Apa Itu Ruam Air Liur Bayi dan Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda melihat si kecil mengeluarkan air liur atau ngiler? Ini adalah hal yang paling sering dialami oleh bayi dan sangat wajar. Keluarnya air liur atau sering disebut ngeces bisa jadi salah satu efek samping dari gigi yang sedang tumbuh. Maka itu, tidak heran kalau bagian dagu atau mulut bayi sering dipenuhi air liur. Namun, air liur yang menempel pada kulit bayi yang sensitif lama-lama juga bisa menimbulkan ruam. Kondisi ini disebut juga dengan drool rash atau ruam air liur pada bayi. 

Penyebab ruam air liur bayi

Keluarnya air liur dari mulut si kecil adalah hal yang normal, terutama bayi yang baru lahir. Dikutip dari Healthy Children, American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa peningkatan air liur selama tumbuh gigi bisa membantu pelindungi dan menenangkan gusi bayi yang lembut.

Air liur mulai keluar ketika perkembangan bayi usia tiga bulan (12 minggu) sampai usia enam bulan. Biasanya akan berhenti ketika bayi masuk usia 15-18 bulan. 

Air liur yang keluar dari mulut bayi akan mengalir melewati pipi, dagu, lipatan leher, bahkan sampai dada si kecil yang bisa membuat iritasi kulit pada bayi kemudian terjadi ruam.  

Tidak seperti penyakit kulit lain, ruam air liur ini tidak menular. Namun, bisa menyebabkan kondisi kulit tidak nyaman, seperti bercak, bintik merah pada kulit bayi, gatal, permukaan kulit tidak rata, dan bintik-bintik.

Bercak di kulit bayi ini bisa dalam keadaan kering dan lembap, ini sering membuat bayi rewel dan menangis. Sebenarnya, keluar air liur dari mulut bayi merupakan proses alami dan efek samping dari pertumbuhan gigi bayi.

Ketika gigi mulai tumbuh dan menembus gusi, mulut akan memproduksi air liur lebih banyak. Namun selain karena tumbuh gigi, alasan bayi sering mengeluarkan air liur adalah:

  • Kemampuan menelan yang kurang baik
  • Kekurangan gigi depan
  • Terlalu sering membuka mulut

Keluar air liur dari mulut bayi tidak hanya menimbulkan dampak negatif seperti ruam, tapi juga punya manfaat di baliknya, yaitu:

  • Membantu mencairkan makanan ketika bayi siap makan
  • Menjaga mulut tetap lembap
  • Membantu bayi untuk menelan makanan
  • Membersihkan sisa makanan
  • Melindungi gigi bayi

Merawat kesehatan mulut dan kulit bayi dari ruam air liur juga penting agar si kecil merasa nyaman. 

Cara mencegah ruam air liur pada kulit bayi

alergi ruam pada bayi

Keluarnya air liur dari mulut bayi emang hal wajar, tapi harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan ruam. Berikut beberapa cara untuk mencegah ruam air liur pada kulit buah hati Anda. 

Pakai celemek untuk menahan air liur

Untuk mencegah ruam air liur pada bayi, Anda bisa memakaikan si kecil celemek atau bib untuk menahan aliran air ke leher dan dada bayi.

Aliran ini bisa membuat kulit bayi iritasi dan terjadi ruam merah di mulut bayi yang membuat gatal dan tidak nyaman. Celemek ini juga bisa dijadikan lap untuk mengusap air liur sebelum mengalir ke pipi, leher, dan dada bayi.

Mengganti baju saat basah

Ketika Anda melihat leher dan dada bayi basah karena air liur, segera ganti pakaian si kecil. Membiarkan kulit bayi terkena air liur terlalu lama bisa membuat iritasi dan ruam.

Apalagi perawatan kulit bayi sensitif yang tidak mudah, ini membuka kemungkinan lebih besar untuknya mengalami iritasi dan ruam kulit. 

Membersihkan wajah bayi setelah menyusui

Air liur yang mengalir di pipi setelah menyusu bisa membuat ruam kemerahan pada kulit bayi. Pastikan untuk membersihkan wajah si kecil setelah selesai menyusui dengan tisu atau lap kering. Hindari menggosok bagian wajah dengan keras karena bisa merusak tekstur kulit si kecil. 

Saat membersihkan wajah si kecil, Anda bisa menggunakan kain yang dibasahi dengan air tanpa sabun untuk menjaga kelembapan kulit.

Cara mengatasi ruam air liur pada bayi

penyebab biduran ruam pada bayi

 Bila pencegahannya sudah dilakukan tapi ruam masih timbul di kulit bayi, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Berikut langkah-langkah mengatasi ruam air liur pada si kecil:

Memakai krim atau pelembap

Anda bisa mengoleskan salep pereda ruam seperti Aquaphor atau petroleum jelly untuk kulit bayi. Krim ini bisa menenangkan kulit yang sedang ruam dan iritasi. Krim ini menjadi penghalang antara kulit bayi dengan air liur yang mungkin keluar lagi.

Kemudian, gunakan lotion bayi yang lembut dan juga tidak mengandung parfum pada kulit bayi yang mengering akibat air liur. Namun, jangan berikan lotion pada area yang sudah menjadi ruam akibat liur.

Untuk kulit yang sudah muncul ruam, sebaiknya setelah mandi langsung dikeringkan dengan lembut, lalu dioleskan salep Aquaphor atau petroleum jelly.

Selain kedua salep itu, Anda bisa membeli salep di apotik yang lebih paten yakni krim hidrokortison yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Akan tetapi, ikuti aturan penggunaannya dengan baik.

Namun jika Anda ragu, sebaiknya konsultasikan ke dokter berapa lama penggunaannya dan seberapa banyak yang harus dioleskan.

Menjaga tubuh bayi tetap bersih

Dua hari sekali bersihkan area ruam dengan air hangat. Gunakan kain yang bersih dan lembut yang cocok untuk kulit bayi yang sensitif. Hindari menggosok karena bisa membuat iritasi semakin parah dan bikin gatal.

Setelah dibersihkan, pastikan kulit bayi Anda benar-benar kering. Anda bisa membiarkan si kecil telanjang sebentar agar kulit bayi bisa kering secara alami. 

Periksa botol dan dot bayi

Mengapa perlu memeriksa botol dan dot bayi? Kedua benda ini sering berhubungan dengan mulut si kecil, sehingga Anda perlu memastikan semuanya bersih dan tidak menyebabkan iritasi pada mulut bayi.

Ketika mulut bayi mengalami iritasi, akan berpengaruh pada air liur yang mengalir di kulit si kecil. Untuk mengurangi risiko iritasi, pastikan botol selalu dicuci dan dikeringkan setelah dipakai.

Anda juga bisa membatasi pemakaian dot agar tidak terlalu lama karena bisa membuat ruam di mulut bayi bisa lebih parah. Anda juga perlu memilih botol susu dan dot yang baik untuk bayi.

Perhatikan faktor lain

Faktor lain bisa menjadi penyebab ruam air liur pada bayi, misalnya pemakaian selimut, seprai, bantal, guling, atau bahan baju untuk bayi yang membuat iritasi kulit.

Tidak hanya itu, pemakaian detergen untuk mencuci baju bayi yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab ruam air liur. Pastikan tidak menggunakan deterjen yang mengandung wewangian untuk baju bayi, seprei, dan peralatan kain bayi lainnya selama si buah hati mengalami ruam.

Sementara itu saat mandi, pastikan Anda menggunakan sabun atau sampo yang tidak beraroma dan ringan untuk kulit bayi. Pilih juga sabun untuk membantu kulit kering bayi.

Hal yang paling penting ketika menangani ruam air liur, pastikan area tersebut selalu bersih. Sebab, ruam akan lebih mudah mengalami infeksi jika kena bakteri atau kuman.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat membuat si kecil tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengikuti cara mengatasi biang keringat pada bayi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ruam Popok, Masalah Kulit Bayi yang Paling Sering Terjadi

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Kulit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 16 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ketika bayi mengalami gejala tertentu, pasti orangtua akan cemas. Apalagi jika bayi baru lahir. Bagaimana jika kulit bayi mengelupas di minggu pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

air liur berdarah

Bukan Hanya Karena Luka, Ini 4 Kondisi Penyebab Air Liur Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
diaper popok dewasa

Ruam Popok Juga Bisa Terjadi Pada Orang Dewasa, Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
leher bayi merah

Leher Bayi Merah dan Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit