4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga rentan sekali bermasalah, salah satu yang sering dialami si kecil adalah bentol berair pada kulit bayi. Apa yang menyebabkan bentol berair pada kulit bayi? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab bentol berair pada kulit bayi dan cara mengobatinya

Mengutip dari Raising Children, bentol atau bintik merah berair pada kulit bayi umumnya disebabkan oleh gesekan yang membuat kulit lecet dan melepuh.

Bentol berair akibat gesekan biasanya dapat pulih sendiri dalam beberapa hari tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua bentol disebabkan oleh iritasi dan gesekan.

Masalah ini juga bisa disebabkan oleh infeksi dari virus maupun bakteri. Agar cara mengobatinya tepat, Anda perlu tahu penyebab pastinya.

Berikut ini berbagai masalah kesehatan yang bisa menimbulkan lenting atau bintik merah berair terasa gatal pada kulit bayi:

1. Cacar air

bintik cacar air

Munculnya lenting berair yang terasa gatal pada kulit bayi bisa disebabkan oleh cacar air. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus Varicella.

Cacar air biasanya didahului oleh gejala lain, misalnya demam tinggi beberapa hari sebelum lenting gatal muncul.

Demam lebih cenderung muncul pada bayi di atas 3 bulan. Demam jarang atau bahkan tidak muncul pada bayi yang usianya lebih muda daripada itu.

Bentol atau bintik merah berair akibat cacar awalnya muncul di area leher, dada, atau wajah yang lama-lama menyebar ke seluruh tubuh.

Selain itu, anak mungkin akan kehilangan nafsu makan dan terlihat lemah tidak seperti biasanya.

Bentol berair pada kulit bayi yang disebabkan oleh cacar tidak boleh dipecahkan supaya tidak meninggalkan bekas di kulit, menyebar ke seluruh tubuh, atau menular pada orang lain.

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Jika Anda mengamati kemunculan bentol berair pada kulit bayi yang merujuk ke cacar, segera bawa ke dokter.

Hindari memencet lenting dan jangan biarkan si kecil menggaruknya. Virus penyebab cacar dapat menular melalui lendir dari lenting yang pecah, air liur, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk melawan dan menghentikan infeksi virus tersebut.

Petugas medis juga dapat meresepkan obat lain untuk sebagai cara mengurangi gejala cacar air, contohnya krim pereda gatal yang dioleskan pada kulit.

Umumnya bayi dapat sembuh dari cacar air dalam seminggu. Namun, kasus infeksi yang parah mungkin memerlukan waktu lebih dari dua minggu sampai anak kembali sehat.

Jika si kecil belum pernah mengalami cacar air, segera dapatkan vaksin cacar air. Anda tidak perlu ragu untuk memandikan anak yang  sedang mengalami cacar air. Boleh mandi seperti biasa tapi berhati-hati dalam mengeringkan dengan handuk, cukup ditempel-tempel dengan lembut hindari mengusapnya hingga memecahkan lenting.

Selain itu, jauhi si kecil dari anggota keluarga yang memang sedang sakit cacar. Berdekatan dengan pengidap cacar dapat meningkatkan peluang bayi tertular penyakit serupa.

2. Impetigo

impetigo pada bayi

Penyakit kulit bernama impetigo dapat menjadi penyebab munculnya bentol berair pada kulit bayi.

Mengutip dari Kids Health, impetigo terjadi akibat infeksi bakteri A streptococcus atau Staphylococcus aureus pada area kulit yang rusak, contohnya:

  • Kulit lecet
  • Luka akibat pecahnya lenting cacar
  • Bekas gigitan serangga.

Lenting akibat impetigo umumnya berukuran lebih besar, keras, dan padat daripada lenting cacar. Bila pecah, lenting impetigo akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang akan berubah menjadi kerak.

Bentol berair ini dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit bayi. Namun, bentol tidak boleh disentuh atau sengaja dipecahkan karena bisa memperburuk atau memperbesar area infeksi.

Cara mengatasi impetigo pada bayi:

Jika Anda curiga bentol berair pada kulit bayi disebabkan oleh impetigo, bawa si kecil ke dokter.

Impetigo adalah penyakit infeksi bakteri, sehingga pengobatannya akan berupa antibiotik yang diresepkan dokter. Pertama-tama, dokter akan meresepkan obat antibiotik oles lebih dahulu.

Kemudian jika tidak efektif, barulah antibiotik minum dalam bentuk cair diberikan.

Pemberian antibiotik minum bisa diitambah dengan obat lain yang bisa meredakan gatal-gatal akibat gejala impetigo, terutama rasa gatal.

Langkah terpenting untuk mendukung pemulihan kulit sekaligus mencegah infeksi berulang adalah menjaga kebersihan kulit bayi, terutama pada area yang terluka.

Luka ini perlu ditutup dengan perban dan kasa dan rajin dibersihkan.

3. Kudis

penyakit kulit pada bayi

Anda mungkin mengira bahwa kudis hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Nyatanya, bayi juga bisa kena kudis.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei pada kulit bayi, yang kemudian memunculkan bentol berair.

Kudis sangat menular dan ditularkan lewat kontak dengan seseorang yang terinfeksi, misalnya saat bersalaman.

Kutu penyebab kudis dapat ditularkan melalui penggunaan barang yang sama, seperti selimut, handuk, atau pakaian.

Penyakit ini juga sangat mudah menular di tempat ramai yang membuat banyak kontak dekat. Sebagai contoh, asrama, taman bermain, atau tempat penitipan anak.

Selain benjolan berair, kudis juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, bersisik, keropeng, dan gatal. Benjolan dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun paling sering di area tangan dan kaki.

Cara mengatasi kudis pada bayi:

Dokter akan mengobati kudis dengan memberikan krim atau losion yang dapat membunuh kutu. Obat ini harus dioleskan ke seluruh tubuh, tidak hanya pada area yang bentol berair saja.

Si kecil perlu memakai obat ini dalam waktu 8 hingga 12 jam, setelahnya kulit harus dibersihkan sehingga obat lebih efektif digunakan menjelang tidur.

Pada bentol berair pada kulit bayi yang berukuran besar, dokter akan meresepkan obat oral dan obat lain untuk meredakan gatal.

Untuk mencegahnya, hindari kontak intens atau penggunaan barang yang sama dengan orang terinfeksi. Anda juga perlu membersihkan barang yang sering digunakan bersamaan dengan air hangat, seperti handuk, seprai, atau pakaian.

4. Eksim

gejala impetigo

Kulit yang memiliki bentol berair dapat disebabkan oleh eksim, terutama pada bayi berusia 6 bulan.

Mengutip dari America Academy of Dermatology Association (AAD) eksim atau dermatitis atopik adalah masalah kulit yang umum dialami bayi. Setidaknya 25 – 60 persen anak mengalami eksim di kehidupan pertama mereka.

Penyebab eksim tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya paparan dari beberapa zat di lingkungan dapat mengiritasi kulit dan memicu sistem imun bereaksi secara negatif.

Eksim juga bisa disebabkan oleh faktor genetik dari orangtua atau keluarga dekat.

Selain lenting berair, gejala lain dari eksim  adalah kulit menebal, kemerahan, bersisik, membengkak, dan terasa gatal. Dapat juga menyebabkan luka terbuka jika bayi menggaruk area kulit yang terkena.

Cara mengatasi eksim pada bayi:

Eksim tidak dapat disembuhkan. Namun, perawatan yang tepat dapat meredakan dan mencegah kekambuhan gejala di kemudian waktu.

Orangtua bisa mengubah teknik atau cara memandikan bayi yang tepat untuk bayi penderita eksim, yaitu:

  • Tidak menggunakan sabun mengandung parfum atau pewangi
  • Hindari menggosok kulit bayi karena bisa membuat luka
  • Batasi waktu mandi sekitar 5-10 menit
  • Gunakan pelembap setelah mandi

Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengurangi ruam, gatal, dan menjaga kelembapan kulit bayi. Orangtua juga perlu menghindari si kecil dari pemicunya, misalnya bahan pakaian, keringat, atau cuaca panas.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Produk Skincare yang Ampuh untuk Merawat Kulit Remaja

Saat memasuki masa puber, Anda perlu memerhatikan kesehatan kulit anak. Agar terawat dengan baik, apa saja skincare untuk remaja yang ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Remaja, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Mengobati Cacar Air dengan Obat Tradisional

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

8 Cara Ampuh Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat membuat si kecil tidak nyaman. Jangan cemas, Anda bisa mengikuti cara mengatasi biang keringat pada bayi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Cara Jitu Menghilangkan Gatal Akibat Bintik Berair di Tangan

Bintik berair di tangan kerap membuat gatal bahkan perih. Ketahui penyebabnya terlebih dulu untuk tahu cara menghilangkannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

balsem bayi

Sebelum Menggunakan Balsem Bayi, Perhatikan 3 Poin Penting Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
bercak putih pada kulit bayi

4 Kondisi yang Menjadi Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
jari tangan gatal

5 Gangguan Kesehatan Penyebab Gatal di Jari Tangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Perbedaan gejala cacar air dan cacar api

Perbedaan Cacar Air dan Cacar Api Berdasarkan Penularan dan Ciri-Cirinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit