×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

3 Tanda Utama Bayi Lahir Albino yang Ortu Wajib Tahu

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Albinisme (albino) adalah sebuah kelainan genetik yang bisa diturunkan oleh orangtua pada anaknya. Gejala albinisme yang paling mudah dikenali yaitu warna kulit, rambut, dan mata yang sangat pucat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus albinisme mungkin tak terdeteksi karena gejalanya bisa tidak kelihatan. Untuk mengenali lebih jauh apa saja gejala albinisme pada bayi, simak terus ulasan lengkap berikut ini.

Mungkinkah gejala albinisme muncul sejak lahir?

Ya, ciri-ciri albinisme biasanya sudah tampak sejak lahir. Albinisme bahkan sudah bisa dideteksi sejak bayi masih dalam kandungan. Hal ini dilakukan dengan cara menganalisis DNA dari plasenta ibu hamil. Pemeriksaan ini biasanya dijalani bagi bayi yang orangtua atau keluarganya mengidap albinisme juga.

Faktor risiko bayi lahir dengan albinisme

Perlu dicatat, albinisme adalah kelainan genetik yang bisa menyerang siapa saja. Terlepas dari jenis kelamin, kelas sosial, atau ras dan etnis seseorang.

Karena albinisme adalah sebuah kelainan genetik, maka faktor risiko terbesar bayi mengidap kondisi yang cukup langka ini adalah keturunan. Anak yang orangtua, kakek, atau neneknya mengidap albinisme punya kemungkinan besar terkena albinisme juga.

Kelainan genetik yang diwariskan tersebut menyebabkan produksi melanin jadi terhambat. Melanin sendiri yaitu pigmen yang bertanggung jawab untuk memberikan warna pada kulit, rambut, serta mata.

Berbagai tanda albinisme pada bayi

1. Gerakan mata yang tak wajar

Pada bayi yang sudah berusia tiga sampai empat bulan, Anda bisa mengamati beberapa gejala albinisme, terutama pada mata bayi Anda. Perhatikan kalau mata bayi Anda sering bergerak-gerak sendiri secara cukup intens, baik ke arah yang sama atau ke arah yang berlawanan. Kondisi ini dinamakan nistagmus.

2. Warna kulit, rambut, bulu, dan mata yang pucat

Warna mata bayi dengan albinisme umumnya biru atau cokelat sangat pucat. Selain itu, bila bayi Anda punya rambut atau bulu halus berwarna kuning, cokelat, atau merah, kemungkinan besar bayi Anda mengidap albinisme. Pada kasus yang serius, bayi Anda mungkin memiliki rambut dan bulu yang berwarna putih.

Biasanya warna rambut dan kulit bayi yang pucat akan berubah jadi lebih gelap sendiri seiring dengan pertumbuhan usia. Namun bisa juga tidak.

3. Sensitif terhadap sinar matahari

Tanda albinisme pada bayi yang juga patut diwaspadai adalah bayi sangat peka terhadap sinar matahari. Ketika Anda menjemur bayi dengan albinisme di luar rumah, muncul bintik-bintik kecokelatan (freckles) pada kulit, terutama di wajah.

Tips membesarkan bayi dengan albinisme

Bila Anda dan pasangan curiga bayi Anda mengidap albinisme, segera bawa ke dokter untuk diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya, ada banyak jenis serta penyebab albinisme dan masing-masing kondisi tentu berbeda.  

Menurut seorang pakar genetika dan biologi molekular dari Denmark, Karen Gronskov, dokter anak akan memeriksa fungsi mata bayi. Setelah itu, dokter akan melakukan tes DNA untuk memastikan penyebab albinisme, misalnya kekurangan enzim tertentu.

Untuk memastikan bayi dengan albinisme tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, jauhkan bayi dari sinar matahari langsung dan cegah kerusakan mata dengan kacamata khusus. Pasalnya, albinisme pada bayi bisa meningkatkan risiko kanker kulit dan kerusakan mata di kemudian hari.

Konsultasikan langsung dengan dokter serta tenaga kesehatan untuk menyesuaikan pola hidup setelah menerima diagnosis albinisme pada bayi. Anak dengan albinisme juga biasanya menghadapi tekanan sosial yang cukup berat. Maka, selalu perhatikan kalau ketika ia tumbuh besar, anak Anda (berapa pun usianya) mengalami stres atau depresi.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca