Gangguan Tidur yang Sering Terjadi Pada Anak Remaja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Sayangnya, gangguan tidur sering kali menyerang dan membuat kualitas tidur jadi menurun. Bukan hanya lansia, gangguan tidur juga bisa terjadi pada anak remaja. Apa saja gangguan tidur yang paling sering terjadi pada mereka? Simak ulasannya berikut ini.

Jenis gangguan tidur pada anak remaja

gangguan tidur anak remaja

Memasuki perkembangan remaja, waktu untuk tidur anak menjadi berkurang. Tak jarang, waktu tidur di siang atau sore hari harus dikorbankan karena banyaknya kegiatan.

Mengikuti les atau berbagai kegiatan di sekolah menjadi beberapa alasannya. Belum lagi, kebiasaan main gadget sebelum tidur juga sering membuat mereka lupa waktu hingga tidur larut malam.

Gangguan tidur merupakan kondisi yang biasa terjadi pada anak-anak maupun remaja. Namun, seringkali kondisi ini tidak terdeteksi dengan baik. Orangtua bisa saja berpikir anak mengalami susah tidur biasa.

Tak hanya faktor dari luar, beberapa gangguan tidur dari dalam diri juga bisa menyebabkan waktu tidur berkurang. Menurut laporan Cleveland Clinic, hampir 30% gangguan tidur terjadi pada anak dan juga remaja.

Jika kondisi ini terus terjadi, kualitas tidur akan memburuk. Akibatnya, mereka tidak dapat berkonsentrasi penuh di kelas, kelelahan, dan mengalami masalah emosional, seperti depresi di kemudian hari.

Berikut adalah deretan gangguan tidur yang sering kali mengintai pada anak remaja.

1. Mimpi buruk dan sleep walking

Semua orang pasti pernah mengalami mimpi buruk. Ini sebenarnya normal. Akan tetapi, jika sering terjadi, tidur bisa terganggu karena mimpi dapat membangunkan anak di tengah malam.

Apabila anak mengalami kurang tidur, salah satu akibatnya adalah mimpi buruk. Mimpi buruk pada anak biasanya yang biasanya terjadi dipicu oleh masalah emosional, seperti stres dan kecemasan.

Selain itu, anak-anak juga sering kali mengalami sleep walking alias tidur sambil berjalan. Meskipun umumnya bukan masalah yang serius, gangguan tidur pada anak remaja ini bisa menandakan bahwa anak merasa stres.

2. Insomnia

Jenis gangguan tidur lainnya yang sering terjadi pada anak remaja adalah insomnia. Biasanya, insomnia atau kondisi sulit tidur ini disebabkan oleh stres. Maka dari itu, tidak heran kalau kualitas tidur anak pun menjadi buruk.

Tidak hanya itu saja, kondisi ini juga menyebabkan seseorang susah untuk memulai tidur, sulit tidur kembali ketika terbangun, atau bangun lebih awal dari waktu seharusnya.

Gangguan tidur pada remaja ini terjadi karena banyak hal, di antaranya:

Sakit

Ketika anak sedang sakit, seperti pilek, flu, atau batuk, gejalanya akan memburuk ketika malam.

Selain itu, refluks asam lambung dan GERD juga bisa menyebabkan insomnia karena posisi berbaring memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Mengalami masalah emosional

Stres merupakan penyebab umum terjadinya insomnia pada anak remaja. Hal yang bisa jadi pemicu stres adalah masalah di sekolah serta masalah dalam keluarga, seperti perceraian orangtua atau kekerasan dalam rumah tangga.

Lingkungan yang kurang nyaman

Tidur juga membutuhkan kenyaman. Jika tidak, anak bisa saja sulit tidur hingga mengalami insomnia.

Kamar yang terlalu panas, dingin, terang, atau berisik bisa menjadi salah satu penyebabnya.

3. Sleep apnea

Sleep apnea bisa terjadi pada anak yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Kondisi ini menyebabkan anak sulit bernapas saat tidur.

Penyebabnya adalah pembesaran amandel atau kelenjar gondok (jaringan yang menghubungkan hidung dengan tenggorokan).

Gangguan tidur pada anak remaja ini membuat mereka sering mendengkur, berkeringat, dan bangun dengan kondisi kaget. Mereka juga akan lebih mudah mengantuk di siang hari karena kurang tidur.

4. PLMD atau RLS

PLMD (Periodic limb movement disorder) disebut juga dengan gangguan gerakan tungkai periodik. Gangguan tidur pada anak remaja ini membuat mereka melakukan gerakan berupa sentakan yang tidak disengaja.

Kondisi ini membuat mereka lelah dan mudah terbangun saat tidur.

Selain PLMD, ada pula RLS (Restless Leg Syndrome) yang menimbulkan sensasi kesemutan, kram, gatal, atau panas pada kaki.

Untuk menghilangkan sensasi tersebut, anak dengan kondisi ini akan menggerakkan kaki atau tangannya. Kondisi tersebut tentu mengganggu tidur karena membuat seseorang tidak nyaman.

5. Narkolepsi

Narkolepsi merupakan istilah medis yang menggambarkan kondisi dimana anak bisa tidur secara tiba-tiba.

Gangguan tidur  ini termasuk gangguan yang kronis dan terjadi karena adanya kelainan saraf sehingga mengendalikan aktivitas tidur.

Hal ini bisa membuat remaja sering mengantuk di siang hari dan mengalami serangan tidur yang tiba-tiba.

Tidak hanya itu saja, tidur di waktu malam pun juga bisa terganggu karena sering terbangun sepanjang malam.

Dapat memengaruhi kegiatan dan tergolong berbahaya, gejala gangguan tidur pada anak remaja ini dapat terlihat dari rentang usia 10 hingga 25 tahun.

Waktu tidur yang dibutuhkan anak remaja

Rata-rata, remaja menghabiskan sebanyak 7 jam untuk tidur. Padahal, penelitian yang tak terhitung jumlahnya menunjukkan bahwa mereka membutuhkan 9-9 ½ jam tidur malam.

Setidaknya, 8 jam tidur malam dapat mencegah terjadinya gangguan tidur pada anak remaja. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar remaja perlu tepatnya 9 ¼ jam tidur.

“Beberapa remaja membutuhkan 10 jam tidur nyenyak, terutama mereka yang sangat sibuk dan aktif secara fisik sepanjang hari,” kata Cora Breuner, MD, ketua Komite Adolescence untuk American Academy of Pediatrics.

Akibat terjadinya gangguan tidur pada anak remaja

Remaja membutuhkan waktu tidur yang lebih lama untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga aktivitas di pagi sampai sore hari tidak terganggu.

Saat terjadi gangguan tidur pada anak remaja, maka akibat yang bisa dirasakan secara langsung adalah ketidakmampuan bangun tepat waktu.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang menjadi masalah kesehatan dan menjadi akibat gangguan tidur, di antaranya:

1. Perubahan suasana hati

Seperti yang diketahui, masa remaja merupakan masa dimana remaja mengalami perubahan suasana hati karena perubahan hormonal. Namun, hal ini juga bisa terjadi ketika anak mengalami kurang tidur.

Perubahan mood pada remaja karena gangguan tidur ini terlihat ketika ia menjadi lebih murung dan kurang fokus saat di kelas.

2. Metabolisme terganggu

Efek kurang tidur akibat terjadinya gangguan tidur juga bisa memengaruhi metabolisme. Studi menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada remaja ketika waktu tidur berkurang karena adanya perubahan hormon lainnya di dalam tubuh.

3. Gangguan pada kulit

Tidur itu penting agar sistem di dalam tubuh dapat berfungsi dengan baik. Termasuk untuk kulit pada wajah dan tubuh. Akibat lainnya yang terjadi ketika mengalami gangguan tidur adalah munculnya jerawat pada remaja.

Hal ini terjadi karena kadar hormon yang meningkat sehingga terjadi peradangan dan mengacaukan sistem kekebalan tubuh.

Selain jerawat, anak juga bisa mengalami masalah kulit lainnya seperti eksim atau psoriasis.

Apa yang harus dilakukan orangtua?

Gangguan tidur ini pasti pernah terjadi pada buah hati Anda. Terutama, mimpi buruk, tidur sambil berjalan, dan insomnia.

Jika sesekali terjadi dan tidak diikuti gejala lain yang mengkhawatirkan, ini mungkin tidak menjadi masalah.

Sebaliknya, jika gangguan tidur sering terjadi disertai gejala lainnya, lakukan konsultasi pada dokter, psikolog, atau ahli tidur anak.

Misalnya, ketika insomnia sudah berlangsung selama satu bulan sehingga sudah masuk dalam kategori kronis.

Jangan menunda-nunda perawatan, untuk mencegah keparahan kondisi gangguan tidur pada anak. Hal ini yang dapat memperburuk kesehatan dan kualitas hidup anak.

Beberapa hal lainnya yang bisa Anda coba untuk mengatasi gangguan tidur pada anak remaja:

  • Pertahankan jadwal tidur yang teratur. Sebaiknya remaja tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Jadwal tidurnya juga harus memastikan ia mendapatkan waktu tidur yang cukup.
  • Hindari tidur terlalu lama di akhir pekan. Meskipun mengganti jam tidur yang hilang selama hari sekolah di akhir pekan, tidur sampai sore di hari Minggu akan menyulitkan anak untuk kembali “siap sekolah”-nya besok.
  • Tidur siang. 15-20 menit tidur siang dapat bermanfaat untuk tubuh anak Anda mendapat cukup istirahat.
  • Matikan gadget. Menonton televisi, bermain game, dan internet, pada waktu tidur akan menjadi penyebab gangguan tidur pada anak remaja. Cahaya dari layar ini dapat mengganggu produksi melatonin otak.
  • Hindari kafein, rokok, alkohol, dan obat-obatan. Semua ini menyebabkan masalah tidur pada anak remajaa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Semua orangtua mungkin panik dan takut menghadapi bayi demam naik turun. Sebenarnya apa yang menyebabkan bayi demam naik turun? Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Anak, Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

Kejang febrile terkadang dialami anak-anak ketika sedang demam tinggi. Jika terjadi pada anak Anda, langkah ini dapat Anda lakukan.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

Apakah Anda sering mengigau saat tidur? Atau memperagakan mimpi Anda ketika tidur? Hati-hati, bisa saja itu pertanda Anda mengalami gangguan otak ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kesehatan dan kebahagiaan anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
tidur pakai bra

Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit