home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Bukan hal yang asing melihat bayi baru lahir sudah bergelimang perhiasan. Menghadiahkan perhiasan untuk bayi memang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun, apakah aman jika si kecil mengenakan perhiasan? Yuk, simak penjelasan berikut!

Bolehkah memakaikan perhiasan untuk bayi?

Memakaikan perhiasan untuk bayi sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, jika tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu memberikannya.

Pasalnya ada beberapa risiko yang mengintai jika si kecil menggunakan perhiasan, antara lain:

  • memicu reaksi alergi dan penyakit kulit pada kulit bayi,
  • berisiko bayi menelan perhiasan tersebut, dan
  • menekan anggota tubuh si kecil yang terus berkembang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan perhiasan untuk bayi

teether bayi

Jika Anda memutuskan untuk memberikan perhiasan untuk si kecil, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut.

1. Jenis logam yang Anda pilih

Saat memilih perhiasan untuk bayi, Anda harus cermati material perhiasan yang Anda pilih. Pasalnya, jenis logam tertentu dapat memicu masalah pada kulit bayi yang sensitif.

Sebaiknya pilih perhiasan untuk bayi yang berbahan dasar emas murni ketimbang perhiasan perak, platinum, dan besi yang mengandung nikel.

Ini karena perak, besi, dan nikel adalah jenis logam yang paling berisiko menimbulkan reaksi alergi.

Reaksi alergi logam ini dikenal dengan istilah eksim atau dermatitis kontak. Alergi dermatitis kontak akan semakin parah apabila kulit berkeringat.

Dr. Srie Prihianti Sp.KK, PhD, spesialis kulit anak dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, menjelaskan bahwa emas sangat jarang menimbulkan alergi dermatitis kontak karena sifatnya stabil dan tidak reaktif.

Oleh karena itu, menggunakan perhiasan emas untuk bayi cenderung aman karena tidak bereaksi dengan kulit.

Untuk alasan yang sama, Anda juga harus menghindari perhiasan untuk bayi yang terbuat dari serat sintetik dan plastik.

Gatal dan timbul bercak merah di kulit merupakan gejala awal bahwa kulit memiliki alergi terhadap perhiasan yang menempel di tubuh.

2. Riwayat eksim keluarga

Beberapa jenis logam dikenal dapat memicu reaksi alergi dan ruam gatal pada orang dewasa. Lalu bagaimana dengan bayi?

“Dibandingkan dengan kulit orang dewasa, kulit bayi lebih tipis sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya,” tutur dr. Srie yang juga menjadi ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI).

Ia menjelaskan bahwa bayi yang kulitnya sensitif sangat rentan mengalami gangguan kulit seperti ruam merah gatal, alergi, dan iritasi.

Terlebih jika bayi tersebut juga mempunyai riwayat eksim (dermatitis) dalam keluarganya.

3. Perhatikan desainnya

Selain dari jenis logamnya, pertimbangkan juga bentuk dan model perhiasan untuk bayi. Bayi suka menarik benda di sekitarnya dan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.

Kalung dan gelang dengan rantai tipis bisa mudah putus ketika ditarik sehingga manik-maniknya bisa membuat bayi tersedak jika tertelan. Ujung-ujung perhiasan yang tajam atau kasar juga bisa menggores dan melukai kulit bayi.

Oleh sebab itu, pilihlah perhiasan sederhana yang tidak memiliki manik-manik atau berhiaskan liontin. Tujuannya agar si kecil tidak mudah menariknya.

Selain itu, sebaiknya Anda tidak memberikan perhiasan berupa cincin. Ini karena letak cincin yang berada di jari sehingga sangat berisiko bagi si kecil untuk memakannya.

hernia pada bayi

4. Perhatikan ukurannya

Selain modelnya, Anda juga harus memastikan bahwa ukuran perhiasan tersebut pas dengan si kecil bayi, terutama untuk gelang di lengan atau kaki. Pastikan ia tidak terlalu ketat atau terlalu longgar.

Jika terlalu ketat akan berisiko menekan pembuluh darah si kecil sehingga menghambat peredaran darahnya, sedangkan jika terlalu longgar berisiko terlepas lalu dimakan atau melukai si kecil.

Untuk alasan yang sama, sebaiknya Anda tidak memakaikan kalung atau apapun di leher bayi sampai ia sudah cukup besar.

5. Jaga kebersihan perhiasan

Bayi memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada orang dewasa, akibatnya ia sangat mudah berkeringat.

Jika ia mengenakan perhiasan, keringat dan kotoran akan lebih mudah berkumpul di balik perhiasan tersebut. Hal ini akan membuat kulit si kecil kotor dan iritasi.

Oleh karena itu, rajinlah membersihkan lipatan kulit si kecil yang terdapat perhiasan. Seringlah melepaskan perhiasan untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel di baliknya.

6. Ganti perhiasan secara berkala

Pada usia bayi, ia menjalani perkembangan yang pesat. Dalam waktu beberapa bulan saja ia akan semakin besar dan berat.

Jika Anda memakaikan perhiasan untuk bayi pastikan ukurannya menyesuaikan dengan ukuran si kecil. Ganti perhiasan yang ia kenakan secara berkala agar tetap pas di badannya.

Hindari menggunakan perhiasan yang sama dalam waktu yang lama. Ini berisiko perhiasan tersebut menjadi terlalu sempit untuknya sehingga sulit terlepas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eczema types: Contact dermatitis causes. (2020). Retrieved 28 April 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types/contact-dermatitis/causes

Kelompok Studi. Retrieved 28 April 2021, from https://perdoski.id/study-group

Nickel allergy – Symptoms and causes. (2019). Retrieved 28 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nickel-allergy/symptoms-causes/syc-20351529

Foto Penulis
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani pada 3 minggu lalu
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x