Ciri dan Gejala Depresi Pada Anak yang Harus Anda Kenali

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019
Bagikan sekarang

Depresi memang umumnya terjadi pada orang dewasa yang mengalami tekanan ataupun beban pikiran yang berlebih. Namun siapa sangka, jika depresi pada anak pun bisa saja terjadi?

Dalam perkembangannya, anak memang cenderung memiliki suasana hati yang gampang berubah-ubah atau disebut dengan istilah moody-an. Dalam satu waktu mereka bisa saja tampak sedih dan galau, lalu tidak lama kemudian mereka akan baik-baik saja.

Jika anak Anda tampak terus-menerus sedih atau putus asa sehingga mempengaruhi aktivitasnya, maka kemungkinan besar ia sedang mengalami depresi masa kecil. Depresi masa kecil adalah sebuah kondisi kesehatan mental serius pada anak yang harus segera di atasi dengan menggunakan perawatan medis.

Apa perbedaan stres dan depresi pada anak?

Stres dan depresi merupakan kondisi umum yang sering terjadi dan bisa terjadi pada usia berapapun. Namun banyak orang yang menganggap jika stress dan depresi adalah hal yang sama. Padahal, kedua hal ini berbeda.

Stres biasanya disebabkan karena banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang. Stres bisa muncul dalam situasi tertentu, misalnya saat anak kurang tidur, akibat pola asuh orang tua, tekanan dari pergaulan dan lain sebagainya. Sama halnya dengan orang dewasa, stres pada anak bisa saja membuat mereka semakin bersemangat untuk menghadapi tantangan, namun di lain sisi, stres justru bisa mematahkan semangat mereka. Jika si kecil mengalami stres yang sudah terlewat dari batas normal, mereka akan rentan mengalami depresi.

Sedangkan depresi adalah sebuah penyakit mental ditandai dengan kelainan mood yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan berperilaku sehingga membuat anak Anda memiliki berbagai masalah emosional dan fisik. Orang yang depresi akan menghabiskan energinya karena merasakan sedih berkepanjangan dan merasa tidak mampu melihat kesenangan seperti yang sebelumnya. Itu sebabnya, energi mereka akan habis untuk melawan dirinya sendiri. Dalam beberapa kasus, depresi muncul tanpa didahului dengan stres.

Apa saja gejala depresi pada anak?

Gejala depresi pada anak bisa bermacam-macam sehingga setiap orang tidak selalu memiliki gejala yang sama. Hal tersebut tergantung pada anak dan gangguan mood-nya. Sering kali, depresi pada anak tidak terdiagnosis dan tidak diobati karena tidak menyadari dari gejala yang ditimbulkan. Berikut ini beberapa gejala depresi pada anak yang umum terjadi, seperti:

  • Mudah tersinggung bahkan cenderung untuk mengamuk.
  • Sering merasa sedih dan hampa karena menganggap bahwa hidupnya tidak berarti.
  • Nafsu makan meningkat karena mencoba menenangkan diri atau kurang nafsu makan karena marasa semua makanan tidak enak.
  • Mengalami gangguan tidur seperti kurang tidur atau tidur terlalu banyak yang terjadi setiap hari.
  • Kesulitan berkonsentrasi sehingga menyebabkan penurunan prestasi yang drastis di sekolah.
  • Kehilangan minat dan ketertarikan pada kegiatan yang biasanya disukainya.
  • Adanya keluhan fisik seperti sakit perut atau sakit kepala.
  • Kesulitan berinteraksi dengan orang lain sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Tertarik dengan kematian yang tidak biasa seperti ingin melakukan bunuh diri.
  • Membuang barang-barang favoritnya, dan seringkali mengatakan jika orang lain lebih baik tanpanya.
  • Mengalami kegelisahan yang teramat disertai sering melakukan perilaku berulang-ulang dan senang mondar-mandir secara berlebihan.
  • Terlihat lemas dan kurang bersemangat karena banyak kehilangan energi dari menangis.
  • Membuat komentar yang kritis dan sinis terhadap diri mereka sendiri karena mengalami rasa pesimis, putus asa dan tidak berguna yang berlebihan.

Penting untuk diketahui, gejala depresi pada anak sebenarnya berbeda-berbeda. Beberapa anak yang mengalami depresi masih bisa membaur dengan lingkungan sosialnya. Namun kebanyakan anak yang mengalami depresi akan mengalami perubahan aktivitas sosial yang sangat mencolok.  

Bagaimana cara mengatasi depresi pada anak?

Jika anak Anda memiliki gejala depresi yang telah berlangsung setidaknya dua minggu, Anda harus menjadwalkan kunjungan ke dokter segara. Hal ini dilakukan guna memastikan kesehatan mental si kecil.

Tidak ada tes khusus – medis atau psikologis – yang dapat menunjukkan depresi pada anak dengan jelas. Tapi alat seperti kuesioner (baik untuk anak dan orang tua) dan wawancara oleh seorang dokter spesialis kejiwaan yang dilakukan dengan teliti dan hati-hati dapat membantu membuat diagnosis yang akurat.

Pada dasarnya, jika si kecil benar mengalami depresi maka pengobatannya akan serupa dengan depresi pada orang dewasa. Mereka akan dilakukan psikoterapi (konseling) dan pengobatan. Studi terbaik sampai saat ini menunjukkan bahwa kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan adalah metode yang paling efektif untuk mengobati depresi pada anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
stres anak saat pandemi

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020