Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

3 Kunci Utama Mencegah Anak Cacingan

3 Kunci Utama Mencegah Anak Cacingan

Di Indonesia, banyak orang yang masih menggap penyakit cacingan sebagai hal yang sepele. Padahal, prevalensi penyakit cacingan di Indonesia termasuk tinggi. Cacingan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, umumnya anak-anak lebih rentan mengalami cacingan. Jika anak cacingan, maka akan menghambat pertumbuhan dan kecerdasannya. Lantas, bagaimana cara mencegahnya? Jawabannya ada di dalam artikel ini.

Penyebab cacingan pada anak

Anak dikatakan terkena cacingan ketika di dalam fesesnya ditemukan cacing atau telurnya yang sudah berkembang biak dan mengambil nutrisi makanan di dalam usus. Terdapat berbagai jenis cacing yang bisa hidup di dalam usus manusia, di antaranya cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.

Umumnya, cacing mudah tertular pada anak lewat makanan yang tidak higienis, BAB sembarangan, dan akibat kontak langsung dengan benda atau tanah kotor yang sudah terinfeksi dengan telur cacing. Anak-anak yang terlihat sehat bisa saja terkena cacingan. Makanya, penting untuk diterapkan perilaku hidup sehat.

Setelah berhasil menembus kulit, cacing kemudian masuk ke dalam pembuluh darah balik (vena) menuju organ dalam tubuh manusia. Cacing juga kerap berkembang biak dan berkoloni di dalam usus. Di sana, cacing akan mengambil nutrisi dan menggigit dinding usus manusia. Hal ini akan membuat seseorang yang terkena infeksi cacingan berakibat kekurangan gizi.

Gejala anak cacingan

Gejala cacingan yang paling sering adalah anak mengalami kekurangan gizi, sering merasa letih, anemia, sering sakit perut, sulit berkonsentrasi, dan kerap merasa gatal di sekitar anus ketika malam hari. Ini terjadi karena cacing tersebut sedang bertelur dan menghasilkan larva yang dikeluarkan lewat anus, sehingga bagian tersebut kerap terasa gatal.

Awalnya gejala cacingan memang terlihat umum, makanya sering disepelekan. Padahal, kalau tidak segera ditangani akan mengganggu perkembangan anak. Bahkan, ada anak yang ususnya perlu dioperasi akibat cacing yang ada di dalam perutnya sudah menyumbat saluran cerna.

Nah, apabila cacing sudah menyumbat usus, maka perut si penderita akan menjadi buncit. Jika terus didiamkan akan terjadi radang usus yang membuat usus pecah bahkan sampai menyebabkan kematian.

Cara mencegah anak cacingan

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah dijelaskan di atas, baiknya Anda sebagai orang tua selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memantau setiap aktivitas anak. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak cacingan:

1. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Kebersihan menjadi hal paling penting untuk mencegah penyebaran telur cacing yang bisa menyebabkan anak cacingan. Langkah untuk menjaga kebersihan ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Mulai untuk menjaga kebersihan kaki dan tangan si kecil. Caranya, ajarkan untuk rutin cuci tangan dan kaki sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan menggunakan sabun.
  • Rutin potong kuku karena telur cacing suka berada dibagian ini.
  • Biasakan untuk menjaga kebersihan setelah buang air dengan membersihkan kemaluan dan/atau dubur dengan baik dan mencuci tangan dengan sabun
  • Hindari si kecil melakukan kebiasaan menggigit kuku yang bisa membuat beberapa kuman, bakteri atau telur cacing bisa masuk ke mulut.

2. Memasak dengan benar

Pastikan Anda memasak bahan makanan hingga matang. Bila anak Anda akan mengonsumsi sayur dan buah mentah, pastikan Anda telah mencucinya hingga bersih. Telur cacing dapat berada di tanah yang terkontaminasi. Bila anak Anda akan mengonsumsi daging mentah, pastikan bahwa daging tersebut terjamin bebas cacing.

3. Minum obat cacing

Jika perlu, konsultasikan ke dokter dan upayakan mengonsumsi obat cacingan yang sudah dapat diberikan pada anak mulai usia dua tahun ke atas. Pasalnya, pada usia dua tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran. Nantinya, si kecil mungkin akan bereaksi tidak nyaman setelah mengkonsumsi obat cacing. Tapi, obat cacing perlu diberikan untuk mencegah infeksi berulang lagi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai obat cacing yang disarankan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Prevention of Intestinal Worm Infections Through Improved Sanitation and Hygiene – https://www.unicef.org/eapro/Prevention_of_intestinal_worm_infections.pdf diakses pada 5 Juli 2017

How to Know If Your Baby Has Worms – https://www.babycenter.in/a1050897/how-to-know-if-your-baby-has-worms diakses pada 5 Juli 2017

Worms – including symptoms, treatment and prevention – http://www.sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/health+topics/health+conditions+prevention+and+treatment/infectious+diseases/worms/worms+-+including+symptoms+treatment+and+prevention diakses pada 5 juli 2017

Kemenkes: Penyakit Kecacingan Masih Dianggap Sepele – http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=1135 diakses pada 5 Juli 2017

http://www.healthline.com/health/pinworms#prevention8

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x