

Selain mengonsumsi obat demam, pastikan suhu kamar tidur anak berada pada suhu yang nyaman, tidak panas dan tidak dingin.

Cara mengatasi demam yang satu ini adalah dengan membuka atau menutup jendela. Gunakan kipas angin atau menyalakan pendingin ruangan apabila ruangan terlalu panas.

4. Menjaga asupan cairan anak

Mendorong untuk lebih banyak minum merupakan obat alami serta cara mengatasi demam pada anak yang sederhana tapi sangat penting untuk dilakukan.

Ketika temperatur tubuh naik, si kecil dapat lebih cepat kehilangan cairan tubuh. Jadi Anda perlu terus memberikan anak air mineral untuk mencegah terjadinya tanda dehidrasi.

Selain air mineral, Anda juga bisa memberikan sup ayam, oralit, dan minuman rehidrasi lain yang tersedia di toko atau apotek.

Jika demam tak kunjung reda, segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan salah satu penyakit peradangan yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tipes (Demam Tifoid)

Tipes sering juga disebut sebagai demam tifoid. Cari tahu penyebab, ciri-ciri tipes, dan juga obatnya bagi Anda dan keluarga di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 23 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Anaplasmosis

Anaplasmosis bisa menyerang manusia yang terkena gigitan kutu dari hewan ternak. Apa dampak penyakit ini? Bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Akibat Serangga 15 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Rhabdomyolysis

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa? Cek Di Sini! ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
stomatitis adalah

Stomatitis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Keracunan Matahari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
scarlet fever

Scarlet Fever, Demam Sekaligus Kemerahan pada Kulit Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit