Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Si Kecil Suka Marah? Ini 5 Cara Mengatasi Anak Tantrum

Berikut adalah daftar produk yang bisa bermanfaat untuk Anda. Perlu diketahui, kami bisa saja mendapatkan sedikit komisi setiap kali Anda membeli produk via link ini. Tenang, tidak ada penambahan biaya. Pelajari lebih lanjut soal konten produk marketing kami di sini.

DISPONSORI OLEH:

Si Kecil Suka Marah? Ini 5 Cara Mengatasi Anak Tantrum

Tantrum merupakan salah satu kondisi yang wajar dialami oleh anak-anak, khususnya dalam masa perkembangan. Bisa diartikan, tantrum adalah momen ketika anak kehilangan kendali atas perasaan dan perilakunya, sehingga ini menjadi waktu yang tepat bagi mereka untuk belajar mengelola emosi. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui cara mengatasi anak tantrum.

Lalu, bagaimana cara menghadapi anak tantrum yang tepat? Simak penjelasan berikut ini!

Apa penyebab tantrum?

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab tantrum pada Si Kecil. Orang tua mungkin kerap tidak sadar saat anak mulai merasa tidak nyaman atau terganggu hingga membuat emosi Si Kecil meledak.

Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan tantrum pada Si Kecil antara lain:

Sakit atau lapar

Perasaan lapar atau keluhan rasa sakit yang dialami anak bisa menjadi pemicu tantrum.

Bingung atau takut

Ketidaktahuan anak terhadap banyak hal, sering membuat mereka merasa bingung, takut, dan tidak nyaman hingga menyebabkan tantrum.

Kesal atau kecewa

Bertengkar dengan teman, merasa diabaikan, atau kecewa, juga dapat menyebabkan anak tantrum, terlebih jika anak memiliki karakter yang sensitif.

Kelelahan

Terlalu banyak bermain bisa membuat anak merasa lelah hingga akhirnya mereka mengekspresikan perasaan itu menjadi perilaku tantrum.

Butuh perhatian

Besarnya perhatian yang dibutuhkan anak-anak kerap menjadi penyebab tantrum yang jarang disadari orang tua.

Kapan tantrum bisa terjadi?

Saat Si Kecil ingin mengekspresikan emosi atau perasaan namun tidak bisa atau sulit untuk melakukannya, maka saat itulah tantrum dapat terjadi.

Umumnya, tantrum mulai dirasakan anak pada usia sekitar 18 bulan dan kerap terjadi saat masa tumbuh kembang balita. Saat tantrum, perilaku menyakiti diri sendiri atau orang lain seperti memukul dan menggigit kerap dilakukan Si Kecil.

Kondisi tersebut membuat Si Kecil cenderung merasa frustasi dan pada akhirnya akan berujung pada perilaku serta sikap tantrum, seperti menangis kencang, berteriak, atau mengamuk.

Cara mengatasi anak tantrum

Orang tua tidak perlu panik dan khawatir saat Si Kecil tantrum. Hal yang paling penting diperhatikan, orang tua harus tenang dan tidak ikut terpancing emosi, terlebih saat menghadapi anak tantrum di tempat umum.

Karena saat anak tantrum, mereka membutuhkan sosok orang tua untuk menemani dan membantu mengelola emosi. Anak akan merasa aman, rasa kepercayaan mulai terbangun, dan belajar bahwa perasaan dapat dikelola. Berikut ini beberapa cara menghadapi anak tantrum:

1. Mengalihkan perhatian anak

Terapi anak tantrum yang satu ini dapat dilakukan dengan sederhana, misalnya melihat benda di sekitar. Buat hal tersebut menjadi menarik agar anak mengalihkan emosinya menjadi rasa ingin tahu. Cari hiburan yang bisa membuatnya tersenyum.

2. Membiarkan anak untuk meluapkan perasaannya

Emosi Si Kecil juga perlu dikeluarkan agar mereka merasa lega. Orang tua boleh membiarkan anak untuk melampiaskan emosi dan menjauhkannya dari benda-benda berbahaya atau tindakan yang bisa menyakiti dirinya, lalu menunggunya sampai selesai. Ini bisa menjadi terapi anak tantrum yang patut dilakukan.

3. Gunakan strategi untuk menanganinya

Dengan disesuaikan berdasarkan karakter anak, orang tua dapat menerapkan strategi khusus sebagai cara mengatasi anak tantrum. Strategi ini harus dilakukan secara konsisten agar anak disiplin dan tahu bagaimana mereka harus bersikap.

Misalnya, dengan memberikan afirmasi positif lewat kata-kata dukungan yang berkaitan terhadap kondisi atau perasaan anak saat tantrum.

4. Memberikan sesuatu yang membuatnya nyaman

Selain menyampaikan kata-kata lembut dan rasa pengertian terhadap perasaan Si Kecil, cara mengatasi anak tantrum berikutnya adalah orang tua dapat memberikan sesuatu yang membuatnya nyaman.

Contohnya, ketika Si Kecil tantrum karena lapar, maka berikan makanan kesukaannya. Begitu juga saat Si Kecil sakit atau kurang enak badan, memberi balsam khusus bayi dan anak bisa jadi pilihan.

Nah, orang tua tak perlu bingung soal balsam khusus bayi dan anak, karena #SelaluAdaTranspulmin.

Transpulmin mengandung eucalyptus oil and ekstrak chamomile yang telah terpercaya lebih dari 30 tahun oleh ibu dan direkomendasikan ahli. Buat Si Kecil nyaman dan tenang saat tantrum dengan transpulmin. Selain itu, aroma khas chamomile juga dapat membantu menenangkan dan membuat bayi atau anak tidur lelap.

Jadi, mulai sekarang orang tua sudah tahu bagaimana cara mengatasi dan menghadapi anak tantrum. Balsam khusus bayi dan anak merupakan pilihan tepat untuk meredakan tantrum buah hati tercinta. Ibu tenang, anak pun senang, karena #SelaluAdaTranspulmin!


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tantrums| Babies and toddlers (0-3)| Better Health Channel. accessed 09 May 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/tantrums 

Children and tantrums | Parents, families and youth| Northern Territory Government of Australia. (2016). accessed 09 May 2022, from https://nt.gov.au/community/parents-and-families/children-and-tantrums 

Tantrums | Parent Easy Guide 25. (2020). accessed 09 May 2022, from https://parenting.sa.gov.au/pegs/PEG25-Tantrums.pdf 

Temper Tantrums|  Cleveland Clinic. (2021). accessed 09 May 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/14406-temper-tantrums 

Temper tantrums | NHS UK. (2019). accessed 09 May 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/baby/babys-development/behaviour/temper-tantrums/ 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Dwitasari Diperbarui May 13
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto