Kenapa Masih Kecil Sudah Harus Pakai Kacamata?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat ini adalah masa teknologi, jadi anak-anak lebih cepat bersentuhan dengan alat elektronik. Namun, ini memiliki banyak konsekuensi negatif. Salah satunya adalah miopi alias rabun jauh atau mata minus, yang membuat banyak anak sudah harus pakai kacamata di usia sangat muda.

Kenapa makin banyak anak-anak yang harus pakai kacamata?

Setiap hari, hampir semua anak menghabiskan banyak waktu dengan smartphone atau iPad, televisi, dan lain-lain. Jika memiliki waktu luang, mereka akan bermain video games sepanjang hari. Namun, Anda harus tahu bahwa laptop atau ponsel, ipad, dan layar gadget lainnya memiliki medan gaya yang mengkhawatirkan.

Jika anak berada dekat dengan alat-alat elektronik untuk waktu yang lama, penglihatan mereka akan menjadi terbatas. Mereka akan melihat hal-hal yang letaknya jauh dengan tidak jelas. Penglihatan mereka akan terasa kabur dan kesulitan untuk menentukan posisi tepat suatu obyek yang letaknya jauh dari mereka.

Anak-anak yang rabun jauh tidak dapat melihat layar TV atau papan tulis di sekolah. Maka dari itu, mereka membutuhkan suatu alat yang dapat membantu memperbaiki penglihatan mereka. Inilah kenapa anak-anak ini kemudian perlu pakai kacamata.

Apa penyebab mata minus?

Rabun jauh atau mata minus terjadi ketika kornea terlalu melengkung. Jadi, saat cahaya masuk, mata tidak dapat fokus dengan tepat. Jarak ke obyek menjadi tampak buram.

Saat ini, penyebab mata minus belum ditentukan dengan jelas. Mungkin penyebabnya turun menurun. Jika salah satu atau kedua orang tua anak menderita rabun jauh, anak tersebut dapat terkena rabun jauh.

Terlepas dari faktor bawaan, rabun bisa terpengaruh oleh cara Anda menjaga mata. Jika Anda selalu membaca dengan penerangan buruk dan menghabiskan banyak waktu dengan komputer, Anda akan lebih mudah memiliki mata minus.

Pada anak-anak yang matanya terus mengalami pertumbuhan, rabun jauh akan mengalami perkembangan sampai sekitar usia 20 tahun. Namun, miopi juga dapat dialami oleh orang dewasa akibat stres penglihatan, katarak, atau diabetes.

Bagaimana cara mencari tahu jika anak Anda perlu pakai kacamata?

Jika anak Anda mengalami tanda-tanda yang tidak biasa, Anda harus membawanya ke dokter. Di rumah sakit atau klinik, dokter akan mengukur penglihatan anak dengan uji jarak pandang. Anak Anda akan menutup salah satu matanya dan membaca papan abjad dengan berbagai ukuran huruf dari kecil ke besar. Kemudian, dokter akan melakukan tes lagi dengan monitor. Hasil akhir akan membantu Anda mengetahui apakah anak Anda membutuhkan kacamata atau tidak.

Penglihatan terbaik orang normal adalah dari 9/10 sampai 10/10. Jika penglihatan Anda kurang dari angka tersebut, Anda berarti rabun jauh.

Tips menjaga kesehatan mata anak yang rabun

Saat Anda tahu bahwa anak Anda harus menggunakan kacamata di setiap waktu, ia harus belajar cara untuk hidup dengan kondisi tersebut dan menjaga kesehatan matanya. Terapkan kebiasaan berikut.

  • Selalu bersihkan kacamata dengan teratur.
  • Tidak hanya kacamata, mata juga penting untuk dijaga kebersihannya. Gunakan tetes mata atau obat tetes mata khusus secara teratur jika memang dianjurkan dokter.
  • Biarkan mata cukup beristirahat dalam sehari.
  • Pegang ponsel pada jarak 10 cm dari mata.
  • Jangan membaca atau menggunakan ponsel dan laptop di tempat yang gelap karena mata harus lebih menyesuaikan diri.
  • Masukkan lebih banyak makanan yang kaya vitamin A ke dalam makanan sehari-hari, seperti wortel, tomat, labu cina, papaya, paprika, selada, dll.
  • Konsumsi lebih banyak Omega-3. Zat ini banyak terkandung dalam minyak ikan.

Tanda-tanda di atas adalah pengetahuan dasar yang dapat dengan mudah Anda kenali. Cegah anak Anda terkena rabun jauh sebaik yang Anda bisa.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
mata seperti melihat kilatan cahaya

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
anak cengeng

7 Cara Menghadapi Anak Cengeng Tanpa Drama

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit