Merawat Bayi yang Mengidap Refluks Asam Lambung (GERD)

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering terbangun di tengah malam mencoba untuk menenangkan bayi Anda yang menangis? Apakah bayi Anda tidak makan dengan baik dan terus meludah? Ini adalah gejala umum dari gastroesophageal reflux disease (GERD) alias refluks asam lambung. GERD terjadi ketika makanan dan susu meluap dan kembali ke kerongkongan. Ada otot yang terbuka pada perut yang biasanya tertutup untuk menjaga susu dan makanan di perut sebelum dikosongkan ke usus kecil. Ketika otot ini membuka dan menutup pada waktu yang salah, konten asam lambung menyebabkan iritasi karena mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan sakit.

Sebagai orang tua baru, pasti merasa stress melihat bayi Anda kesakitan dan tidak tahu bagaimana menenangkannya. Kami dapat membantu Anda dengan beberapa tips untuk membantu kenyamanan bayi Anda.

Menempatkan bayi dalam posisi tegak

Setelah Anda memberi makan bayi, Anda harus memastikan bayi dalam posisi tegak selama minimal 30 menit. Ini akan membantu gravitasi menarik makanan dan susu ke bawah dan mencegah GERD. Hindari meletakkan bayi Anda tidur terlentang.  Bayi Anda membutuhkan waktu untuk mencerna. Peletakan datar akan menyulitkan makanan atau susu kosong dari perut.

Saran lain adalah untuk mengubah popok bayi Anda sebelum menyusui. Alasannya adalah untuk menghindari bayi Anda berbaring seperti mengangkat kaki Anda selama perubahan popok. Hal ini dapat membuat semua makanan dan susu kembali ke kerongkongan.

Hindari overfeeding

Mungkin sulit untuk mengetahui kapan harus berhenti menyusui bayi Anda. Jika ia terus muntah,  berhentilah menyusui bayi Anda. Ini adalah tanda bahwa ada terlalu banyak makanan atau susu dalam perut. Anda harus menunggu sampai makan berikutnya. Anda dapat mencoba memberikan jari bersih Anda pada bayi untuk membuat tindakan menelan. Hal ini dapat membantu perut bayi Anda untuk menetap dan terus mencerna makanan di perut.

Hindari mengayunkan bayi Anda

Mungkin sangat menyenangkan untuk mengayun-ayunkan bayi Anda ketika bermain. Pastikan Anda tidak melakukannya setelah menyusui. Ingat makanan atau susu masih dicerna dalam perut bayi. Makanan dalam perut bayi dapat dengan mudah tertumpah kembali. Hal ini juga menyebabkan banyak ketidaknyamananan pada bayi. Anda juga harus mengingatkan keluarga dan teman-teman ketika mereka sedang datang mengunjungi.

Hindari pakaian ketat

Legging bayi yang ketat mungkin lucu tapi Anda jangan kenakan pada bayi Anda ketika ingin menyusui.  Jika bayi Anda sudah menderita GERD, berikanlah pakaian yang longgar. Apa pun yang ketat seperti celana dengan pinggang ketat elastis akan membatasi lambung mencerna makanan dan susu.

Buat bayi Anda bersendawa

Anda dapat meredakan dan mencegah GERD pada bayi jika bayi sering bersendawa. Bersendawa setelah setiap 30 ml sampai 60 ml botol makan bayi dan setelah menyelesaikan ASI. Ada banyak cara untuk membuat bayi Anda bersendawa. Berikut adalah tiga metode umum yang dapat membantu:

  • Duduk tegak dan memegang bayi menghadap dada Anda. Dagu bayi beristirahat di bahu Anda dengan satu tangan menahannya. Gunakan tangan Anda yang lain untuk menepuk  punggung bayi Anda secara perlahan. Perlahan goyangkan bayi Anda bolak-balik.
  • Tahan bayi Anda duduk di pangkuan Anda. Gunakan satu tangan untuk menahan dada dan kepala bayi dengan dagu bayi disenderkan di telapak tangan Anda. Gunakan tangan lain dengan lembut tepuk punggung bayi Anda.
  • Baringkan bayi Anda, perut di bawah, di pangkuan Anda. Tahan kepala bayi Anda dan pastikan lebih tinggi dari dada. Kemudian tepuk punggung bayi Anda dengan lembut.

GERD bisa membuat bayi Anda menangis dan tidak nyaman. Bayi memang tidak dapat berbicara, tetapi dapat menunjukkan tanda-tanda dan gejala dari GERD. Dengarkan bayi Anda dengan memperhatikan tanda-tanda ini. Tips ini dapat membantu mencegah bayi Anda menderita GERD.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis atau perawatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

    Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

    Diare dan sembelit adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. Namun, tahukah Anda kalau penyakit hati juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Pencernaan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

    Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

    Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

    Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Pencernaan, Konstipasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengobati sakit kepala

    5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sakit kepala setelah keramas

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    zat aditif adalah msg

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sakit kepala belakang

    Sakit Kepala Belakang

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit