home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Amankah Perhiasan Logam untuk Kulit Bayi?

Bukan fenomena yang aneh lagi melihat bayi baru lahir sudah bergelimang perhiasan. Menghadiahkan perhiasan untuk bayi entah itu berupa kalung emas, gelang, anting, atau gelang kaki memang sudah jadi tradisi turun menurun di Indonesia. Namun, apakah benar-benar aman bagi bayi Anda untuk mengenakan perhiasan? Pasalnya beberapa jenis logam dikenal dapat memicu reaksi alergi dan ruam gatal pada orang dewasa.

Kulit bayi sangat sensitif

“Dibandingkan dengan kulit orang dewasa, kulit bayi lebih tipis sehingga cenderung lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya,” tutur dr. Srie Prihianti Sp.KK, PhD, spesialis kulit anak dari PERDOSKI yang juga menjadi ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI).

Ketika ditemui oleh tim Hello Sehat di kawasan Mega Kuningan, Senin (5/11) lalu, dr. Yanti, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa bayi yang kulitnya sensitif sangat rentan mengalami gangguan kulit seperti ruam merah gatal, alergi, dan iritasi. Terlebih jika bayi tersebut juga mempunyai riwayat eksim (dermatitis) dalam keluarganya.

Apakah aman memakaikan perhiasan untuk bayi?

Memakaikan perhiasan untuk bayi sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, Anda harus cermati benar material perhiasan yang Anda pilih. Jenis logam yang salah dapat memicu masalah pada kulit bayi yang memang sudah sensitif, jika Anda tidak hati-hati.

Sebaiknya pilih perhiasan untuk bayi yang berbahan dasar emas murni ketimbang perhiasan perak, platinum, dan besi yang mengandung nikel. Perak, besi, dan nikel adalah jenis logam yang paling berisiko menimbulkan reaksi alergi. Reaksi alergi logam ini dikenal dengan istilah eksim atau dermatitis kontak. Alergi dermatitis kontak akan semakin parah apabila kulit berkeringat.

“Emas sangat jarang menimbulkan alergi dermatitis kontak karena sifatnya inert (terj: stabil dan tidak reaktif). Perhiasan emas tidak akan bereaksi dengan kulit,” jelas dr. Yanti.

Untuk alasan yang sama, Anda juga harus menghindari perhiasan bayi yang terbuat dari serat sintetik dan plastik.

Gatal dan timbul bercak merah di kulit merupakan gejala awal bahwa kulit memiliki alergi terhadap perhiasan yang menempel di tubuh.

Perhatikan juga bentuk dan model perhiasannya

Selain dari jenis logamnya, pertimbangkan juga bentuk dan model perhiasan untuk bayi. Bayi suka menarik benda di sekitarnya dan memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya.

Kalung dan gelang dengan rantai tipis bisa mudah putus ketika ditarik sehingga manik-maniknya bisa membuat bayi tersedak jika tertelan. Ujung-ujung perhiasan yang tajam atau kasar juga bisa menggores dan mengiritasi kulit bayi.

Maka, pilihlah perhiasan sederhana yang tidak memiliki manik-manik atau berhiaskan liontin. Untuk gelang dan gelang kaki, Anda juga harus memastikan bahwa ukurannya pas dengan lingkar tungkai bayi. Tidak terlau ketat danterlalu longgar.

Sebaiknya jangan dulu biarkan bayi memakai kalung apa pun di leher sampai usia mereka jauh lebih tua.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is it safe for a newborn to wear baby jewelry? https://pregnant.sg/articles/is-it-safe-for-a-newborn-to-wear-baby-jewelry/ accessed Nov 6 2018

Nickel allergy https://www.webmd.com/allergies/nickel-jewelry-allergy accessed Nov 6 2018

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 19/11/2018
x