5 Pilihan Game Edukasi Anak SD yang Bermanfaat, Coba Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kegiatan belajar mengajar di sekolah yang padat sering kali membuat anak bosan untuk belajar lagi di rumah. Padahal, orangtua tetap harus mendukung pendidikan anak saat berada di rumah. Anda bisa menyiasati mendidik anak di rumah dengan cara mengajaknya bermain game edukasi. Apa saja pilihan permainan atau game edukasi anak SD yang dapat Anda coba bersama si kecil di rumah?

Rekomendasi game edukasi untuk anak SD

Sebagai orangtua mungkin Anda kerap kebingungan dalam memilih game edukasi untuk anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Berikut beberapa pilihan games menarik yang bisa membantu Anda mengajak anak SD untuk bermain sekaligus belajar di rumah:

1. Game tebak kata

empati anak

Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, Anda bisa mengajak anak-anak Anda untuk bermain tebak kata.

Meski terdengar sederhana, permainan ini juga bisa menjadi salah satu pilihan game edukasi untuk anak SD.

Tujuan dari permainan ini adalah mengajarkan anak Anda agar mau berpartisipasi dalam permainan.

Di samping itu, anak Anda mungkin akan lebih percaya diri saat berpartisipasi di proses belajar mengajar di sekolah.

Hal ini mungkin salah satu siasat yang manjur untuk mengatasi stres pada anak terkait pelajaran sekolah.

Game edukasi untuk anak SD ini bisa dimainkan dengan cara Anda memilihkan sebuah kata yang Anda beri tahu kepada anak pertama

Kemudian biarkan anak pertama memperagakan kata tersebut sehingga anak kedua bisa menebaknya.

Jika anak kedua berhasil menebak kata tersebut, biarkan mereka bertukar posisi, dan lakukan seterusnya secara bergantian.

Selain mendorong anak agar lebih percaya diri, permainan ini mungkin bisa jadi salah satu cara agar anak-anak Anda lebih akur dan kompak.

Permainan tebak kata juga bisa memperkaya kosakata bahasa yang dimiliki oleh anak-anak Anda.

Permainan untuk anak SD ini bisa Anda buat sendiri, tapi ada pula versi online yang bisa lebih mempermudah Anda.

2. Game membaca jam

aplikasi belajar bahasa efektif

Membaca jam kadang masih menjadi masalah bagi anak usia sekolah dasar atau di masa perkembangan anak 6-9 tahun.

Anda bisa membantu melatih kemampuan si kecil dalam membaca jam sekaligus pelajaran matematika melalui games edukasi yang memang ditujukan untuk anak SD.

Ya, permainan atau game edukasi matematika untuk anak SD tidak melulu harus tentang hitung-menghitung.

Anda juga bisa mengajarkan cara membaca jam agar anak bisa lebih memperhitungkan dan memahami waktu sekaligus mendukung perkembangan kognitif anak.

Cara agar anak Anda bisa bermain game edukasi ini untuk anak SD ini yakni dengan menyediakan tiga jenis gambar jam.

Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda memiliki tiga jenis jam ini dalam bentuk nyata. Namun, jika tidak ada, Anda bisa menggambar sendiri bentuk jam ini.

Salah satunya adalah jam analog, yaitu jam yang memiliki tampilan dasar jarum. Sementara kedua jam lainnya adalah jam digital yang bisa menunjukkan waktu 12 jam maupun waktu 24 jam.

Anda bisa menentukan waktu tertentu pada salah satu jam kemudian minta anak untuk menguikuti perhitungan waktu tersebut di kedua jam lainnya.

Dari permainan ini, anak Anda yang masih duduk di bangku SD bisa belajar untuk memahami cara membaca dan menghitung jam.

Kemampuan tersebut bukan hanya dilatih saat jam analog, tetapi anak juga bisa lebih mampu membaca jam digital dengan kedua sistem waktu yang berbeda.

Anda pun bisa menemukan games edukasi untuk anak SD yang sejenis ini pada portal game edukasi online.

3. Game memecahkan masalah

motivasi belajar anak

Selain tentang game edukasi yang berkaitan dengan mata pelajaran yang didapat di sekolah, anak SD juga boleh memainkan video game yang bersifat problem-solving atau memecahkan masalah.

Ada banyak sekali video game atau game online yang memiliki landasan ini.

Bahkan, tidak hanya problem-solving, Anda juga bisa mengajarkan anak untuk memahami sebab-akibat dan melatih pemikiran sistematik.

Game-game edukasi untuk anak SD seperti ini biasanya menceritakan tentang seseorang atau seekor hewan yang terjebak di suatu kondisi.

Jika tokoh dalam game tidak bisa menyelamatkan diri dari bahaya yang menghadang, anak yang sedang bermain dianggap kalah.

Anda bisa mendampingi anak untuk memainkan game edukasi sejenis agar ia tahu bagaimana cara belajar mencari solusi dari setiap masalah yang sedang ia hadapi.

Belajar sembari bermain game tidak hanya menyenangkan tapi juga melatih cara berpikir anak agar lebih kritis, menurut UNICEF.

Tugas Anda sebaiknya hanya mendampingi anak tanpa memberikan jawaban atau trik tertentu untuk memenangkan game tersebut.

Sebaliknya, lebih baik arahkan anak untuk mencapai solusi yang tepat. Cara ini bisa membantu anak untuk berpikir lebih solutif dan tetap berusaha dengan upayanya sendiri.

Lebih baik, Anda mengarahkan secara tidak langsung anak Anda terhadap solusi. Hal ini juga membantu anak untuk terpicu pada hal-hal solutif.

Namun, dilansir dari Kids Health, Anda tetap harus membatasi jam penggunaan gadget di mana anak Anda memainkan game ini, ya. Hal ini perlu agar anak tidak jadi kecanduan gadget.

4. Game menganti kosakata bahasa Inggris

anak main game

Salah satu game edukasi yang bisa dimainkan oleh anak SD adalah permainan mengubah kosakata.

Anda bisa mengarang cerita sendiri atau mengambil sebuah fabel atau dongeng dari internet untuk memulainya.

Selanjutnya, berikan beberapa pilihan kosakata lain untuk masing-masing kata kerja yang terdapat di dalam fabel atau dongeng.

Tugas anak Anda agar berhasil menyelesaikan games edukasi untuk anak SD ini adalah mengganti kosakata yang sudah ada dengan salah satu kosakata pilihan yang Anda sediakan.

Hal ini bertujuan agar cerita di dalam dongeng bisa lebih “hidup” atau mudah dibayangkan oleh orang lain yang membacanya.

Permainan ini dapat membantu anak untuk memahami bahwa sebuah kosakata bisa membuat alur atau plot cerita yang sudah ada menjadi terasa lebih nyata.

Tak hanya itu, Anda juga melatihnya untuk berimajinasi dan memahami beragam kosakata dalam bahasa Inggris yang merujuk pada kondisi atau situasi tertentu.

Di samping memenuhi gizi anak dan nutrisi otak anak, fungsi otak anak juga bisa dioptimalkan dengan cara mengajaknya belajar bahasa asing.

Selain membuatnya sendiri, permainan edukasi sejenis untuk anak SD juga tersedia secara online. Anda bisa mencarinya di portal-portal game edukasi untuk anak SD.

5. Game belajar dengan sistem kuis

mengajarkan anak untuk berbagi

Permainan ini juga sangat cocok jika dimainkan oleh anak usia sekolah.

Anda bisa melakukan game edukasi untuk anak SD yang satu ini saat teman-teman si kecil sedang belajar bersama di rumah atau saat anak-anak sedang berkumpul di rumah.

Ya, meski “belajar” tapi Anda bisa membuatnya jadi lebih menyenangkan dengan sistem kuis.

Selain itu, secara tidak langsung Anda juga sedang mengajarkan anak untuk berbagai dengan bermain bersama orang lain.

Anda bisa memberikan anak main game edukasi ini dengan memberikan skor dan hadiah berdasarkan urutan juara.

Hal ini memotivasi anak Anda untuk belajar dan mengetahui lebih banyak hal.

Sebagai contoh, Anda bisa mengadakan kuis mengenai pengetahuan umum atau kuis matematika. Tema belajarnya bisa Anda sesuaikan dengan situasi.

Meski begitu, pastikan anak tetap merasa senang selama proses “belajar” melalui games edukasi untuk anak SD ini berlangsung.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Sebagai orangtua, Anda mungkin kebingungan saat anak menjadi pendiam. Apakah anak yang pendiam adalah hal wajar? Lalu bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 26 April 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 22 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Perkembangan Anak Usia 7 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Pada usia 7 tahun, anak mengalami berbagai tahapan perkembangan, mulai dari perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Apa saja perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Anak 6-9 tahun, Tumbuh Kembang Anak 6-9 Tahun, Parenting 21 April 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
mainan anak laki-laki / permainan anak laki-laki

Rekomendasi Pilihan Mainan Anak Laki-laki dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 8 menit
perkembangan anak 11 tahun

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 10 menit