Apa Fungsi Hippocampus, dan Apa yang Terjadi Apabila Hippocampus Kita Rusak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Otak terdiri dari banyak bagian untuk membantu menjalankan berbagai fungsi tubuh. Hippocampus adalah bagian dari sistem limbik otak besar yang terletak di lobus temporal dekat pusat otak. Ada satu bagian hippocampus pada setiap sisi kepala. Apa fungsi hipokampus?

Fungsi hippocampus adalah pengolahan memori

                                                       Letak hippocampus dalam otak manusia (warna ungu)

Hippocampus adalah bagian otak yang berbentuk seperti kuda laut (lihat gambar bawah untuk lebih jelasnya) dan memiliki 3 lapisan yang terbuat dari sel-sel piramidal.

Perbandingan hippocampus dan kuda laut (sumber: Psychology Today)

Hippocampus adalah bagian dari sistem limbik. Sistem limbik adalah bagian otak yang terlibat dalam respons perilaku dan emosi, terutama ketika menyangkut perilaku yang kita butuhkan untuk bertahan hidup seperti mencari makan, reproduksi dan merawat keturunan, dan respon flight or flight (melawan atau melarikan diri) saat dihadapkan oleh situasi negatif atau pemicu stres.

Fungsi utama dari hippocampus itu sendiri adalah pembelajaran dan penyimpanan serta pengolahan memori jangka panjang.

Dalam konteks memori, hippocampus membantu mengolah dan mengambil kembali dua tipe spesifik dari memori jangka panjang yaitu:

  • Memori eksplisit, yaitu memori yang terdiri dari fakta dan peristiwa yang secara sadar dilakukan. Sebagai contoh: Seorang aktor belajar untuk mengingat dialog dalam pertunjukan.
  • Hubungan spasial, yaitu tipe memori yang membantu kita menghubungkan lokasi objek dengan objek referensi lain secara spesifik. Sebagai contoh: Supir taksi mengingat rute seluruh kota.

Hippocampus tidak bertanggung jawab untuk mengingat bagaimana caranya berjalan, bicara, atau mengendari sepeda. Memori prosedural seperti cara berjalan, cara berbicara, dan cara mengoperasikan suatu alat dikendalikan oleh korteks dan otak kecil.

Apa yang terjadi apabila hippocampus rusak?

Apabila keseluruhan hippocampus rusak, atau hanya sebagian saja, maka Anda dapat mengalami masalah memori yang serius.

Khususnya saat hippocampus mengalami kerusakan, Anda tidak lagi dapat menghasilkan memori jangka panjang baru. Anda bisa saja mengingat kembali hal-hal yang terjadi beberapa waktu lalu, tapi tidak dapat mengingat hal-hal yang baru terjadi sebelum hippocampus rusak.

Sebagai contoh, seseorang dapat menggambar peta lokasi rumah yang ia tinggali saat masih kecil, namun kesulitan mengingat arah rumahnya yang baru. Kadang, ia juga memiliki kesulitan untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.

Penyakit-penyakit yang memengaruhi hippocampus

1. Transient global amnesia (TGA)

TGA adalah hilang ingatan yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung sementara. Penyebabnya belum diketahui pasti, tapi para ahli menduga bahwa kerusakan hipocampus bisa jadi salah satu faktor risikonya. Seringkali, orang yang mengalami TGA pada akhirnya mendapatkan kembali ingatannya.

2. Penyakit Alzheimer dan depresi

Penyakit Alzheimer dan depresi bisa menyusutkan ukuran dan mengubah bentuk hippocampus. Pada depresi, ukuran hippocampus bisa menyusut hingga 20 persen. Namun, para ilmuwan masih mempelajari mana yang terjadi lebih dahulu: hippocampus yang lebih kecil atau depresi.

3. Epilepsi

Autopsi dari 50-75% mayat yang semasa hidupnya memiliki epilepsi menunjukkan adanya kerusakan pada hippocampus. Namun masih belum jelas apakah epilepsi berasal dari kerusakan pada hippocampus.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Coba Trik Ampuh Ini Supaya Tak Lagi Kelupaan Bawa Barang Penting

Ketinggalan kunci rumah, handphone, atau bahkan laptop? Trik sederhana satu ini bisa bantu Anda agar tidak lagi sering lupa bawa barang penting.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit

Ada Otak Kiri dan Kanan, Mengapa Otak Manusia Terbagi Jadi Dua Bagian?

Katanya bagian otak manusia terbagi jadi dua sisi, kanan dan kiri. Setiap bagian menjalankan fungsinya masing-masing. Apa benar begitu? Ini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2017 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Hilang Ingatan

Selain cedera kepala, penyebab hilang ingatan bisa beragam dan mungkin tidak pernah Anda duga sebelumnya. Lantas, apa saja penyebab dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 Agustus 2017 . Waktu baca 8 menit

Kenapa Ukuran Otak Setiap Manusia Berbeda-beda?

Apakah Anda tahu berapa ukuran otak Anda? Lantas, hal apa sebenarnya yang mempengaruhi ukuran otak manusia? Cari tahu di artikel ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 Mei 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mata berkedip

Mata Berkedip Tiap 5 Detik Sekali, Tapi Kenapa Seringnya Kita Tidak Sadar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2018 . Waktu baca 3 menit
penyakit alzheimer

7 Pantangan Ketika Merawat Orang Dengan Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2018 . Waktu baca 5 menit
fungsi korteks serebral adalah

Korteks Serebral, Bagian Keriput Otak yang Punya Segudang Peran Penting

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Dipublikasikan tanggal: 13 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
gejala alzheimer

Sudah Mulai Bicara Terbata-bata? Bisa Jadi Ini Gejala Alzheimer!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit