Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tindik Telinga Bayi, Kapan Boleh Dilakukan dan Bagaimana Cara Merawatnya?

Tindik Telinga Bayi, Kapan Boleh Dilakukan dan Bagaimana Cara Merawatnya?

Sebelum si kecil lahir, Anda tentu sudah mempersiapkan yang terbaik baginya termasuk perlengkapan bayi baru lahir. seperti anting untuk anak perempuan. Oleh karena itu, banyak orangtua berpikir untuk melakukan tindik telinga bayi secepatnya. Namun, bagaimana dari sisi medis? Apakah menindik telinga bayi baru lahir aman dan bagaimana perawatannya?

Umur berapa boleh tindik telinga bayi?

tindik telinga bayi

Orangtua tak selalu harus melakukan tindik telinga bayi. Ada yang langsung melakukannya, ada pula yang menunggu sampai si kecil sudah cukup umur. Bahkan, ada orangtua yang tidak sama sekali menindik telinga si kecil.

Sebenarnya, hal yang paling ditakuti ketika menindik bayi baru lahir adalah terjadinya risiko infeksi walaupun kemungkinannya tergolong kecil.

Jika infeksi terjadi pada bayi berusia kurang dari dua bulan, ia bisa mengalami komplikasi serius.

Mengutip dari Riley Chidren’s Health, setidaknya orangtua perlu menunggu hingga bayi berusia 3 – 4 bulan untuk melakukan tindik telinga.

Anda sebagai orangtua juga perlu memastikan untuk melakukannya di rumah sakit agar tekniknya terjamin aman dan peralatannya pun steril.

Cara merawat tindik telinga bayi

tindik telinga bayi

Sama seperti orang dewasa, Anda perlu menjaga area telinga bayi dengan baik setelah melakukan tindik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Umumnya, setelah proses tindikan, area kulit telinga akan terlihat kemerahan atau menjadi lebih sensitif.

Berikut adalah cara merawat hasil tindik telinga bayi.

  • Hindari menyentuh tindikan kecuali saat membersihkannya,
  • Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh area telinga,
  • Bersihkan seluruh area tindikan dengan alkohol 2 – 3 kali sehari.
  • Pastikan bantalan anting sudah kencang dan putar saat membersihkan.
  • Tidak menarik atau mendorong anting hingga lepas, serta
  • Hindari kolam renang dan bak air panas agar tidak terjadi infeksi.

Saat merawat tindikan, Anda boleh untuk memutar anting yang sudah dipasang. Akan tetapi, jangan melepasnya setidaknya selama enam minggu agar lubang tidak tertutup.

Ketika sudah melewati enam minggu, tidak ada salahnya untuk melepas anting pada malam hari sebelum tidur.

Jangan lupa untuk membersihkan anting secara rutin dengan menggunakan alkohol serta jaga kelembapan telinga bayi dengan salep khusus.

Bagaimana kalau terjadi infeksi?

Meskipun Anda sudah merawat area telinga si kecil dengan baik, kemungkinan infeksi tetap ada.

Selain karena tindik telinga bayi, ada pula penyebab atau faktor risiko lainnya sehingga si kecil mengalami infeksi, di antaranya adalah:

  • terdapat kuman serta bakteri,
  • pemasangan anting terlalu ketat,
  • alergi terhadap salah satu bahan metal dalam anting, dan
  • ada bagian anting yang masuk ke dalam daun telinga.

Berikut adalah gejala atau tanda saat tindik telinga bayi mengalami infeksi, yaitu:

  • kemerahan,
  • pembengkakan area telinga,
  • terasa hangat saat disentuh,
  • anak mengalami demam, dan
  • keluar nanah pada luka.

Pertolongan pertama yang orangtua bisa lakukan untuk mengatasi infeksi akibat tindik telinga adalah membersihkan area telinga dengan saline atau larutan garam.

Hindari membersihkan area infeksi dengan kapas yang mengandung alkohol karena akan meningkatkan sensitivitas.

Dokter juga kemungkinan akan memberikan rekomendasi untuk tetap menjaga kebersihan telinga serta mengoleskan salep antibakteri.

Jika setelah dua hari infeksi pada telinga bayi tidak juga membaik, segera bawa si kecil kembali ke dokter.

Kemungkinan, perlu waktu 1 – 2 minggu sampai infeksi benar-benar sembuh sampai bayi bisa menggunakan anting kembali setelah tindik telinga.

Rekomendasi jenis anting

Apabila orangtua memutuskan untuk tetap melakukan tindik telinga pada bayi, setidaknya Anda juga perlu menyiapkan anting.

Anting untuk si kecil pun tidak bisa sembarangan karena ada bahan anting yang mengakibatkan anak alergi atau iritasi.

Pilihlah anting yang terbuat dari bahan perak atau emas 14 – 24 karat yang kemungkinan tidak mengakibatkan alergi pada kulit anak.

American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan agar si kecil menggunakan anting kecil, berbentuk bulat, rata, dan tidak memiliki ujung yang menggantung.

Walaupun anting dengan bahan nikel mempunyai harga lebih murah, tetapi ini dapat memicu reaksi alergi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ear Piercings for Babies | A Cultural Controversy – ChildrensMD. (2018). Retrieved 20 April 2021, from https://childrensmd.org/browse-by-age-group/newborn-infants/ear-piercings-for-babies/

Ear Piercing For Kids: Safety Tips From a Pediatrician | Riley Children’s Health. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.rileychildrens.org/connections/ear-piercing-for-kids-safety-tips-from-a-pediatrician

Pierced Ears. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Pierced-Ears

The Risks of Infant Ear Piercing. (2021). Retrieved 20 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/news/articles/the-risks-of-infant-ear-piercing

Parekh, J., & Kokotos, F. (2019). Ear Piercing. Pediatrics In Review, 40(1), 49-50. doi: 10.1542/pir.2017-0218

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita