4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga rentan sekali bermasalah. Mungkin belakangan ini Anda cemas karena melihat bentol berair muncul pada kulit bayi. Laman Raising Children menyebutkan, kemunculan bentol berair umumnya disebabkan oleh gesekan yang membuat kulit lecet dan melepuh. Apa lagi yang dapat menyebabkan bentol berair pada kulit bayi? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab bentol berair pada kulit bayi dan cara mengobatinya

Bentol berair akibat gesekan biasanya dapat pulih sendiri dalam beberapa hari tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua bentol disebabkan oleh iritasi dan gesekan. Masalah ini juga bisa disebabkan oleh infeksi dari virus maupun bakteri.

Nah agar cara mengobatinya tepat, Anda juga perlu tahu dulu apa penyebab pastinya. Berikut ini berbagai masalah kesehatan yang bisa menimbulkan lenting berair terasa gatal pada kulit bayi:

1. Cacar air

bintik cacar air

Munculnya lenting berair yang terasa gatal pada kulit bayi bisa disebabkan oleh cacar air. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus Varicella.

Cacar air biasanya didahului oleh gejala lain, misalnya demam tinggi beberapa hari sebelum lenting gatal muncul. Demam lebih cenderung muncul pada bayi di atas 3 bulan. Demam jarang atau bahkan tidak muncul pada bayi yang usianya lebih muda daripada itu.

Bentol berair akibat cacar awalnya muncul di area leher, dada, atau wajah yang lama-lama menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, anak mungkin akan kehilangan nafsu makan dan terlihat lemah tidak seperti biasanya.

Bentol berair pada kulit bayi yang disebabkan oleh cacar tidak boleh dipecahkan supaya tidak meninggalkan bekas di kulit, menyebar ke seluruh tubuh, atau menular pada orang lain.

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Jika Anda mengamati kemunculan bentol berair pada kulit bayi yang merujuk ke cacar, segera bawa ke dokter. Jangan memencet lenting dan jangan biarkan si kecil menggaruknya. Virus penyebab cacar dapat menular melalui lendir dari lenting yang pecah, air liur, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk melawan dan menghentikan infeksi virus tersebut. Dokter juga dapat meresepkan obat lain untuk meredakan gejala cacar air, contohnya krim pereda gatal yang dioleskan pada kulit.

Umumnya bayi dapat sembuh dari cacar air dalam seminggu. Namun, kasus infeksi yang parah mungkin memerlukan waktu lebih dari dua minggu sampai anak kembali sehat.

Jika si kecil belum pernah mengalami cacar air, segera dapatkan vaksin cacar. Selain itu, jauhi si kecil dari anggota keluarga yang memang sedang sakit cacar. Berdekatan dengan pengidap cacar dapat meningkatkan peluang bayi tertular penyakit serupa.

2. Impetigo

impetigo pada bayi

Penyakit kulit bernama impetigo dapat menjadi penyebab munculnya bentol berair pada kulit bayi.

Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri A streptococcus atau Staphylococcus aureus pada area kulit yang rusak, contohnya kulit lecet, luka akibat pecahnya lenting cacar, atau bekas gigitan serangga.

Lenting akibat impetigo umumnya berukuran lebih besar, keras, dan padat daripada lenting cacar. Bila pecah, lenting impetigo akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang akan berubah menjadi kerak.

Bentol berair ini dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit bayi. Namun, bentol tidak boleh disentuh atau sengaja dipecahkan karena bisa memperburuk atau memperbesar area infeksi.

Cara mengatasi impetigo pada bayi:

Jika Anda curiga bentol berair pada kulit bayi disebabkan oleh impetigo, bawa si kecil ke dokter.

Impetigo adalah penyakit infeksi bakteri, sehingga pengobatannya akan berupa antibiotik yang diresepkan dokter. Pertama-tama, dokter akan meresepkan obat antibiotik oles lebih dahulu.

Kemudian jika tidak efektif, barulah antibiotik minum dalam bentuk cair diberikan. Pemberian antibiotik minum bisa diitambah dengan obat lain yang bisa meredakan gatal-gatal akibat gejala impetigo, terutama rasa gatal.

Langkah terpenting untuk mendukung pemulihan kulit sekaligus mencegah infeksi berulang adalah menjaga kebersihan kulit bayi, terutama pada area yang terluka. Luka ini perlu ditutup dengan perban dan kasa dan rajin dibersihkan.

3. Kudis

penyakit kulit pada bayi

Anda mungkin mengira bahwa kudis hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Nyatanya, bayi juga bisa kena kudis.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei pada kulit bayi, yang kemudian memunculkan bentol berair.

Kutu penyebab kudis dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau melalui penggunaan barang yang sama, sperti selimut, handuk, atau pakaian.

Selain benjolan berair, kudis juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, bersisik, keropeng, dan gatal. Benjolan dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun paling sering di area tangan dan kaki.

Cara mengatasi kudis pada bayi:

Dokter akan mengobati kudis dengan memberikan krim atau losion yang dapat membunuh kutu. Obat ini harus dioleskan ke seluruh tubuh, tidak hanya pada area yang bentol berair saja.

Si kecil perlu memakai obat ini dalam waktu 8 hingga 12 jam, setelahnya kulit harus dibersihkan sehingga obat lebih efektif digunakan menjelang tidur.

Pada bentol berair pada kulit bayi yang berukuran besar, dokter akan meresepkan obat oral dan obat lain untuk meredakan gatal. Untuk mencegahnya, hindari kontak intens atau penggunaan barang yang sama dengan orang terinfeksi.

4. Eksim

gejala impetigo

Kulit yang memiliki bentol berair dapat disebabkan oleh eksim, terutama pada bayi berusia 6 bulan.

Penyebab eksim tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya paparan dari beberapa zat di lingkungan dapat mengiritasi kulit dan memicu sistem imun bereaksi secara negatif

Selain lenting berair, gejala lain yang meliputi adalah kulit menebal, kemerahan, bersisik, membengkak, dan terasa gatal. Dapat juga menyebabkan luka terbuka jika bayi menggaruk area kulit yang terkena.

Cara mengatasi eksim pada bayi:

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan.

Namun, perawatan yang tepat dapat meredakan dan mencegah kekambuhan gejala di kemudian waktu.

Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengurangi ruam, gatal, dan menjaga kelembapannya. Anda juga perlu menghindari si kecil dari pemicunya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu, Ini 9 Penyakit Kulit yang Paling Umum Dialami Bayi

Bayi rentan mengalami masalah kulit karena kulitnya masih sangat sensitif. Lantas, apa saja penyakit kulit pada bayi yang paling umum?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit
mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit