Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Langkah Memilih Produk Skincare Terbaik untuk Kulit Bayi Sensitif

    10 Langkah Memilih Produk Skincare Terbaik untuk Kulit Bayi Sensitif

    Kulit bayi yang sensitif lebih rentan terhadap iritasi atau ruam. Untuk itu, Anda perlu lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit untuk bayi Anda. Jangan sampai salah pilih sehingga jadi berdampak buruk pada kesehatannya. Simak ulasan berikut untuk membantu Anda memilih produk perawatan kulit bayi sensitif.

    Panduan memilih produk perawatan kulit bayi sensitif

    Ada berbagai jenis produk perawatan kulit bayi seperti sabun, losion pelembap, baby oil, salep ruam popok, tisu basah dan bedak yang mudah ditemukan di toko-toko.

    Namun, untuk kulit bayi yang sensitif, tidak semua skincare untuk bayi tersebut cocok untuk kulitnya.

    Maka dari itu, sebelum mengaplikasikan produk tersebut ke kulit bayi, sebaiknya Anda membaca label pada kemasan produk dengan teliti.

    Orangtua tidak boleh sembarangan memilih produk perawatan kulit bayi. Pertama, pastikan dulu bahwa produk tersebut memang diformulasikan khusus untuk kulit bayi.

    Produk perawatan kulit khusus bayi biasanya minim kandungan zat kimia keras yang bisa mengeringkan kulitnya.

    Produk-produk khusus bayi juga dirancang khusus untuk melindungi keseimbangan alami kulit bayi serta mempertahankan lapisan pelindung kulit terluar.

    Dalam memilih perawatan kulit bayi, orangtua perlu memperhatikan kandungan yang tertera di kemasan, berikut beberapa di antaranya.

    rekomendasi sabun untuk biang keringat pada bayi.

    1. Hazard level rendah

    Pastikan produk yang digunakan memiliki formula iritasi rendah (hazard rendah) dan terbuat dari bahan alami yang aman di kulit bayi.

    Apa maksud dari low hazard atau hazard rendah? Istilah low hazard adalah sebuah tolak ukur dalam mengetahui produk perawatan kulit tidak memakai bahan kimia berbahaya.

    Mengutip Occupational Safety and Health Administration (OSHA), klasifikasi bahaya (hazard classification) adalah proses evaluasi untuk menentukan apakah ada bahan berbahaya dalam produk tersebut.

    Ada tiga level klasifikasi bahaya, tinggi, sedang, dan rendah sesuai dengan tingkat keparahan efek terhadap tubuh.

    Level hazard tinggi biasanya mengandung karsinogen atau bahan yang bisa menyebabkan kanker, gangguan pernapasan, sampai kerusakan serius pada mata.

    Produk moderate hazard mengandung bahan kimia buatan yang bisa mengganggu kesehatan kulit bayi, seperti iritasi kulit.

    Sementara itu, kandungan yang masuk kategori level hazard rendah adalah berbahan alami dari tumbuhan yang tidak ada tambahan bahan kimia buatan.

    Jadi sebaiknya dalam memilih produk si kecil, dibaca terlebih dahulu komposisi kandungannya.

    Pastikan kandungannya sudah low hazard, sehingga aman, tidak memicu iritasi dan gangguan kulit lainnya.

    2. Bebas Deterjen SLS

    Hindari juga produk yang mengandung SLS (Sodium laureth sulfate) atau pembuat busa yang dapat merusak lapisan luar kulit dan memicu iritasi kulit pada anak.

    SLS Punya banyak nama lain seperti: Sodium alkyl ether sulfates (SLES), ammonium lauryl sulfate (ALS), sodium myreth sulfate, anionik surfaktan dan masih banyak nama lainnya.

    Sodium Laurent Sulfate (SLS) adalah jenis surfaktan yang sering dipakai untuk produk pembersih, seperti:

    • sabun cuci piring,
    • pembersih lantai,
    • sabun mandi dan shampoo termasuk juga di produk bayi.

    Berdasarkan penelitian dari Science Medicines Health, SLS bisa menimbulkan iritasi kulit, diduga karena sifat surfaktan yang merusak membran sel.

    Apalagi kulit si kecil terutama newborn masih tipis dan belum sempurna, sehingga SLS mudah masuk ke dalam jaringan kulit.

    Kemudian engikis kelembapan kulit sehingga memicu iritasi dan masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, hindari si kecil dari produk yang masih ada kandungan SLS.

    sabun bayi baru lahir

    3. Hypoallergenic

    Mengutip dari Food and Drugs Administration (FDA), label hypoallergenic menandakan bahwa produk tersebut mengandung lebih sedikit zat pemicu alergi pada kulit bayi.

    Maka dari itu, akan lebih aman bila Anda tidak memilih produk perawatan kulit yang memiliki label ini walaupun kemungkinannya kecil terjadi alergi.

    Apalagi bila si kecil memiliki alergi yang cukup parah, seperti ruam merah yang gatal, orangtua bisa memilih produk perawatan kulit bayi yang berlabel hypoallergenic.

    4. Bebas phthalate dan paraben

    Produk perawatan kulit bayi yang mengandung zat aditif phthalate dan paraben harus dihindari.

    Pasalnya, kedua zat ini dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan eksim pada kulit bayi.

    Bahkan, phthalate dan paraben berpotensi mengubah kadar hormon dalam tubuh setelah diserap kulit.

    5. Bebas alkohol

    Ada beberapa jenis alkohol seperti benzyl alcohol dan cetyl alcohol yang memiliki efek rendah pada kulit bayi.

    Namun, penelitian dari Clinical And Translational Allergy, kandungan ini termasuk yang tidak disarankan dalam produk perawatan kulit bayi.

    Sebab, paparan alkohol yang berlebihan dapat memicu iritasi dan kulit kering. Sebaiknya pilihlah produk perawatan kulit bayi yang bebas alkohol.

    6. Hindari produk sabun antibakteri dengan kandungan triclosan

    Meskipun Anda cemas dengan kuman atau bakteri yang menempel pada kulit bayi. Memilih sabun antibakteri dengan kandungan triclosan sebenarnya tidak dibutuhkan oleh bayi.

    Bahan kimia tambahan yang terdapat pada sabun antibakteri, yaitu triclosan, dikhawatirkan akan mengiritasi kulit bayi yang sensitif.

    Jika menggunakan sabun antibakteri, pilih kandungan antibakteri yang berasal dari essential oil sehingga aman di kulit bayi.

    7. Bebas pewangi dan pewarna

    Produk yang menggunakan bebas pewangi dan tidak berwarna tidak akan menyebabkan reaksi alergi pada kulit bayi.

    Bila kulit bayi Anda kering atau memiliki eksim, semua produk yang mengandung pewangi akan mengiritasi dan memperburuk kondisi kulit.

    Biasanya produk yang melabelkan kata “wangi” menggunakan bahan kimia tambahan dalam membuat aroma.

    sabun untuk kulit kering bayi

    8. Sesuai dengan pH kulitnya

    Beberapa minggu setelah dilahirkan, permukaan kulit bayi berubah dari pH yang mendekati netral menjadi pH 5,5.

    Untuk itu, pilih produk perawatan kulit yang mendekati tingkat pH kulit bayi yang tidak akan mengganggu lapisan kulit.

    Namun, produk perawatan kulit bayi sensitif tidak memberikan label yang tepat. Selama kulit tidak kering atau terkelupas ketika memakainya, pH produk berarti tidak bermasalah.

    9. Cek kondisi kemasan

    Bila kandungan produk sudah sesuai, Anda harus melihat kembali keadaan produk. Apakah terdapat cacat atau tidak.

    Kemudian, perhatikan tanggal kadaluarsa produk. Bila tanggalnya sudah lewat atau hampir habis, sebaiknya beli yang baru.

    10. Lihat aturan pakai dan label peringatan

    Penting untuk orangtua membaca aturan pemakaian pada kemasan produk.

    Sebagian produk menyertakan lampiran aturan pemakaian secara terpisah, bukan hanya pada kotak kemasan.

    Ini mencegah terjadinya salah cara pemakaian atau pemakaian produk yang berlebihan. Sebelum digunakan ke kulit bayi, sebaiknya tes dulu pada sebagian kulit si kecil.

    Caranya oleskan sedikit produk pada area tangannya, kemudian tunggu hingga beberapa jam. Jika muncul ruam atau gatal, kemungkinan produk tersebut tidak cocok untuk kulit bayi Anda.

    Dalam memilih produk bayi, perhatikan lebih detail dan teliti antara klaim produk dengan ingredients atau formula yang digunakan.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Dumycz, K., Kunkiel, K., & Feleszko, W. (2019). Cosmetics for neonates and infants: haptens in products’ composition. Clinical And Translational Allergy, 9(1). doi: 10.1186/s13601-019-0257-8

    Bondi, C., Marks, J., Wroblewski, L., Raatikainen, H., Lenox, S., & Gebhardt, K. (2015). Human and Environmental Toxicity of Sodium Lauryl Sulfate (SLS): Evidence for Safe Use in Household Cleaning Products. Environmental Health Insights, 9, EHI.S31765. doi: 10.4137/ehi.s31765

    Kids health information : Skincare for babies. (2022). Retrieved from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Skincare_for_babies/ 

    PFAS chemical exposure | ATSDR. (2020). Retrieved from https://www.atsdr.cdc.gov/pfas/health-effects/exposure.html 

    “Hypoallergenic” Cosmetics. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetics-labeling-claims/hypoallergenic-cosmetics

    European Medicine Agency. Science Medicines Health. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://www.ema.europa.eu/en/documents/report/background-review-sodium-laurilsulfate-used-excipient-context-revision-guideline-excipients-label_en.pdf 

    Hazard Classification Guidance for Manufacturers, Importers, and Employers. (2022). Retrieved 25 April 2022, from https://www.osha.gov/sites/default/files/publications/OSHA3844.pdf

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diva Mosaik Lintang Diperbarui May 30
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto