Tips Menyajikan Sereal Bubur Bayi Sebagai Makanan Pertama Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah bayi Anda berusia 4-6 bulan dan menunjukkan tanda-tanda kesiapan makan makanan padat, maka Anda boleh memberikan bayi Anda makanan padat. Sereal bubur bayi bisa jadi salah satu pilihan Anda.

Mengapa sereal bayi?

Selain sebagai bubur, sereal bayi akan berfungsi sebagai sumber utama zat besi bagi bayi Anda sepanjang tahun pertama, dan mungkin untuk tahun berikutnya. Sereal bayi juga cukup mudah dicerna, relatif tidak memicu alergi, dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh, membuat sereal bubur menjadi salah satu makanan pertama yang direkomendasikan untuk bayi.

Apa jenis sereal bayi yang sebaiknya saya sajikan?

Hal yang terbaik adalah dengan memberikan sereal berbutir seperti beras, oatmeal, atau gandum. Jenis ini tidak menyebabkan alergi dan memungkinkan Anda untuk memperkenalkan bayi Anda ke salah satu makanan baru (atau dalam hal ini, biji-bijian).

Bagaimana cara mencampur sereal bubur bayi?

Anda dapat menggunakan susu formula atau ASI, meskipun tidak ada salahnya juga jika Anda ingin menggunakan air. Anda juga memiliki pilihan untuk membeli sereal bayi kemasan yang belum dicampur. Secara teknis, sereal kemasan tidak menawarkan manfaat tambahan selain kenyamanannya dan cenderung cukup lembek, sehingga Anda mungkin perlu menambahkan beberapa sereal tambahan setelah bayi Anda terbiasa menelan tekstur makanan yang tebal.

Setelah bayi Anda rutin makan sereal dengan baik, Anda juga dapat menambahkan bayi Anda bubur daging, buah-buahan, dan/atau sayuran ke dalam campuran sereal, dan bukan memberinya secara terpisah.

Seberapa padat tekstur sereal yang harus saya buat?

Untuk lebih jelasnya, kita harus membuat porsi pertama sereal bayi sepadat mungkin. Seberapa padatnya tergantung pada seberapa baik bayi Anda merasakan teksturnya, karena akan ada perbedaan pada setiap bayi dalam menangani makanan padat. Tujuan awal Anda harus menawarkan campuran makanan dengan sendok, mirip dengan tekstur saus apel.

Jika Anda tipe orang yang suka mengikuti resep, Anda akan senang mengetahui bahwa setiap kotak sereal bayi memiliki petunjuk untuk bagaimana mencampur dan menyiapkan porsi sereal pertama bayi Anda. Kebanyakan resep menyarankan mencampurkan sekitar 1 sendok makan sereal dengan 2 ons atau 56,6 gram susu formula atau ASI.

Jika Anda kurang suka mengukur porsi dan lebih suka mengukur dengan insting, cukup gunakan dua sendok atau lebih sereal kering ke dalam mangkuk dan kemudian tambahkan cukup cairan untuk membuat campuran sereal tipis dan berair. Lalu biarkan bayi Anda yang menentukan. Terlalu berair? Tambahkan lebih banyak sereal. Terlalu kental? Tambahkan ASI atau susu formula.

Berapa banyak sereal yang harus saya berikan?

Kemungkinan bayi Anda akan memberi tahu Anda seberapa banyak porsi yang ia inginkan. Jika hanya beberapa suapan yang dia inginkan, dia mungkin akan menolaknya dan mulai rewel. Jika, dia melahap dengan banyak, itu berarti Anda harus memberikan porsi lebih.

Jika Anda membutuhkan angka kasarnya, cobalah untuk memberikan 1 sampai 4 sendok teh pada awalnya. Bersiaplah untuk memberikan porsi lebih, karena jumlah ini dapat meningkat pesat dalam waktu singkat bahkan selama beberapa hari.

Kenapa sereal bubur bayi sebaiknya tidak diberikan dalam botol?

Walaupun kebiasaan menambahkan sereal ke botol bayi adalah salah satu cara yang telah lama digunakan, ada beberapa alasan kuat mengapa Anda benar-benar tidak melakukannya kecuali disarankan oleh dokter anak.

  • Siap atau tidak. Sistem pencernaan bayi tidak dianggap siap untuk memproses sereal sampai sekitar usia 4 bulan. Ketika ia cukup lama dalam mencerna sereal, ia juga harus siap untuk memakannya dari sendok.
  • Terlalu keras untuk dimakan. Menawarkan sereal dalam botol (atau bahkan di sendok) sebelum bayi benar-benar siap dapat meningkatkan kemungkinan tersedak dan/atau menghirup campuran kental ke dalam paru-paru mereka. Kecuali ada alasan medis untuk memberikannya lebih awal, sangat tidak dianjurkan untuk memberikannya lebih awal.
  • Aktivasi alergi. Paparan makanan padat sebelum usia 4 bulan dapat membuat bayi berisiko untuk mengalami alergi makanan dalam waktu yang dapat meminimalkan risiko dengan hanya menunggu 4-6 bulan hingga waktunya tepat.
  • Porsi berlebihan. Mungkin alasan terbesar untuk tidak melakukan penambahan sereal dalam botol berhubungan dengan porsi yang berlebihan. Dengan insting, bayi Anda tahu berapa banyak ASI atau susu formula untuk diminum berdasarkan volume, dan bukan berdasarkan jumlah kalori.

Meskipun pemberian porsi berlebihan pada bayi sulit dihindari, hal ini juga sulit saat hanya memberikan ASI atau susu formula. Begitu sereal diberikan, keadaan akan menjadi lebih sulit, pada kenyataannya, menempatkan sereal dalam botol dianggap oleh beberapa orang sebagai bentuk pemaksaan makan yang dapat menyebabkan bayi “overdosis” kalori.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Batas Asupan Karbohidrat yang Ideal Per Hari?

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang penting dalam tubuh. Berapa batas kebutuhan karbohidrat? Apa dampaknya jika tidak terpenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Sebelum terlambat, perhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang optimal termasuk perkembangan otak anak. Ini dia nutrisi yang dimaksud beserta sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Walaupun gula diperlukan tubuh, namun kebanyakan asupan gula dapat membuat gula darah naik. Lalu, bagaimana dengan gula dalam buah, apakah baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

5 Kreasi Resep Bubur yang Nikmat untuk Sarapan dan Selingan Sore Hari

Bubur termasuk sajian favorit banyak orang. Selain rasanya yang enak, bubur juga mudah dibuat. Yuk, coba beberapa resep bubur ini di rumah!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Resep Sehat, Nutrisi 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
pantangan saat ambeien makanan untuk penderita ambeien

Pantangan Ambeien Beserta Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
sarapan sayur

4 Cara Agar Sarapan Sayur Setiap Pagi Lebih Mudah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit