Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kapan Anak Mulai Mengenal Perbedaan Jenis Kelamin?

Kapan Anak Mulai Mengenal Perbedaan Jenis Kelamin?

Banyak hal yang harus dipelajari anak sampai ia tumbuh menjadi besar. Mulai dari cara makan sendiri, menggunakan toilet sendiri, membedakan warna, sampai dengan membedakan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Namun tenang saja, semua pelajaran ini secara perlahan mampu diterima anak. Tanpa Anda sadari, anak mungkin sudah mulai bisa melihat perbedaan jenis kelamin. Misalnya mana temannya yang berjenis kelamin laki-laki dan mana yang perempuan.

Sebenarnya bagaimana pemahaman anak soal perbedaan jenis kelamin terbentuk? Kapan anak mulai mengerti bahwa tubuh laki-laki dan perempuan itu berbeda? Begini penjelasannya.

Tahap perkembangan anak mengenali perbedaan jenis kelamin

Sejak usia dini, anak sebenarnya sudah mulai belajar mengenal lingkungannya. Keluarga merupakan tempat pertama anak mulai belajar mengenal banyak hal. Di dalam keluarga, ada ibu dan ayah, di mana anak sudah bisa belajar mengenal jenis kelamin dari kedua orang terdekatnya tersebut. Berikut ini merupakan tahapan anak belajar mengenal perbedaan jenis kelamin.

Usia 7 bulan

Anak sudah mulai bisa membedakan suara antara laki-laki (ayahnya) dengan perempuan (ibunya). Buktinya saja, ia sudah bisa mencari sumber suara ibunya atau ayahnya. Umumnya, suara laki-laki cenderung berat sedangkan nada suara perempuan lebih tinggi. Anak pun pertama kali belajar mengenal perbedaan jenis kelamin dari pola ini.

Usia 12 bulan

Anak mulai bisa membedakan wajah antara laki-laki dan perempuan. Anak akan memperhatikan wajah ibunya saat mereka diajak bicara oleh ibunya dan akan melihat wajah ayahnya saat ia mendengar suara ayahnya.

Usia 2 tahun

Anak sudah mulai bisa membedakan mainan untuk anak perempuan dan anak laki-laki. Biasanya ini karena ada stereotip (prasangka) gender dalam memilih mainan mereka. Misalnya, sterotip bahwa anak perempuan itu harusnya bermain dengan “mainan perempuan” seperti boneka dan masak-masakan. Sedangkan anak laki-laki bermain dengan “mainan anak laki-laki” seperti mobil-mobilan dan robot.

Hal ini sangat dipengaruhi oleh perlakuan orangtua kepada anaknya. Semakin Anda membedakan peran perempuan dan laki-laki secara umum, anak juga semakin melihat perbedaan jenis kelamin dalam kehidupan sehari-harinya.

Anak pun mulai bisa meniru dan memperhatikan bagaimana orang dewasa berperilaku berdasarkan jenis kelaminnya.

Usia 2-3 tahun

Di usia ini, anak mungkin sudah mulai penasaran pada perbedaan fisik antara perempuan dan laki-laki. Anda mungkin pernah melihat anak menyentuh alat kelamin mereka, misalnya saat mandi, ganti celana, atau saat buang air kecil. Ini wajar terjadi dan sebaiknya Anda jangan memarahinya.

Pada saat ini, anak butuh diberi tahu bahwa bagian tubuh yang disentuhnya adalah penis atau vagina. Anda bisa memberitahunya saat anak sedang mandi atau ganti baju. Hindari penggunaan kata kiasan, seperti “burung”. Beri tahu anak nama yang sebenarnya, ini akan memudahkan anak menerimanya dengan baik dan juga agar tidak terkesan vulgar. Alat kelamin merupakan bagian dari anatomi manusia.

Katakan juga bahwa anak harus menutupi alat kelaminnya tersebut karena itu harus disimpan sendiri, orang lain tidak boleh melihat atau menyentuhnya, seperti yang dikatakan spesialis pendidikan seksual, Tara Johnson pada Today’s Parent. Ajarkan pada mereka rasa malu saat alat kelaminnya terlihat oleh orang lain, sehingga anak juga akan malu jika menyentuh alat kelaminnya di depan umum. Hal ini pun dapat membantu mencegah anak dari pelecehan seksual.

Pada usia ini, anak juga sudah mulai bisa melabeli dirinya sendiri adalah anak laki-laki atau perempuan (sudah tahu identitas gender dirinya). Ia juga sudah mulai bisa mengatakan mana temannya atau keluarganya yang laki-laki atau perempuan. Ia sudah memperhatikan perbedaan fisik antara anak laki-laki dan perempuan.

Usia 3-4 tahun

Anak pada usia ini sudah mulai melibatkan gender ke dalam kehidupan mereka. Misalnya, anak sudah mulai berpikir bahwa mobil-mobilan adalah mainan anak laki-laki, sementara boneka putri cantik adalah mainan anak perempuan. Sehingga, ia tidak mau bermain dengan mainan yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.

Contoh lain misalnya, saat anak sedang bermain masak-masakan, ia akan berperan sebagai ayah jika dirinya laki-laki, sedangkan anak perempuan akan berperan sebagai ibu. Anak juga sudah mulai membedakan mana pakaian untuk laki-laki dan mana yang untuk perempuan.

Kembali lagi, ini semua tergantung pada bagaimana orangtua mengasuh dan memberikan contoh pada anak sehari-harinya. Apabila Anda membiarkan anak mencoba segala jenis mainan terlepas dari stereotip yang melekat dalam masyarakat, anak pun bisa lebih luwes dalam bermain dan mengekspresikan dirinya.

Usia 4-6 tahun

Semakin berkembang, anak pada usia 4-6 tahun sudah mulai membedakan peran perempuan dan laki-laki (gender) secara umum. Misalnya, anak berpikir bahwa membantu ibu masak adalah kegiatan anak perempuan, sementara membantu ayah mengangkat beban berat adalah tugas laki-laki.

Pada usia ini, tetap lanjutkan untuk mengajari anak tentang alat kelaminnya. Itu merupakan salah satu bagian tubuhnya dan yang membedakan antara anak laki-laki dengan perempuan. Saat Anda menjelaskan, anak mungkin akan bertanya berbagai macam hal. Sebaiknya jawab secara sederhana dan perlahan, beri pengertian kepada anak agar anak mengerti, bukan malah menghindari pertanyaan anak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

PPP: Child Growth & Development || Ages & Stages || How children understand gender. [online] Available at: https://www.extension.purdue.edu/providerparent/child%20growth-development/AgesStages.htm [Accessed 12 Sep. 2017].

(2015). Gender Identity Development in Children. [online] Available at: https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/gradeschool/Pages/Gender-Identity-and-Gender-Confusion-In-Children.aspx [Accessed 12 Sep. 2017].

Hurley, K. When Do Children Understand Gender?. [online] EverydayFamily. Available at: https://www.everydayfamily.com/blog/when-do-children-understand-gender/ [Accessed 12 Sep. 2017].

Embrett, C. (2016). Age-by-age guide to talking to kids about sex – Today’s Parent. [online] Available at: https://www.todaysparent.com/family/parenting/age-by-age-guide-to-talking-to-kids-about-sex/ [Accessed 12 Sep. 2017].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 24/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri