Mengenal Kondisi Kekurangan Tiroid Pada Bayi Baru Lahir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Hidung pesek, pusar menonjol, dan muka sembap pada bayi baru lahir dapat menjadi gejala hipotiroidisme kongenital (HK). Kondisi ini dapat membahayakan tumbuh kembang dan intelegensi bayi ke depannya. Lantas, apa sebenarnya hipotiroid kongenital ini?

Apa itu hipotiroidisme kongenital?

Hipotiroidisme adalah kondisi rendahnya hormon tiroid dalam tubuh, sedangkan kongenital berarti penyakit sejak lahir atau bawaan. Sebelumnya, perlu diketahui dulu bahwa kelenjar tiroid adalah bagian penting dalam tubuh. 

Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu dan terdapat di leher bagian bawah. Kelenjar tiroid berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang mengatur pertumbuhan, perkembangan otak, dan metabolisme tubuh Anak yang mengalami hipotiroidisme menandakan bahwa tubuhnya kekurangan hormon tiroid.

Menurut dr. Andi Nanis Sacharina, Sp.A (K), ahli endokrin anak yang ditemui di Kementerian Kesehatan Indonesia, Rabu (17/07), mengatakan ada beberapa gejala khas pada anak dengan hipotiroidisme kongenital. Gejala HK pada anak berupa:

  • Muka bengkak, terlihat gemuk, atau sembap
  • Pusar menonjol
  • Lidah tebal
  • Hidung 
  • Pusar bodong/menonjol
  • Tidak rewel (jarang menangis) dan tatapan kosong

Ketika bayi baru lahir mengalami kekurangan hormon tiroid, hal ini bisa menimbulkan masalah pada pada perkembangan tubuh dan otak anak. 

Misalnya, tubuh anak pendek, mengalami keterlambatan jalan, berbicara, atau bahkan berpikir. Keterbelakangan mental dan intelegensi yang rendah, seperti IQ anak rendah, bisa terjadi akibat kekurangan hormon tiroid sejak lahir. 

Kenapa anak bisa kena hipotiroid kongenital (HK)?

Hipotiroid kongenital dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor paling utama adalah karena kondisi ibu yang sebelum hamil dan saat hamil mengalami hipotiroid. Hipotiroid pada ibu hamil dapat memengaruhi kondisi tiroid pada bayi setelah lahir. Selain itu, faktor kondisi HK ini juga bersifat genetik. 

Apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Apabila terlambat dideteksi dan diobati, hipotiroid kongenital tidak bisa disembuhkan. Kondisi HK yang terlambat diketahui hanya bisa dikelola dan diterapi.

Terapi kekurangan hormon tiroid umumnya menggunakan obat hormon tiroid dan beberapa obat lain seperti antibiotik dan antinyeri pada anak. 

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, obat tiroid pada bayi dengan kondisi hipotiroid kongenital bisa diberikan bersamaan dengan ASI. Obat tiroid bisa digerus kemudian dicampur ASI atau air yang diberikan satu kali sehari. Khasiat obat sama seperti hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. 

Apakah kondisi ini bisa dideteksi sejak masa kehamilan?

Tidak bisa. Pasalnya, saat di dalam kandungan, hormon tiroid bayi masih disuplai oleh hormon milik ibu. Kondisi ini hanya bisa dideteksi saat bayi lahir dengan skrining hipotiroid kongenital, atau biasa disingkat sebagai SHK.

SHK dilakukan 48-72 jam setelah lahir, setara ketika umur bayi 2-3 hari. Nantinya, bayi akan menjalani tes, dengan mengambil 2-3 tetes darah dari tumit bayi.

Darah kemudian akan diteteskan ke kertas saring yang akan diperiksa ke laboratorium. Bila hasilnya positif mengalami kekurangan hormon tiroid, bayi akan segera diobati sebelum berumur 1 bulan. 

Namun, bila ibu hamil mengidap hipotiroidisme sejak sebelum hamil, dokter biasanya akan memberikan obat tiroid yang dapat membantu tubuh ibu untuk menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Pemberian obat ini aman untuk kondisi kehamilan. Obat tiroid saat hamil juga berguna untuk mencegah bayi lahir dengan hipotiroid kongenital. Deteksi dan pengobatan dini HK akan mencegah keterbelakangan mental sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan normal ke depannya. 

Bagaimana mengatur pola makan anak dengan HK?

Dr. Andi Nanis mengatakan bahwa pola makan dan gizi anak hipotiroid akan ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan dan kondisinya.

Sebetulnya orangtua boleh saja memberikan makanan bergizi sehat dan seimbang layaknya anak normal lainnya. Akan tetapi jumlah nutrisi, protein, dan kalori yang masuk pada anak hipotiroid kongenital harus dihitung secara tepat.

Untuk masalah ini, dr. Andi Nanis menyarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter gizi secara rutin. 

Namun, anak dengan kondisi HK yang belum terdiagnosis sering kali tidak menimbulkan gejala yang tidak disadari orangtua. Bayi yang kekurangan hormon tiroid umumnya gemuk dan tidak rewel.

Kebanyakan orangtua tentu senang dengan sikap bayinya yang anteng. Alhasil, orangtua jadi tidak peka terhadap tanda-tanda si kecil lapar dan butuh asupan makanan lebih. Inilah yang kadang bisa memperparah kondisi HK pada bayi. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca