5 Cara Melatih Anak Lancar Bicara Supaya Tidak Kebablasan Cadel Sampai Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak kecil pada umumnya memang sedikit kesulitan melafalkan huruf “R” dan membedakannya dengan huruf “L” karena gerak bibirnya tidak begitu kentara seperti huruf “B” atau “M”, yang dapat mereka ikuti dengan mudah. Itu sebabnya ketika mereka mau mengucapkan sesuatu yang mengandung huruf “R”, misalnya “Mainanku rusak!” yang biasanya terucap keluar dari mulut mereka adalah “Mainanku lusak!”.

Namun, jangan biarkan anak terus-terusan cadel sampai dewasa. Selain bisa menyulitkan dirinya berkomunikasi, cadel yang terbawa sampai dewasa juga dapat membuat anak jadi minder saat harus berbicara dengan orang lain. Baca tips ini, yuk, agar anak tidak cadel terus!

Agar anak tidak cadel, orangtua harus bagaimana?

Anak kecil seharusnya sudah bisa lancar melafalkan huruf “R” begitu menginjak usia 5 sampai 7 tahun. Namun jika si kecil sudah menginjak usia 5 tahun dan belum juga fasih mengucapkan “ular melingkar di atas pagar”, sebenarnya Anda tidak perlu terlalu khawatir.

Anda bisa membantunya melatih mengucapkan huruf R dengan tips berikut ini agar anak tidak cadel sampai ia dewasa nanti.

1. Ajarkan cara menempatkan lidah saat mengucapkan huruf R

mendongeng untuk bayi

Huruf R memang sangat sulit diucapkan oleh anak-anak dibanding huruf lainnya. Beda dengan huruf B yang mudah diikuti karena sangat jelas terlihat gerakan bibirnya, yaitu melipat bibir bagian atas dan bawah ke dalam.

Saat huruf R dilafalkan, biasanya anak-anak akan mengeluarkan suara “el”. Kesulitan ini disebabkan oleh sulitnya anak menangkap dan melihat bagaimana gerakan lidah saat huruf diucapkan. Ditambah, Anda juga sulit untuk menjelaskan bagaimana caranya mengucapkan huruf ini.

Bantu si kecil mengucapkan huruf R dengan memeragakan mengangkat bibir atas dengan menempatkan lidah ke area langit-langit mulut. Kemudian minta ia untuk menggerakkan lidah. Pastikan suara yang dikeluarkan sedikit bergetar. Nah, Anda bisa melatih anak mengucapkan huruf ini dengan kata-kata yang mudah, seperti “roda”, “rambut”, “rapi”, atau “rusak”.

2. Meniru suara benda

membantu belajar anak disleksia

Supaya lancar melafalkan huruf R, Anda harus mengakali anak sesering mungkin mengucapkan huruf ini. Misalnya saat bermain sambil menirukan suara bendanya. Beberapa suara benda yang bisa Anda selipkan pada permainan, antara lain:

  • Bunyi “grrrrr…” dari suara harimau
  • Bunyi “dor! dor! dor!” dari suara tembakan
  • Bunyi “brem brem brem” dari suara mesin motor
  • Bunyi “riru…riru…” dari suara mobil ambulans
  • Bunyi “brr…brr” dari suara mesin cuci atau kipas angin
  • Bunyi “kriing…” dari telepon atau bel sepeda

3. Menyanyi

anak bernyanyi

Ada banyak lagu anak-anak yang menggunakan huruf R pada liriknya, contohnya lagu Kring Kring Ada Sepeda, Potong Bebek Angsa, Topi Saya Bundar, Bangun Tidur, atau Balonku. Melatih anak bicara sambil bernyanyi pasti sangat menyenangkan dan mudah diikuti oleh anak.

4. Menyikat gigi

obat kumur untuk anak

Selain melatih anak untuk mengucapkan huruf R dengan permainan, akivitas membersihkan diri juga bisa Anda lakukan, lho. Misalnya saat mandi dan menyikat gigi. Setelah sikat gigi, sisa busa harus dibilas dengan air.

Nah, pada saat berkumurlah Anda bisa melatih anak menggetarkan bagian tenggorokan untuk menghasilkan bunyi R.

Selain itu, berkumur juga melatih fleksibilitas otot-otot yang ada di mulut. Agar lebih maksimal, saat berkumur hadapkan anak di depan cermin supaya ia bisa melihat bagaimana ia menggetarkan dan menggerakkan lidahnya. Hati-hati ketika Anda melatih anak dengan metode ini agar ia tidak tersedak.

5. Minta bantuan dokter

anak takut ke dokter gigi

Jika cara sebelumnya tidak ampuh digunakan, Anda perlu melakukan konsultasi pada dokter. Mungkin dokter akan memberikan alat khusus pada lidah anak untuk memudahkannya melafalkan huruf R. Dokter mungkin juga akan merekomendasikan Anda dan si kecil mengikuti terapi bicara agar anak tidak cadel lagi seterusnya.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
bayi pakai empeng isap jempol

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit