Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020
Bagikan sekarang

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang biasanya muncul pada masa anak-anak. Anak yang punya asma umumnya akan memunculkan tanda khas seperti sesak napas, batuk-batuk, nyeri di bagian dada, hingga mengi (bunyi ‘ngik-ngik’ saat bernapas) ketika gejalanya kambuh. Orangtua harus sigap untuk menangani asma pada anak karena gejala penyakit ini mirip-mirip dengan masalah pernapasan lainnya. Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat untuk periksa ke dokter kalau curiga anak sakit asma?

Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut.

Waktu yang tepat untuk periksa asma anak ke dokter

Gejala asma pada anak bisa muncul di usia berapa pun. Bahkan, sebetulnya sudah bisa terdeteksi sejak bayi. Oleh karena itu, sebelum terlambat, sebaiknya segera bawa si kecil berobat ke dokter spesialis anak bila Anda melihat mereka mengalami gejala asma yang berulang.

Apalagi bila anak juga memunculkan gejala sakit asma yang tidak biasa seperti:

  • Batuk-batuk yang diikuti dengan kesulitan bernapas, terutama di malam hari.
  • Anak mudah kecapekan saat bermain, ditandai dengan hilangnya minat anak pada mainan yang disukainya.
  • Anak terlihat lemah, lesu, dan tidak bertenaga karena susah tidur di malam hari.
  • Napas anak memburu atau ngos-ngosan.
  • Wajah anak tampak pucat.
  • Sering menguap dan mengehela napas seperti mencoba untuk mengatur napasnya.
  • Muncul gejala mirip pilek atau alergi, seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Penting dipahami bahwa tidak semua anak mengalami gejala asma yang sama. Bahkan, gejalanya pun dapat berbeda-beda dan terus memburuk dari waktu ke waktu. Maka itu, semakin cepat anak dibawa ke dokter, maka akan semakin baik.

Bila sesak yang dialami anak sudah mengganggu aktivitasnya, segera bawa ke dokter. Mungkin anak Anda perlu pertolongan segera.

Pengobatan medis untuk anak yang sakit asma

Seperti yang sudah disinggung di awal, gejala asma pada anak sering kali mirip dengan masalah pernapasan lain. Mulai dari yang dianggap ringan seperti batuk dan pilek, hingga kondisi medis lain yang agak lebih serius layaknya pneumonia dan bronkitis. Itu sebabnya, penting untuk mengobati gejala asma pada anak dengan cepat dan tepat begitu Anda mengenalinya.

Tanpa perawatan yang baik, gejala asma yang dialami si kecil bisa semakin memburuk. Hal tersebut pun dapat menyebabkan anak harus dirawat di rumah sakit karena mengalami komplikasi yang berbahaya. Jadi, bila Anda curiga anak sakit asma, jangan ragu untuk segera membawanya berobat ke dokter spesialis anak.

Hal pertama yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis asma pada anak adalah menanyakan seputar riwayat kesehatannya serta gejala yang mereka keluhkan. Beri tahu dokter bila si kecil, Anda atau pasangan (bahkan keduanya), punya riwayat asma, alergi, eksim, atau masalah pernapasan lainnya.

Sampaikan juga terkait gejala yang belakangan ini sering dikeluhkan si kecil secara detail. Termasuk kapan gejala biasanya muncul dan seberapa sering anak mengalami gejala tersebut. Informasi ini sangat penting karena dapat membantu dokter untuk memantapkan diagnosis.

Sembari menanyakan tentang riwayat kesehatan anak, dokter biasanya akan memeriksa degup jantung dan paru-paru anak. Dokter juga akan meminta anak untuk menjalani tes spirometri dan peak flow meter. Kedua tes ini dapat menggambarkan apakah fungsi paru-paru anak bekerja dengan baik atau tidak.

Bila diperlukan, si kecil juga dapat diminta menjalani tes pencitraan dengan sinar X, tes alergi di kulit, serta tes darah untuk memastikan diagnosisnya. Bila pemeriksaan menunjukkan bahwa si kecil positif mengidap asma, maka dokter akan mengajak Anda untuk menyusun rencana perawatan asma. Rencana perawatan asma ini bertujuan untuk mengendalikan asma dan mencegah kekambuhan gejalanya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat terpapar cuaca atau udara dingin ternyata memang dapat memicu asma untuk kambuh. Apa hubungannyas dan bagaimana hal ini dapat terjadi?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Health Centers 13/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020