Aturan Aman Tidur Seranjang dengan Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tidur seranjang dengan bayi Anda yang baru lahir mungkin membuat Anda lebih nyaman karena Anda tahu bayi berada di samping Anda saat Anda tertidur. Namun, sebenarnya tidur dengan bayi tidak direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Mengapa?

Karena ternyata bayi usia kurang dari 2 tahun yang tidur seranjang dengan Anda dapat meningkatkan risikonya untuk mengalami kematian akibat sesak napas, SIDS (sudden infant death syndrome), tercekik, atau hal lainnya. Tetapi, para ahli lainnya tidak setuju dengan pernyataan ini. Mereka menganggap tidur seranjang dengan bayi aman dilakukan dan bermanfaat.

Menurut Dr. James McKenna, seperti dikutip dari La Leche League International, penelitian menunjukkan bahwa tidur seranjang dengan bayi sambil menyusui bayi dapat mendorong terbentuknya ikatan ibu-bayi, mengatur pola tidur ibu dan bayi, membantu ibu menjadi responsif terhadap isyarat bayi, dan dapat memberikan istirahat yang cukup bagi ibu dan bayi. Tidur seranjang dengan bayi juga membantu ibu memberikan ASI di malam hari sewaktu-waktu bayi memintanya.

Namun, jika Anda memutuskan untuk tidur seranjang dengan baik, Anda tetap harus melakukannya dengan hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi bayi.

Tips aman tidur seranjang dengan bayi

Anda tetap harus berhati-hati jika ingin tidur seranjang dengan bayi. Salah-salah, bayi bisa tertindih dengan badan Anda, tangan Anda atau bantal dapat menutupi jalan napasnya, dan kejadian lainnya yang tidak diinginkan. Perhatikan bayi Anda dan juga Anda sendiri jika ingin tidur seranjang dengan bayi.

Berikut ini merupakan hal-hal yang harus Anda lakukan saat tidur seranjang dengan bayi.

1. Posisi tidur bayi aman

Pastikan posisi tidur bayi Anda aman. Terkadang, hal sepele seperti ini justru dapat menyebabkan kematian mendadak pada bayi karena terhalangnya jalan napas. Tidurkan bayi pada posisi telentang sehingga bayi bebas bernapas.

Anda sendiri sebaiknya tidur dengan posisi seperti huruf C di samping bayi. Tidurlah dengan menghadap ke bayi Anda, taruh salah satu tangan Anda di atas kepala bayi dan taruh kaki Anda mendekati bawah kaki bayi. Posisi ini membuat posisi Anda terjaga di samping bayi, sehingga tidak mengganggu tidur bayi. Dan, jangan biarkan bayi tidur sendiri.

2. Lingkungan tidur bayi aman

Jauhkan bayi dari lingkungan yang terkena asap rokok saat ia tertidur, baik dari orang yang merokok atau dari benda-benda yang terkena asap rokok, seperti baju, bantal, atau selimut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang tidur dengan orang tua yang merokok dapat berisiko lebih tinggi untuk mengalami kematian mendadak (SIDS).

Juga, jika bayi Anda baru lahir, jauhkan ia dari bantal, selimut, atau benda-benda lainnya yang ada di atas tempat tidur. Dikhawatirkan, benda-benda ini dapat menutupi jalan napas bayi sehingga bayi mengalami kesulitan saat bernapas.

Selain itu, jauhkan bayi di bawah 1 tahun tidur di samping anak kecil. Anak kecil bisa berguling atau menendang-nendang secara tidak sengaja saat tidur dan ini dapat membahayakan bayi Anda. Serta, jauhkan hewan peliharaan dari tempat tidur dan bayi Anda.

3. Tempat tidur aman

Gunakan tempat tidur yang nyaman dan dengan permukaan datar. Ingatlah untuk selalu menidurkan bayi di tempat tidur, bukan di sofa atau semacamnya. Jika Anda takut bayi terjatuh dari kasur, Anda bisa menempatkan kasur pada lantai dan alasi dengan karpet atau bantal di sisinya. Jika tempat tidur berada di samping tembok, beri penghalang antara bayi dan tembok dengan bantal. Jika Anda ingin menggunakan selimut saat tidur, pilihlah bahan selimut yang ringan dan taruh selimut tetap di pinggang Anda sehingga tidak akan menutupi kepala bayi.

4. Pakaikan pakaian tidur yang aman untuk bayi

Sesuaikan pakaian bayi dengan suhu lingkungan sekitarnya. Jika cuaca dengan dingin, Anda bisa memakaikan pakaian berlapis pada bayi sehingga memberi kehangatan. Sedangkan, jika cuaca sedang panas, Anda bisa memakaikan bayi dengan pakaian yang lebih tipis agar bayi tidak kepanasan. Intinya, beri kenyamanan pada saat bayi tidur.

5. Perhatikan kondisi Anda sendiri

Hal-hal yang Anda sendiri harus perhatikan ketika ingin tidur dengan bayi Anda adalah:

  • Jangan pernah tidur dengan bayi Anda jika Anda berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan. Ini dapat menurunkan kesadaran Anda bahwa di samping Anda sedang ada bayi.
  • Jika Anda atau pasangan Anda perokok, sebaiknya ganti baju Anda sebelum tidur dengan bayi.
  • Jika Anda mempunyai berat badan berlebih, mungkin tidur seranjang dengan bayi Anda bukanlah hal yang aman. Anda harus berhati-hati sekali saat tidur dengan bayi Anda. Atau Anda bisa menempatkan bayi tidur dalam boks bayi di samping tempat tidur Anda, ini adalah cara yang lebih aman.
  • Sebaiknya tidak tidur dengan pakaian yang memiliki banyak aksesoris atau memakai perhiasan.

 

BACA JUGA

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kenapa Gangguan Cemas Seringkali Berkaitan dengan Gangguan Tidur?

    Cemas dan masalah tidur adalah dua yang kerap kali saling berkaitan. Cemas menyebabkan masalah tidur dan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 22 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertumbuhan bayi

    Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit