backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 11/01/2024

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Bukan hal yang asing melihat bayi baru lahir sudah bergelimang perhiasan. Menghadiahkan perhiasan untuk bayi memang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun, apakah aman jika si Kecil mengenakan perhiasan? Yuk, simak penjelasan berikut! 

Bolehkah memakaikan perhiasan untuk bayi?

Memakaikan perhiasan untuk bayi sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, jika tidak terlalu penting, sebaiknya bayi tidak perlu menggunakan perhiasan. 

Pasalnya, ada beberapa risiko yang mengintai jika si Kecil menggunakan perhiasan, antara lain:

  • memicu reaksi alergi dan penyakit kulit pada bayi,
  • berisiko bayi menelan perhiasan tersebut, dan
  • menekan anggota tubuh bayi yang masih berkembang.

Namun, jika Anda ingin si Kecil memakai perhiasan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan demi keamanannya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan perhiasan untuk bayi

teether bayi

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan jika Anda memutuskan untuk memakaikan perhiasan kepada si Kecil.

1. Jenis logam yang Anda pilih

Dr. Srie Prihianti Sp.KK, PhD, spesialis kulit anak dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, menjelaskan bahwa emas sangat jarang menimbulkan alergi karena sifatnya stabil dan tidak reaktif.

Sebaiknya pilih perhiasan untuk bayi yang berbahan dasar emas murni ketimbang perhiasan perak, platinum, dan besi yang mengandung nikel. 

Ini karena perak, besi, dan nikel adalah jenis logam yang paling berisiko menimbulkan reaksi alergi.

Dilansir dari Mayo Clinic, reaksi alergi logam ini dikenal dengan istilah eksim atau dermatitis kontak

Untuk alasan yang sama, Anda juga harus menghindari perhiasan untuk bayi yang terbuat dari serat sintetik dan plastik.

2. Riwayat eksim keluarga

Beberapa jenis logam dikenal dapat memicu reaksi alergi dan ruam gatal pada orang dewasa. Lalu bagaimana dengan bayi?

“Dibandingkan dengan kulit orang dewasa, kulit bayi lebih tipis sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya,” tutur dr. Srie yang juga menjadi ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI).

Ia menjelaskan bahwa bayi dengan kulit yang sensitif sangat rentan mengalami gangguan kulit, seperti ruam merah gatal, alergi, dan iritasi.

Terlebih jika bayi tersebut juga mempunyai riwayat eksim (dermatitis) dalam keluarganya.

3. Perhatikan desainnya

Selain dari jenis logamnya, pertimbangkan juga bentuk dan model perhiasan untuk bayi. Bayi suka menarik benda di sekitarnya dan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.

Kalung dan gelang dengan rantai tipis bisa mudah putus ketika ditarik, sehingga manik-maniknya bisa membuat bayi tersedak jika tertelan.

Ujung-ujung perhiasan yang tajam atau kasar juga bisa menggores dan melukai kulit bayi.

Oleh sebab itu, pilihlah perhiasan sederhana yang tidak memiliki manik-manik atau berhiaskan liontin. Tujuannya agar si Kecil tidak mudah menariknya.

Selain itu, sebaiknya Anda tidak memberikan perhiasan berupa cincin. Ini karena letak cincin yang berada di jari, sehingga sangat berisiko bagi bayi untuk memakannya.

4. Perhatikan ukurannya

Selain modelnya, Anda juga harus memastikan bahwa ukuran perhiasan tersebut pas dengan bayi, terutama untuk gelang di lengan atau kaki. Pastikan perhiasan tidak terlalu ketat atau longgar.

Perhiasan yang terlalu ketat berisiko menekan pembuluh darah si Kecil sehingga menghambat peredaran darahnya, sedangkan jika terlalu longgar berisiko terlepas lalu dimakan atau melukai si Kecil.

Untuk alasan yang sama, sebaiknya Anda tidak memakaikan kalung atau apa pun di leher bayi sampai ia sudah cukup besar.

5. Jaga kebersihan perhiasan

Bayi memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Akibatnya, ia sangat mudah berkeringat.

Jika ia mengenakan perhiasan, maka keringat dan kotoran akan lebih mudah berkumpul di balik perhiasan tersebut. Hal ini akan membuat kulit si Kecil menjadi lebih kotor dan iritasi. 

Oleh karena itu, rajinlah membersihkan lipatan kulit di bagian tubuh si Kecil yang dikenakan perhiasan.

Seringlah melepaskan perhiasan untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel di baliknya.

6. Ganti perhiasan secara berkala

Perkembangan bayi terbilang pesat. Dalam waktu beberapa bulan saja ia akan semakin besar dan berat. 

Jika Anda memakaikan perhiasan untuk bayi, pastikan ukurannya menyesuaikan dengan ukuran si Kecil. Ganti perhiasan yang ia kenakan secara berkala agar tetap pas di badannya.

Hindari menggunakan perhiasan yang sama dalam waktu yang lama. Ini berisiko perhiasan tersebut menjadi terlalu sempit untuknya sehingga sulit terlepas.

Kesimpulan

  • Jika tidak terlalu perlu, sebaiknya hindari memakaikan perhiasan pada si Kecil.
  • Bila memang perlu, pilih perhiasan yang terbuat dari bahan yang aman dan dengan ukuran yang sesuai untuk bayi.
  • Jangan lupa juga untuk memastikan si Kecil tidak alergi terhadap bahan perhiasan apa pun, termasuk emas.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 11/01/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan