5 Trik Menenangkan Anak Hiperaktif Agar Lebih Fokus

    5 Trik Menenangkan Anak Hiperaktif Agar Lebih Fokus

    Anak hiperaktif erat sekali kaitannya dengan “anak yang ngga bisa diam” dan “si tak kenal lelah”. Bagi orang tua, membesarkan dan merawat anak hiperaktif memang akan menguras tenaga dan pikiran. Jika Anda lengah sedikit saja, si Kecil mungkin sudah asik bermain ke sana ke mari tanpa melihat adanya bahaya di sekitarnya.

    Meski begitu, ada beberapa cara terapi di rumah yang bisa Anda lakukan untuk membantu menenangkan perilaku anak hiperaktif sebelum ia jadi benar-benar tidak terkendali.

    Sebenarnya, apa itu hiperaktif?

    susu untuk anak yang aktif

    Hiperaktif pada anak adalah suatu kondisi yang menunjukkan pada ketidakmampuan anak untuk mengontrol perilakunya, sehingga aktivitasnya melebihi rata-rata anak pada umumnya.

    Anak yang hiperaktif biasanya susah untuk memusatkan perhatian, beraktifitas fisik yang berlebihan, dan bereaksi cepat tanpa pikir panjang.

    Jika tidak terkontrol dengan baik, perilaku ini tentu dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebab, kadang kala anak tidak bisa memperkirakan dampak akibat dari perilakunya.

    Hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD).

    ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif.

    Kondisi ini ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi meletup-letup, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, dan sulit untuk fokus.

    Itu sebabnya, jika Anda memiliki anak yang kelewat hiperaktif hingga Anda kewalahan, ada baiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter. Hal ini dilakukan untuk memastikan kalau hiperaktif yang dialami si Kecil bukan indikasi ADHD.

    Apabila anak Anda terdiagnosis ADHD, dokter umumnya akan memberikan resep obat-obatan dan terapi perilaku untuk membantu mengontrol kondisi si Kecil.

    Sementara itu, jika anak Anda tidak memiliki ADHD, tetapi hanya hiperaktif atau memiliki kepribadian yang lebih aktif dari anak lainnya, ada banyak cara terapi sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengontrol perilakunya.

    Beragam cara terapi anak hiperaktif di rumah

    Anda sudah bingung menghadapi si Kecil yang aktif ke sana ke mari? Berikut ini ada beberapa cara terapi di rumah yang bisa membantu Anda menghadapi anak hiperaktif agar lebih tenang dan fokus.

    1. Jauhkan dari gangguan

    Hal-hal kecil yang mungkin tidak Anda sadari dapat mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasi anak hiperaktif. Ini karena anak yang hiperaktif cenderung lebih sulit untuk fokus dan berpidah dari satu tugas ke tugas lainnya.

    Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengatur suasana nyaman di sekitarnya sebagai terapi anak hiperaktif di rumah. Terutama saat anak Anda sedang mengerjakan PR atau bahkan belajar untuk persiapan ujian.

    Jangan memaksa anak untuk duduk tenang, karena hal ini justru akan membuat ia semakin gelisah. Tapi, mengurangi gangguan di sekitarnya akan membantunya lebih fokus.

    Misalnya, dengan menempatkan si Kecil jauh dari area pintu, jendela, dan segala hal yang jadi sumber kebisingan.

    2. Atur pola hidup yang terstruktur

    Anak hiperaktif membutuhkan perintah yang jelas dan sebuah pola terstruktur untuk diikuti. Pasalnya, anak hiperaktif cenderung lebih cepat cemas saat ia tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

    Oleh karena itu, sebagai terapi untuk anak yang hiperaktif, buatlah rutinitas yang sederhana dan terjadwal di lingkungan rumah Anda. Misalnya menentukan kapan waktunya untuk makan, sikat gigi, belajar, bermain, dan bahkan tidur.

    Dilansir dari UCHealth, Anda juga bisa mencoba membagi waktu anak saat mengerjakan setiap kegiatan.

    Misalnya, minta anak untuk tetap fokus selama sekitar 5—15 menit, lalu biarkan anak istirahat selama 5 menit. Namun, Anda tetap harus memanfaatkan waktu istirahat tersebut dengan baik dan hindari penggunaan gawai.

    Dengan rutinitas yang terencana, otak si Kecil akan belajar menerima sesuatu yang lebih terstruktur, sehingga diharapkan ini akan membuatnya lebih tenang dan fokus untuk melakukan sesuatu.

    3. Membuat peraturan yang jelas dan konsisten

    anak hiperaktif

    Beberapa orang tua memang memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Ada yang mungkin menetapkan banyak peraturan, sementara ada pula yang lebih santai.

    Namun sayangnya, anak hiperaktif tidak bisa dididik dengan cara yang santai. Mereka umumnya membutuhkan peraturan yang jelas dan konsisten. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan disipilin positif dan sederhana sebagai terapi untuk anak hiperaktif di rumah.

    Anda bisa coba berlakukan sistem hukuman dan hadiah. Berikan pujian ketika si Kecil memahami dan menuruti peraturan serta perintah yang Anda berikan. Tunjukanlah bagaimana perilaku baiknya tersebut mengarah pada hasil yang positif.

    Namun, ketika anak melanggar aturan tersebut, jangan lupa berikan konsekuensi dengan alasan yang jelas.

    4. Sabar

    Anak hiperaktif memang sering kali membuat Anda kesal. Ia bisa menunjukkan perasaan dengan sangat jelas dan gamblang, entah itu kegembiraan atau ledakan kemarahan secara tiba-tiba saat suasana hatinya memburuk.

    Meski begitu, Anda disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Hindari membentak, dan memberikan hukuman fisik pada anak.

    Ingat, Anda ingin mengajarkan anak untuk lebih tenang dan tidak agresif, sedangkan kedua hal tersebut justru akan membuat kemarahan si Kecil semakin tidak terkendali.

    Anda dapat menenangkan anak dengan mengajarkan teknik pernapasan sederhana, yaitu dengan mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan selama beberapa kali sampai ia merasa tenang.

    5. Memerhatikan makanan yang dikonsumsi

    Beberapa orang beranggapan jika konsumsi gula berlebih akan menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Padahal, tidak demikian.

    Pasalnya, sampai saat ini belum ada penelitian yang terbukti secara ilmiah bahwa gula bisa menyebabkan seseorang jadi hiperaktif. Meski begitu, konsumsi gula memang sedikit banyak bisa memengaruhi perilaku seseorang.

    Gula merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh tetapi bisa membuat peningkatan dan penurunan kadar darah dalam tubuh dengan cepat.

    Pada anak, penurunan kadar gula darah yang tiba-tiba ini dapat mengakibatkan ia menjadi rewel karena tubuh seolah-olah kekurangan energi dan sel-sel tubuh kelaparan. Hal inilah yang justru membuat perilaku dan suasana hati si Kecil menjadi tidak stabil.

    Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-sehari. Penuhi asupan nutrisinya dengan gizi yang seimbang dari buah dan sayuran. Selain itu, hindari pula makanan olahan pada anak.

    Itu adalah beberapa cara terapi yang bisa Anda lakukan secara mandiri untuk membantu menenangkan anak hiperaktif di rumah. Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda bisa membantu anak Anda yang hiperaktif untuk bisa berfungsi dengan baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 5 hari lalu

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan